Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Timwas Haji DPR Minta Petugas Waspadai Situasi Tak Terduga di Armuzna

Kompas.com, 25 Mei 2026, 17:31 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Antara

KOMPAS.com - Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI meminta seluruh pihak meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi situasi tidak terduga saat puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) 1447 Hijriah.

Kepadatan jutaan jamaah dari berbagai negara dinilai menjadi tantangan utama yang harus diantisipasi secara maksimal.

Timwas juga menyoroti pentingnya kesiapan fasilitas, pengaturan pergerakan jamaah, hingga pengawasan terhadap syarikah penyedia layanan haji.

Baca juga: Musyrif Diny Haji Ajak Jemaah Perbanyak Doa dan Zikir Jelang Wukuf di Arafah

Meski pelaksanaan haji tahun ini dinilai berjalan baik, DPR meminta seluruh petugas tetap siaga selama fase Armuzna berlangsung.

Ketua Timwas Haji 2026 DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, mengatakan seluruh persiapan haji sejauh ini telah berjalan sesuai rencana.

“Kita memastikan semua persiapan haji ini sudah selesai dan mudah-mudahan puncaknya nanti di Arafah ini karena hal-hal yang tidak terduga itu pasti saja karena beribu orang, bukan masyarakat kita saja,” kata dia usai rapat dengan Kementerian Haji dan Umrah di Makkah, Minggu (24/5/2026).

Baca juga: PPIH Arab Saudi Bagikan Paket Vitamin untuk Jaga Stamina Jamaah Haji Lansia

Seluruh Jamaah Haji Diharapkan Bisa Beribadah dengan Aman

Cucun berharap seluruh jamaah haji Indonesia dapat menjalankan ibadah dengan aman dan kembali ke Tanah Air dalam kondisi sehat.

“Mudah-mudahan, mohon doanya dari semuanya agar semuanya berjalan lancar, tidak ada suatu hal yang tidak kita inginkan, dan kita berharap semua jamaah haji bisa selamat, dan semuanya diterima amal ibadahnya,” ucapnya.

Timwas Haji DPR juga mengapresiasi kesiapan petugas haji yang dinilai semakin profesional dalam memeriksa fasilitas jamaah, mulai dari kapasitas tenda hingga kelayakan tempat istirahat.

Meski begitu, menurut Cucun, berbagai dinamika di lapangan saat puncak haji tetap harus diantisipasi dengan kesiapan maksimal.

Pengawasan Haji Masuk Tahap Makkah

Cucun menjelaskan pengawasan penyelenggaraan ibadah haji tahun ini dibagi menjadi dua tahap.

Tahap pertama pengawasan di Madinah telah resmi selesai, sementara tahap berikutnya difokuskan di Makkah menjelang puncak haji.

“Kita apresiasi penyelenggaraan haji yang cukup luar biasa. Ini adalah pencapaian perdana Kementerian Haji menyelenggarakan haji di tahun ini, kita sangat apresiasi,” kata dia.

Dalam tahap pengawasan di Makkah, Timwas DPR masih mencatat sejumlah evaluasi, terutama terkait kelayakan fasilitas dan jarak pemondokan jamaah.

Catatan tersebut akan menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan layanan haji pada musim berikutnya.

Syarikah Kini Diawasi Lebih Ketat

Terkait persiapan Armuzna, Timwas DPR menemukan adanya perubahan tata kelola, khususnya dalam pengawasan terhadap syarikah atau perusahaan penyedia layanan haji.

Menurut Cucun, praktik manipulasi kapasitas tenda yang sebelumnya kerap terjadi kini mulai diawasi lebih ketat.

“Dulu kita kadang-kadang dibilang oleh pemilik tenda syarikah isinya 100, padahal cuma 50. Sekarang betul-betul dicek secara ketat,” ucap Cucun.

Timwas DPR juga mengapresiasi dedikasi petugas yang melakukan pemeriksaan fasilitas Armuzna secara detail, termasuk mengecek ketersediaan kasur jamaah satu per satu.

