Editor
KOMPAS.com — Musyrif Diny (Konsultan Ibadah) Kementerian Haji dan Umrah RI, Asrorun Niam Sholeh, mengingatkan jemaah calon haji Indonesia untuk memperbanyak ibadah, menjaga kesehatan, dan memperdalam pemahaman manasik menjelang puncak pelaksanaan haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Menurut dia, jemaah tidak cukup hanya datang ke Tanah Suci tanpa membekali diri dengan ilmu manasik yang memadai.
Sebab, ibadah haji merupakan ibadah mahdhah yang memiliki syarat, rukun, serta ketentuan keagamaan yang harus dipenuhi.
“Jangan hanya sekadar berangkat ke Tanah Suci tanpa membekali diri dengan ilmu manasik haji. Karena haji adalah ibadah mahdhah yang harus memenuhi syarat, rukun, serta ketentuan keagamaan,” kata Asrorun Niam dalam keterangannya di Jakarta, Senin (18/5/2026).
Baca juga: Kisah Mbah Painah: Berangkat Haji dari Jual Daun Pisang 14 Tahun
Saat ini, jemaah calon haji Indonesia gelombang pertama telah berada di Makkah. Sementara jemaah gelombang kedua mulai diberangkatkan langsung dari Tanah Air menuju kota suci tersebut.
Asrorun mengimbau jemaah memperbanyak zikir, munajat, serta menjaga konsistensi shalat berjemaah selama berada di Tanah Haram.
Jemaah yang sehat juga diminta memanfaatkan fasilitas transportasi menuju Masjidil Haram tanpa memaksakan kondisi fisik.
Sementara itu, jemaah yang memiliki uzur atau keterbatasan kesehatan diperbolehkan melaksanakan shalat berjemaah di masjid sekitar pemondokan masing-masing.
Ia menegaskan seluruh pemondokan jemaah Indonesia berada di kawasan Tanah Haram yang memiliki keutamaan ibadah, tidak hanya terbatas di area Masjidil Haram.
Selain kepada jemaah, Asrorun juga meminta para pembimbing ibadah untuk mengintensifkan pembekalan fikih haji praktis.
Materi yang perlu ditekankan meliputi syarat dan rukun haji, kewajiban yang harus dijalankan, larangan yang wajib dihindari, hingga amalan sunnah pada waktu dan tempat tertentu.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga stamina menjelang fase puncak haji yang dimulai pada 8 hingga 13 Zulhijah.
“Jangan memforsir diri, aji mumpung. Fokus dan prioritaskan persiapan rangkaian ibadah haji mulai 8 sampai 13 Zulhijah, terutama di Arafah, Muzdalifah, dan Mina,” ujarnya.
Baca juga: Arab Saudi Bangun RS Darurat Raksasa di Mina untuk Haji 2026
Menurut Asrorun, ibadah haji bukan hanya ibadah ruhaniyah, tetapi juga ibadah jasmaniyah yang membutuhkan kebugaran fisik serta kesiapan biaya.
Di akhir keterangannya, ia mengajak seluruh jemaah untuk mendoakan kelancaran ibadah haji, keselamatan keluarga, serta kedamaian bangsa Indonesia.
“Jangan lupa mendoakan Presiden dan para pemimpin negeri untuk dapat memimpin dan membangun bangsa Indonesia dengan adil, bijaksana,” kata dia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang