Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Baznas NTB Siapkan Penerima Zakat Jadi Pemasok Program MBG

Kompas.com, 10 Maret 2026, 16:49 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyiapkan para mustahik atau penerima zakat untuk menjadi pemasok bahan pangan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Langkah ini dilakukan melalui program pemberdayaan zakat produktif, salah satunya dengan mengembangkan usaha ayam petelur berbasis rumah tangga.

Ketua Baznas NTB Lalu Muhammad Iqbal Murad mengatakan program tersebut merupakan tindak lanjut arahan Gubernur NTB agar masyarakat penerima manfaat zakat dapat diberdayakan secara ekonomi.

Baca juga: Hukum Bayar Zakat Fitrah dari Uang Utang, Apakah Boleh? Ini Penjelasan Baznas

Mustahik berbasis rumah tangga diberikan ayam petelur. Nanti kami siapkan ekosistem bisnis supaya tidak hanya menyediakan telur, tetapi juga menjamin distribusi telur berjalan secara berkelanjutan,” ujar Iqbal di Mataram, Selasa.

Dukung Pasokan Program Makan Bergizi Gratis

Menurut Iqbal, program Makan Bergizi Gratis membutuhkan pasokan bahan pangan dalam jumlah besar, terutama telur, daging, dan sayur-mayur.

Selama ini, sebagian besar kebutuhan pangan tersebut masih dipasok dari luar daerah.

Ia menjelaskan, produksi telur di NTB saat ini baru mampu memenuhi sekitar 30 persen kebutuhan daerah, sementara 70 persen sisanya masih didatangkan dari luar NTB, terutama dari Pulau Jawa.

Melihat kondisi tersebut, Baznas NTB berupaya memperkuat produksi lokal melalui pemberdayaan mustahik agar mampu menyuplai kebutuhan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program MBG.

Transformasi Mustahik Menjadi Muzaki

Iqbal menambahkan, program ini tidak hanya bertujuan membantu pemenuhan kebutuhan pangan, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.

Baznas NTB ingin mendorong transformasi mustahik menjadi muzaki atau pihak yang nantinya mampu menunaikan zakat.

Baca juga: MUI Masih Kaji Nisab Zakat 2026 Berbasis Emas 14 Karat Versi Baznas

“Saat yang sama kami sedang melakukan transformasi dari mustahik menjadi muzaki, karena kemampuan mereka menyuplai apa yang dibutuhkan oleh SPPG dalam jumlah yang sangat banyak,” kata Iqbal.

Melalui pengembangan sektor pangan seperti peternakan ayam petelur, sayuran, dan komoditas lainnya, Baznas NTB berharap program pemberdayaan zakat produktif dapat memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan sekaligus mendukung program nasional Makan Bergizi Gratis.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com