Ke depan, DPR RI berkomitmen melakukan penghitungan ulang komponen biaya penyelenggaraan ibadah haji agar kualitas pelayanan kepada jamaah terus meningkat setiap tahun.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Janji Mojtaba Khamenei untuk Balaskan Kematian Ayatollah Ali Khamenei
Janji Mojtaba Khamenei untuk Balaskan Kematian Ayatollah Ali Khamenei
Aktual
Lirik Sholawat Badar Lengkap: Arab, Latin, Arti & Sejarah
Lirik Sholawat Badar Lengkap: Arab, Latin, Arti & Sejarah
Doa Harian
Jelang 100 Tahun Gontor, UNIDA Siapkan Buku “Hadiah Gontor untuk Indonesia”
Jelang 100 Tahun Gontor, UNIDA Siapkan Buku “Hadiah Gontor untuk Indonesia”
Aktual
Jelang Muktamar NU ke-35, KH Zulfa Mustofa Nyatakan Siap Maju Jadi Calon Ketua Umum
Jelang Muktamar NU ke-35, KH Zulfa Mustofa Nyatakan Siap Maju Jadi Calon Ketua Umum
Aktual
Doa Mandi Wajib Pria Keluar Mani (Sengaja/Mimpi) & Tata Cara
Doa Mandi Wajib Pria Keluar Mani (Sengaja/Mimpi) & Tata Cara
Doa Harian
Gus Salam Sambut Penetapan Ponpes Tambakberas sebagai Tuan Rumah Muktamar NU ke-35
Gus Salam Sambut Penetapan Ponpes Tambakberas sebagai Tuan Rumah Muktamar NU ke-35
Aktual
Niat Sholat Tarawih Lengkap: Sendiri, Makmum, Imam (Arab/Latin)
Niat Sholat Tarawih Lengkap: Sendiri, Makmum, Imam (Arab/Latin)
Doa Harian
Ikhfa Artinya Samar: Pengertian, 15 Huruf, Jenis & Contoh
Ikhfa Artinya Samar: Pengertian, 15 Huruf, Jenis & Contoh
Doa Harian
Muktamar NU ke-35 Siapkan Layanan Kesehatan Terpadu, LK PBNU Gandeng RS NU dan Dinkes
Muktamar NU ke-35 Siapkan Layanan Kesehatan Terpadu, LK PBNU Gandeng RS NU dan Dinkes
Aktual
Kisah Umar bin Abdul Aziz, Teladan Pemimpin yang Bisa Memisahkan Fasilitas Negara dan Hak Pribadi
Kisah Umar bin Abdul Aziz, Teladan Pemimpin yang Bisa Memisahkan Fasilitas Negara dan Hak Pribadi
Aktual
Masih Tinggal Serumah, Ini Cara Menjaga Hubungan Harmonis dengan Mertua Menurut Islam
Masih Tinggal Serumah, Ini Cara Menjaga Hubungan Harmonis dengan Mertua Menurut Islam
Aktual
Penyakit Ain dalam Islam: Pengertian, Ciri-Ciri, dan Cara Mengobatinya Menurut Syariat
Penyakit Ain dalam Islam: Pengertian, Ciri-Ciri, dan Cara Mengobatinya Menurut Syariat
Aktual
Ketua DPP PK-Tren KH Ilyas Marwal: Hafiz Al-Qur'an Harus Jadi Dokter, Ilmuwan hingga Pemimpin Bangsa
Ketua DPP PK-Tren KH Ilyas Marwal: Hafiz Al-Qur'an Harus Jadi Dokter, Ilmuwan hingga Pemimpin Bangsa
Aktual
7 Surah dan Ayat Al-Quran yang Dianjurkan untuk Dihafal Sebelum Ajal Menjemput
7 Surah dan Ayat Al-Quran yang Dianjurkan untuk Dihafal Sebelum Ajal Menjemput
Aktual
Melayat Khamenei, Delegasi RI Dorong Perdamaian Konflik Iran-AS di Teheran
Melayat Khamenei, Delegasi RI Dorong Perdamaian Konflik Iran-AS di Teheran
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar