Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Banyuwangi Merawat Tradisi: Selamatan Kampung, Warga Bertukar Makanan dan Doa

Kompas.com, 2 Juli 2026, 08:05 WIB
Fitri Anggiawati,
Farid Assifa

Tim Redaksi

BANYUWANGI, KOMPAS.com - Di tengah derasnya arus modernisasi, masih banyak tradisi yang tetap hidup karena menyimpan nilai-nilai luhur.

Salah satunya adalah selamatan kampung, tradisi yang hingga kini masih dijaga oleh masyarakat sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan sekaligus doa bersama agar kampung senantiasa diberi keselamatan, keberkahan, dan kelancaran rezeki.

Suasana hangat tampak menyelimuti lingkungan permukiman Kelurahan Banjarsari, Kecamatan Glagah, Banyuwangi saat warga menggelar selamatan di depan rumah masing-masing.

Berbagai hidangan sederhana ditata rapi, kemudian dibawa ke depan rumah sebagai simbol kebersamaan.

Setelah doa bersama dipanjatkan, makanan-makanan tersebut saling dipertukarkan antartetangga.

Baca juga: Sedekah Kolektif ASN Banyuwangi di Peringatan 1 Muharram, Wujud Ta’awun untuk Sesama

Tradisi sederhana ini menghadirkan makna yang jauh lebih besar daripada sekadar berbagi hidangan.

Bertukar Makanan, Bertukar Doa

Ketua RW, Hujaini, mengatakan selamatan kampung merupakan tradisi yang diwariskan secara turun-temurun.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur atas nikmat yang telah diberikan Allah SWT sekaligus ikhtiar batin memohon keselamatan bagi seluruh warga.

"Selamatan kampung adalah bentuk rasa syukur kami kepada Allah SWT. Kami berdoa agar seluruh warga diberi kesehatan, keselamatan, serta rezeki yang semakin lancar. Tradisi ini juga menjadi pengingat bahwa hidup bertetangga harus saling peduli dan menjaga kebersamaan," ujarnya, Rabu (1/7/2026).

Tak hanya menjadi ritual doa, selamatan kampung juga mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat.

Kesibukan sehari-hari yang kerap membuat warga jarang bertemu seolah terhenti sejenak ketika mereka berkumpul di depan rumah, saling menyapa, berbincang, dan bertukar makanan dengan penuh keakraban.

Ani Rahayu, salah seorang warga, mengaku selalu menantikan tradisi tersebut.

Baginya, selamatan kampung menjadi momen yang mampu mempererat tali silaturahmi antarwarga.

"Kalau ada selamatan seperti ini, kami bisa berkumpul lagi. Tetangga yang biasanya hanya berpapasan jadi bisa duduk bersama, saling mendoakan, dan saling berbagi makanan. Rasanya suasana kampung jadi lebih hangat," katanya.

Hal senada disampaikan Farhu.

Menurutnya, tradisi bertukar makanan mengajarkan nilai kepedulian dan kebersamaan tanpa memandang latar belakang.

"Yang dibagikan mungkin sederhana, tetapi maknanya sangat besar. Kami belajar untuk saling berbagi, saling mendoakan, dan memperkuat hubungan dengan tetangga. Semoga dengan kebersamaan ini Allah memberikan keberkahan dan melancarkan rezeki seluruh warga," tuturnya.

Menjaga Warisan Nilai Gotong Royong

Di balik hidangan yang tersaji dan doa yang dipanjatkan, selamatan kampung sesungguhnya menyimpan pesan penting bahwa keberkahan hidup tidak hanya lahir dari usaha, tetapi juga dari rasa syukur, doa, dan hubungan baik dengan sesama.

Ketika warga saling bertukar makanan, yang sesungguhnya sedang dipertukarkan bukan hanya lauk atau nasi, melainkan juga perhatian, persaudaraan, dan harapan agar kehidupan di lingkungan mereka senantiasa dipenuhi kedamaian.

Baca juga: Tradisi Pencucian Kabah Digelar 15 Muharram, Gunakan Air Zamzam Campur Air Mawar

Di era ketika interaksi sosial semakin berkurang, tradisi selamatan kampung menjadi pengingat bahwa nilai gotong royong, silaturahmi, dan rasa syukur merupakan warisan budaya yang tetap relevan untuk dirawat.

Sebab, kampung yang kuat bukan hanya dibangun oleh rumah-rumah yang berdiri kokoh, tetapi juga oleh hati-hati warganya yang saling terhubung melalui doa, kepedulian, dan kebersamaan.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar