Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Saudi Minta Jamaah Haji Hindari Sinar Matahari Langsung Saat Puncak Haji 2026

Kompas.com, 26 Mei 2026, 12:04 WIB
Add on Google
Norma Desvia Rahman,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Pemerintah Arab Saudi mengingatkan seluruh jamaah haji untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca panas ekstrem selama puncak pelaksanaan ibadah haji 1447 Hijriah.

Imbauan ini disampaikan menyusul meningkatnya suhu udara di kawasan Makkah, Mina, dan Arafah yang diperkirakan mencapai lebih dari 40 derajat Celsius pada siang hari.

Dilansir dari Saudi Gazette Selasa (26/5/2026), Pusat Meteorologi Nasional Arab Saudi atau National Center for Meteorology (NCM) meminta jamaah haji menghindari paparan sinar matahari langsung, terutama pada pukul 11.00 hingga 15.00 waktu setempat.

Jam-jam tersebut dinilai sebagai periode paling berisiko karena suhu panas berada pada titik tertinggi dan dapat memicu gangguan kesehatan serius, mulai dari dehidrasi hingga heatstroke atau serangan panas.

Juru bicara NCM, Hussein Al-Qahtani menjelaskan bahwa kondisi cuaca di tempat-tempat suci terus dipantau melalui jaringan stasiun meteorologi modern yang tersebar di berbagai titik strategis.

Menurutnya, pemantauan dilakukan secara real time untuk mendukung pengambilan keputusan seluruh sektor pelayanan haji, termasuk keamanan, kesehatan, dan keselamatan jamaah.

“Data meteorologi yang akurat membantu otoritas terkait mengambil langkah cepat demi menjaga keselamatan dan kenyamanan jamaah haji,” ujar Al-Qahtani

Suhu Panas Jadi Tantangan Jamaah Haji

Cuaca panas memang menjadi salah satu tantangan terbesar dalam pelaksanaan ibadah haji setiap tahunnya.

Apalagi jutaan jamaah dari berbagai negara harus menjalani aktivitas fisik cukup berat di ruang terbuka, mulai dari tawaf, sai, hingga perjalanan menuju Mina dan Arafah.

Kementerian Kesehatan Arab Saudi pun meminta jamaah haji disiplin menjalankan langkah-langkah pencegahan agar terhindar dari kelelahan akibat panas matahari.

Dalam keterangannya, Kementerian Kesehatan menegaskan bahwa penggunaan payung saat berjalan di bawah terik matahari menjadi langkah sederhana namun sangat penting untuk melindungi tubuh dari paparan panas langsung.

Selain itu, jamaah juga diimbau memperbanyak konsumsi air putih dan cairan elektrolit agar tubuh tidak mengalami dehidrasi.

Pihak kementerian mengingatkan bahwa dehidrasi dapat berkembang menjadi kondisi berbahaya jika tidak segera ditangani, terutama pada lansia dan jamaah dengan penyakit bawaan.

Baca juga: PPIH Arab Saudi Siagakan Pos Kesehatan di Arafah dan Mina Saat Puncak Haji

Gejala Heat Exhaustion yang Perlu Diwaspadai

Kementerian Kesehatan Arab Saudi meminta jamaah memahami gejala awal heat exhaustion atau kelelahan akibat panas. Beberapa gejala yang paling umum antara lain:

  • pusing,
  • tubuh terasa sangat lemas,
  • sakit kepala,
  • mual,
  • keringat berlebihan,
  • kulit memerah,
  • dan denyut jantung meningkat.

Jika mengalami kondisi tersebut, jamaah diminta segera mendatangi pusat kesehatan terdekat atau meminta bantuan petugas medis.

Dalam buku Heat Stress and Human Health in Hot Environments karya Tord Kjellstrom dijelaskan bahwa paparan panas ekstrem dalam waktu lama dapat memengaruhi sistem sirkulasi tubuh dan menurunkan kemampuan tubuh menjaga suhu normal.

Kondisi ini menjadi lebih berisiko pada aktivitas fisik berat seperti ibadah haji yang mengharuskan jamaah berjalan kaki dalam jumlah besar dan waktu cukup panjang.

Jamaah Mulai Padati Mina pada Hari Tarwiyah

Sementara itu, ribuan jamaah haji mulai bergerak menuju Mina untuk melaksanakan Hari Tarwiyah sebagai persiapan menuju wukuf di Padang Arafah.

Hari Tarwiyah merupakan salah satu tahapan penting sebelum puncak ibadah haji pada 9 Dzulhijjah.

Dalam tradisi sunnah Nabi Muhammad SAW, jamaah dianjurkan bermalam di Mina sebelum berangkat menuju Arafah pada pagi hari berikutnya.

Suasana di pintu masuk Mina dilaporkan berlangsung tertib dengan pengawasan ketat dari aparat keamanan, tenaga kesehatan, serta petugas layanan haji.

Berbagai sektor pelayanan dikerahkan untuk memastikan jamaah dapat tiba di tenda masing-masing dengan aman dan nyaman.

Baca juga: Kiai Cholil Nafis Ajak Jemaah Haji Doakan Indonesia Saat Wukuf di Arafah

Pemerintah Saudi Siagakan Layanan Kesehatan dan Nusuk Care

Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi menyebut pemantauan terhadap jamaah dilakukan secara intensif melalui pusat operasional dan tim lapangan yang tersebar di kawasan suci.

Pemerintah juga mengoperasikan pusat layanan Nusuk Care yang tersebar di puluhan titik di Makkah dan area masyair.

Pusat layanan tersebut menyediakan bantuan informasi, penerjemahan bahasa, penanganan laporan jamaah, hingga layanan kemanusiaan.

Dilansir Saudi Gazette, lebih dari 180 ribu layanan telah diberikan kepada jamaah sejak musim haji dimulai.

Petugas Nusuk Care bahkan disebut mampu melayani jamaah dalam lebih dari sebelas bahasa untuk memudahkan komunikasi jamaah internasional.

Masjid Al-Khayf Dipadati Jamaah

Di tengah cuaca panas, ribuan jamaah tetap memadati Masjid Al-Khayf untuk melaksanakan shalat berjamaah dalam suasana penuh kekhusyukan.

Masjid bersejarah tersebut menjadi salah satu lokasi favorit jamaah saat berada di Mina karena memiliki nilai sejarah penting dalam perjalanan ibadah haji.

Kementerian Urusan Islam Arab Saudi turut memastikan seluruh fasilitas masjid, pendingin udara, distribusi air zamzam, dan sistem kebersihan berjalan optimal selama musim haji berlangsung.

Baca juga: Alur Lempar Jamarat Saat Puncak Haji 2026, Jemaah Wajib Tahu

Haji dan Ketahanan Fisik Jamaah

Dalam buku Fiqih Ibadah Haji karya Wahbah Az-Zuhaili dijelaskan bahwa ibadah haji bukan hanya perjalanan spiritual, tetapi juga membutuhkan kesiapan fisik yang baik.

Oleh karena itu, menjaga kesehatan selama berhaji menjadi bagian penting agar seluruh rangkaian ibadah dapat dijalankan secara maksimal.

Para ulama juga menekankan bahwa menjaga keselamatan diri termasuk bagian dari prinsip maqashid syariah atau tujuan utama syariat Islam.

Hal inilah yang membuat berbagai imbauan kesehatan dari otoritas Arab Saudi dinilai sangat penting untuk dipatuhi seluruh jamaah.

Wukuf di Arafah Jadi Puncak Ibadah Haji

Setelah bermalam di Mina, jamaah akan bergerak menuju Padang Arafah untuk melaksanakan wukuf pada 9 Dzulhijjah.

Wukuf di Arafah menjadi rukun haji paling utama sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

“Haji adalah Arafah.”

Momentum wukuf juga menjadi saat paling spiritual dalam ibadah haji karena jutaan umat Muslim berkumpul memanjatkan doa, istighfar, dan memohon ampunan kepada Allah SWT.

Oleh karena itu, pemerintah Arab Saudi terus mengingatkan jamaah agar menjaga kondisi tubuh tetap prima sehingga dapat menjalani puncak ibadah haji dengan aman dan khusyuk.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com