Editor
KOMPAS.com - Ucapan Marhaban Ya Ramadhan kerap disampaikan umat Islam saat menyambut datangnya bulan suci Ramadhan.
Tradisi ini dilakukan menjelang puasa sebagai bentuk ekspresi kegembiraan dan kesiapan menjalankan ibadah.
Ungkapan tersebut digunakan di berbagai negara, termasuk Indonesia, baik secara langsung maupun melalui media sosial.
Secara makna, kalimat ini merupakan doa dan sambutan penuh hormat kepada bulan Ramadhan.
Menjelang bulan puasa, ucapan Marhaban Ya Ramadhan menjadi bagian dari budaya religius masyarakat Muslim.
Kalimat tersebut mencerminkan rasa syukur atas kesempatan bertemu kembali dengan bulan penuh berkah.
Dilansir dari Antara, penulisan Marhaban Ya Ramadhan yang benar dalam bahasa Arab adalah:
مَرْحَبًا يَا رَمَضَان
Secara bahasa, kalimat ini berarti “Selamat datang, wahai bulan Ramadhan.”
Ungkapan tersebut digunakan untuk menyambut kedatangan bulan suci dengan penuh penghormatan dan kebahagiaan.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata marhaban merupakan kata seru yang berarti “selamat datang” dan digunakan untuk menyambut atau menghormati kedatangan seseorang.
Dalam KBBI, marhaban juga merujuk pada jenis lagu puji-pujian yang dilantunkan dalam acara keagamaan.
Mengacu pada laman resmi Kementerian Agama Sulawesi Utara, kata marhaban berasal dari akar kata Arab “rahb” atau “rohba” yang berarti luas, lapang, atau lebar.
Makna ini menggambarkan sikap menerima tamu dengan hati yang terbuka dan penuh kelapangan.
Dalam konteks Ramadhan, ucapan Marhaban Ya Ramadhan menunjukkan kesiapan menyambut bulan suci dengan hati yang lapang, penuh kegembiraan, dan niat untuk memaksimalkan ibadah demi meraih ampunan Allah SWT.
Selain itu, rohba juga diartikan sebagai tempat beristirahat bagi musafir untuk memperbaiki kendaraan dan mengisi perbekalan sebelum melanjutkan perjalanan.
Dalam makna spiritual, Ramadhan menjadi momentum memperbaiki diri, memperkuat iman, dan meningkatkan ketakwaan.
Ucapan selamat pada dasarnya termasuk dalam ranah kebiasaan (al-‘adaat). Hukum asal kebiasaan dalam Islam dalam mengucapkan selamat, termasuk mengucapkan Marhaban Ya Ramadhan adalah mubah atau diperbolehkan, selama tidak mengandung unsur yang dilarang.
Karena itu, mengucapkan Marhaban Ya Ramadhan tidak menjadi kewajiban maupun larangan.
Bahkan, di dalamnya terdapat maslahat berupa saling mendoakan antarsesama Muslim dengan doa yang baik dan sesuai.
Ucapan Marhaban Ya Ramadhan juga boleh disampaikan oleh non Muslim sebagai bentuk penghormatan dan toleransi sosial (muamalah).
Umat Islam dapat menjawabnya dengan ucapan terima kasih sebagai wujud keramahan dan sikap saling menghargai dalam kehidupan bermasyarakat.
Berikut adalah contoh ucapan Marhaban Ya Ramadhan yang bisa digunakan untuk saling berbagi kebahagiaan menjelang datangnya bulan suci.
Selain Marhaban Ya Ramadhan, terdapat beberapa ucapan lain yang sering digunakan untuk menyambut bulan puasa, antara lain:
Ucapan-ucapan tersebut sama-sama bermakna doa dan harapan agar bulan Ramadhan membawa kebaikan.
Ramadhan bukan sekadar bulan untuk menjalankan ibadah puasa, melainkan momentum meningkatkan ketakwaan, memperbanyak amal kebaikan, serta mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Dengan mengucapkan Marhaban Ya Ramadhan, seseorang menegaskan kesiapan hati dalam menyambut bulan suci dengan penuh keikhlasan.
Ungkapan ini juga menjadi simbol harapan agar Ramadhan menghadirkan keberkahan, ampunan, dan kesempatan memperbaiki diri, baik secara spiritual maupun sosial.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang