Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Penting! Cek Jadwal Keberangkatan Haji 2026 Gelombang I dan II

Kompas.com, 16 April 2026, 11:30 WIB
Add on Google
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Menunaikan ibadah haji bukan sekadar perjalanan fisik menuju Tanah Suci, melainkan juga perjalanan spiritual yang memerlukan kesiapan matang.

Salah satu hal krusial yang kerap luput diperhatikan adalah memastikan tanggal keberangkatan, terutama bagi jemaah yang tergabung dalam Gelombang I dan Gelombang II.

Padahal, perbedaan jadwal ini bukan hanya soal waktu berangkat, tetapi juga menyangkut alur perjalanan, kota tujuan pertama, hingga ritme ibadah selama di Arab Saudi.

Kesalahan memahami jadwal bisa berdampak pada kesiapan fisik, mental, bahkan logistik jemaah.

Baca juga: Jadwal Lengkap Haji 2026 Resmi Dirilis, Jemaah Berangkat Mulai 22 April hingga 1 Juli

Memahami Pembagian Gelombang Haji

Dalam penyelenggaraan haji Indonesia, keberangkatan jemaah dibagi menjadi dua gelombang utama.

Skema ini sudah lama diterapkan untuk mengatur arus jutaan jemaah agar tetap tertib dan terkoordinasi.

Gelombang I diberangkatkan lebih awal dengan tujuan pertama ke Madinah. Sementara Gelombang II berangkat setelahnya dan langsung menuju Jeddah sebelum melanjutkan ke Makkah.

Perbedaan ini membawa konsekuensi penting. Jemaah Gelombang I biasanya memiliki waktu lebih panjang di Madinah sebelum menuju Makkah, sedangkan Gelombang II cenderung lebih cepat masuk ke fase puncak ibadah haji.

Baca juga: Garuda Siapkan Penerbangan Haji 2026 Ramah Lansia, 102 Ribu Jemaah Dilayani

Jadwal Keberangkatan Haji 2026 yang Perlu Diperhatikan

Mengacu pada Keputusan Menteri Haji dan Umrah RI Nomor 7 Tahun 2025, berikut tahapan penting yang perlu dicermati oleh jemaah:

Tahap Awal Keberangkatan

  • 21 April 2026: Jemaah mulai masuk asrama haji
  • 22 April 2026: Awal keberangkatan Gelombang I ke Madinah

Peralihan Gelombang

  • 6 Mei 2026: Akhir keberangkatan Gelombang I dari Indonesia
  • 7 Mei 2026: Awal keberangkatan Gelombang II ke Jeddah
  • 21 Mei 2026: Akhir keberangkatan Gelombang II

Puncak Ibadah Haji

  • 25 Mei 2026: Pergerakan jemaah dari Makkah ke Arafah
  • 26 Mei 2026: Wukuf di Arafah
  • 27 Mei 2026: Idul Adha
  • 28–30 Mei 2026: Hari Tasyrik

Tahap Pemulangan

  • 1 Juni 2026: Awal pemulangan Gelombang I
  • 16 Juni 2026: Awal pemulangan Gelombang II
  • 1 Juli 2026: Akhir kedatangan jemaah di Indonesia

Rangkaian jadwal ini menunjukkan bahwa setiap fase memiliki waktu yang sangat terstruktur dan tidak bisa diabaikan.

Baca juga: Haji 2026 Siap Berangkat! Layanan Hampir 100 Persen, Kloter Perdana Terbang 22 April

Mengapa Cek Jadwal Gelombang Sangat Penting?

Bagi jemaah, mengetahui secara pasti jadwal keberangkatan bukan hanya formalitas administratif. Ada sejumlah alasan mendasar mengapa hal ini harus menjadi perhatian utama.

Pertama, kesiapan fisik dan mental sangat bergantung pada waktu keberangkatan. Jemaah yang berangkat lebih awal perlu menjaga stamina lebih lama, sedangkan gelombang kedua harus siap menghadapi fase ibadah yang lebih padat.

Kedua, pengaturan logistik pribadi seperti perlengkapan, obat-obatan, hingga kebutuhan konsumsi harus disesuaikan dengan durasi dan rute perjalanan.

Ketiga, jadwal juga menentukan ritme ibadah. Dalam buku Manasik Haji dan Umrah karya Abdul Aziz Dahlan, dijelaskan bahwa pemahaman alur perjalanan akan membantu jemaah menjalankan rangkaian ibadah dengan lebih tertib dan khusyuk.

Perbedaan Pengalaman Gelombang I dan II

Meski sama-sama menjalankan ibadah haji, pengalaman antara dua gelombang ini bisa berbeda cukup signifikan.

Jemaah Gelombang I memiliki kesempatan lebih lama beribadah di Madinah, termasuk berziarah ke Masjid Nabawi sebelum memasuki fase haji di Makkah. Ini memberi waktu adaptasi yang lebih panjang.

Sebaliknya, Gelombang II cenderung langsung masuk ke Makkah dan menghadapi rangkaian ibadah inti dalam waktu relatif lebih singkat. Kondisi ini menuntut kesiapan fisik yang lebih prima sejak awal.

Dalam perspektif manajemen ibadah, seperti dijelaskan dalam buku Fiqh Haji karya Wahbah Az-Zuhaili, kesiapan menghadapi perbedaan kondisi ini menjadi kunci agar ibadah tetap optimal.

Baca juga: Arab Saudi Resmi Berlakukan Denda Rp 80 Juta untuk Haji Ilegal 2026

Tips Agar Tidak Salah Jadwal

Agar tidak terjadi kekeliruan, jemaah disarankan untuk aktif memantau informasi resmi dari pemerintah. Jadwal keberangkatan biasanya dapat dicek melalui:

  • Kantor Kementerian Agama setempat
  • Kelompok bimbingan ibadah haji (KBIH)
  • Dokumen resmi seperti surat panggilan masuk asrama

Selain itu, penting juga untuk mencatat tanggal-tanggal penting secara pribadi agar tidak tertukar, terutama bagi jemaah lanjut usia yang membutuhkan pendampingan.

Persiapan Lebih dari Sekadar Tanggal

Mengetahui jadwal hanyalah langkah awal. Persiapan haji yang ideal mencakup kesiapan spiritual, fisik, dan pengetahuan manasik.

Dalam buku Tuntunan Manasik Haji dan Umrah terbitan Kementerian Agama, disebutkan bahwa pemahaman jadwal perjalanan akan membantu jemaah mengelola waktu ibadah, istirahat, dan aktivitas lainnya secara seimbang.

Dengan kata lain, tanggal keberangkatan bukan sekadar angka, melainkan pintu masuk menuju perjalanan ibadah yang terencana.

Ibadah Tenang dan Khusyuk

Jadwal keberangkatan haji 2026, baik untuk Gelombang I maupun Gelombang II, bukan hanya informasi teknis yang bisa diabaikan. Ia menjadi fondasi penting dalam menentukan kesiapan dan kelancaran ibadah di Tanah Suci.

Dengan memahami perbedaan gelombang, mencermati setiap tanggal penting, serta mempersiapkan diri secara menyeluruh, jemaah dapat menjalani ibadah haji dengan lebih tenang dan khusyuk.

Di balik padatnya jadwal tersebut, tersimpan satu tujuan utama, mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan sebaik-baiknya persiapan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Arab Saudi Hijaukan 1 Juta Hektare Gurun dan Tanam 159 Juta Pohon
Arab Saudi Hijaukan 1 Juta Hektare Gurun dan Tanam 159 Juta Pohon
Aktual
Tanah Suci Tempat Ampunan, Bukan Pembalasan Dosa, Ini Kata Ulama
Tanah Suci Tempat Ampunan, Bukan Pembalasan Dosa, Ini Kata Ulama
Aktual
4 Tas Jemaah Haji 2026: Ini Fungsi, Ukuran, dan Isi Tiap Jenisnya
4 Tas Jemaah Haji 2026: Ini Fungsi, Ukuran, dan Isi Tiap Jenisnya
Aktual
Penting! Cek Jadwal Keberangkatan Haji 2026 Gelombang I dan II
Penting! Cek Jadwal Keberangkatan Haji 2026 Gelombang I dan II
Aktual
Garuda Siapkan Penerbangan Haji 2026 Ramah Lansia, 102 Ribu Jemaah Dilayani
Garuda Siapkan Penerbangan Haji 2026 Ramah Lansia, 102 Ribu Jemaah Dilayani
Aktual
Idul Adha 2026 Diprediksi 27 Mei, Cek Libur dan Potensi Long Weekend
Idul Adha 2026 Diprediksi 27 Mei, Cek Libur dan Potensi Long Weekend
Aktual
Doa Agar Hisab Diringankan Sesuai Hadis: Arab, Latin, dan Artinya
Doa Agar Hisab Diringankan Sesuai Hadis: Arab, Latin, dan Artinya
Doa dan Niat
Doa Setelah Baca Yasin Lengkap Arab, Latin, Arti dan Keutamaannya
Doa Setelah Baca Yasin Lengkap Arab, Latin, Arti dan Keutamaannya
Doa dan Niat
Garuda Siapkan 15 Pesawat Badan Lebar untuk Haji 2026, Lansia di Kelas Bisnis
Garuda Siapkan 15 Pesawat Badan Lebar untuk Haji 2026, Lansia di Kelas Bisnis
Aktual
Haji 2026 Siap Berangkat! Layanan Hampir 100 Persen, Kloter Perdana Terbang 22 April
Haji 2026 Siap Berangkat! Layanan Hampir 100 Persen, Kloter Perdana Terbang 22 April
Aktual
Arab Saudi Resmi Berlakukan Denda Rp 80 Juta untuk Haji Ilegal 2026
Arab Saudi Resmi Berlakukan Denda Rp 80 Juta untuk Haji Ilegal 2026
Aktual
10 Negara dengan Jemaah Haji Terbanyak 2026: Indonesia Tetap Nomor Satu, Ini Daftarnya
10 Negara dengan Jemaah Haji Terbanyak 2026: Indonesia Tetap Nomor Satu, Ini Daftarnya
Aktual
Jadwal Lengkap Haji 2026 Resmi Dirilis, Jemaah Berangkat Mulai 22 April hingga 1 Juli
Jadwal Lengkap Haji 2026 Resmi Dirilis, Jemaah Berangkat Mulai 22 April hingga 1 Juli
Aktual
Haji 2026 Hampir 100 Persen Siap, 221 Ribu Jemaah Berangkat Mulai 22 April
Haji 2026 Hampir 100 Persen Siap, 221 Ribu Jemaah Berangkat Mulai 22 April
Aktual
Saat Umar bin Khattab Temukan Ibu Memasak Batu untuk Anaknya
Saat Umar bin Khattab Temukan Ibu Memasak Batu untuk Anaknya
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com