Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

PBNU Gelar PD-PKPNU di Bina Insan Mulia, Siapkan Santri Jadi Penggerak NU di 16 Negara

Kompas.com, 26 Mei 2026, 08:57 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama menggelar Pendidikan Dasar Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PD-PKPNU) secara khusus bagi santri kelas akhir di Pesantren Bina Insan Mulia. Kegiatan ini menjadi langkah strategis menyiapkan kader NU untuk berkiprah di tingkat nasional hingga internasional.

PD-PKPNU Angkatan ke-30 tersebut berlangsung selama tiga hari, 22-24 Mei 2026, di Gedung Serba Guna Pesantren Bina Insan Mulia 1 dan Joglo Agung Pesantren VIP Bina Insan Mulia 2.

Sebanyak 320 santri kelas 12 SMA, SMK, dan MA mengikuti kegiatan kaderisasi tersebut dengan penuh antusias.

Bina Insan Mulia Jadi Pesantren Kedua Setelah Lirboyo

Koordinator PD-PKPNU, H Amir Makruf menjelaskan, Bina Insan Mulia dipilih menjadi pesantren kedua pelaksanaan PD-PKPNU setelah Pesantren Lirboyo.

Baca juga: Krapyak, Rahim Intelektual NU: Dari Gus Dur hingga Gus Yahya

Menurutnya, alasan utama pemilihan tersebut karena mayoritas lulusan pesantren akan melanjutkan pendidikan ke luar negeri.

“Sebanyak 70 persen lulusan Bina Insan Mulia akan melanjutkan studi ke berbagai negara. Sesuai arahan pengasuh pesantren, mereka diharapkan langsung berkhidmah di PCINU di negara tujuan masing-masing,” ujar Amir Makruf dalam keterangan tertulis, Sabtu (24/5/2026).

Santri Bina Insan Mulia Sudah Menyebar di 16 Negara

PD-PKPNU Angkatan ke-30 tersebut berlangsung selama tiga hari, 22-24 Mei 2026, di Gedung Serba Guna Pesantren Bina Insan Mulia 1 dan Joglo Agung Pesantren VIP Bina Insan Mulia 2.Dok Bina Insan Mulia PD-PKPNU Angkatan ke-30 tersebut berlangsung selama tiga hari, 22-24 Mei 2026, di Gedung Serba Guna Pesantren Bina Insan Mulia 1 dan Joglo Agung Pesantren VIP Bina Insan Mulia 2.

Pengasuh Pesantren Bina Insan Mulia, KH Imam Jazuli atau yang akrab disapa Kiai Imjaz mengatakan, alumni pesantren tersebut kini telah tersebar di 16 negara.

Beberapa negara tujuan studi para alumni antara lain China, Rusia, Jepang, Mesir, Maroko, Jerman, Tunisia, Taiwan, Australia, Prancis, Singapura, Pakistan, Korea Selatan, Malaysia, Turkiye, Yordania, hingga Oman.

“Untuk lulusan tahun ini, sebanyak 70 persen akan meneruskan studi ke luar negeri. Supaya mereka bisa langsung ikut menggerakkan PCINU di berbagai belahan dunia sebagai motor dakwah Islam moderat, maka PD-PKPNU kali ini menjadi penting,” jelas Kiai Imjaz.

Ia menambahkan, santri yang melanjutkan studi di perguruan tinggi dalam negeri juga perlu dibekali ideologi Aswaja An-Nahdliyah agar mampu menghadapi pengaruh radikalisme dan ideologi transnasional di kampus.

Bekal Ideologi Aswaja dan Organisasi NU

Dalam agenda penutupan, Kiai Imjaz berpesan agar para peserta menjaga nilai-nilai Aswaja An-Nahdliyah melalui amaliyah, fikrah, harakah, dan siyasah sesuai ideologi NU.

PD-PKPNU kali ini menghadirkan sejumlah instruktur nasional dan lokal, di antaranya H Amir Makruf, HA Hilman Umar Bashori, Muh Mahmudi Abduh, Muhammad Zimamul Adli, dan Masyhari.

Selama tiga hari, para peserta mendapatkan materi ke-NU-an, wawasan ideologi global, hingga penguatan organisasi.

Santri Mengaku Wawasan Semakin Terbuka

Muhammad Imam Hasanudin dari SMK Unggulan Bina Insan Mulia mengaku kegiatan tersebut membuka cakrawalanya tentang NU dan tantangan ideologi dunia.

“Selain mendapat sertifikat, saya mendapat pengalaman istimewa. Suasana interaktif terbangun selama tiga hari, pematerinya inspiratif, dan membuka hal baru bagi anak muda,” katanya.

Hal senada disampaikan Emyr Zurafa Nurkahfi dari MA Unggulan Bertaraf Internasional Bina Insan Mulia.

“Materinya sangat relevan dengan tantangan zaman, dan yang paling berkesan adalah semangat persaudaraan antarpeserta dan instruktur,” ujarnya.

Sementara Freyza Sophia Khoerunbisa dari SMA Unggulan Bertaraf Internasional Bina Insan Mulia 2 menyebut kegiatan tersebut semakin memotivasinya aktif di PCINU saat kuliah di luar negeri nanti.

“Alhamdulillah luar biasa, ini berkah bagi saya karena sekolah di SMAUBI Bina Insan Mulia,” ungkapnya.

Baca juga: Menatap Abad Kedua NU: Catatan dari PMKNU, Pabrik Pemimpin NU

Tokoh NU Jawa Barat Hadir

Pembukaan PD-PKPNU Angkatan ke-30 turut dihadiri sejumlah tokoh NU, di antaranya KH Juhadi Muhammad dan KH Aziz Hakim Saeroji.

Para tokoh berharap kaderisasi ini mampu melahirkan santri yang membawa wajah Islam moderat, toleran, dan rahmatan lil alamin di berbagai belahan dunia melalui gerakan Nahdlatul Ulama.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Lirik Sholawat Badar Lengkap: Arab, Latin, Arti & Sejarah
Lirik Sholawat Badar Lengkap: Arab, Latin, Arti & Sejarah
Doa Harian
Jelang 100 Tahun Gontor, UNIDA Siapkan Buku “Hadiah Gontor untuk Indonesia”
Jelang 100 Tahun Gontor, UNIDA Siapkan Buku “Hadiah Gontor untuk Indonesia”
Aktual
Jelang Muktamar NU ke-35, KH Zulfa Mustofa Nyatakan Siap Maju Jadi Calon Ketua Umum
Jelang Muktamar NU ke-35, KH Zulfa Mustofa Nyatakan Siap Maju Jadi Calon Ketua Umum
Aktual
Doa Mandi Wajib Pria Keluar Mani (Sengaja/Mimpi) & Tata Cara
Doa Mandi Wajib Pria Keluar Mani (Sengaja/Mimpi) & Tata Cara
Doa Harian
Gus Salam Sambut Penetapan Ponpes Tambakberas sebagai Tuan Rumah Muktamar NU ke-35
Gus Salam Sambut Penetapan Ponpes Tambakberas sebagai Tuan Rumah Muktamar NU ke-35
Aktual
Niat Sholat Tarawih Lengkap: Sendiri, Makmum, Imam (Arab/Latin)
Niat Sholat Tarawih Lengkap: Sendiri, Makmum, Imam (Arab/Latin)
Doa Harian
Ikhfa Artinya Samar: Pengertian, 15 Huruf, Jenis & Contoh
Ikhfa Artinya Samar: Pengertian, 15 Huruf, Jenis & Contoh
Doa Harian
Muktamar NU ke-35 Siapkan Layanan Kesehatan Terpadu, LK PBNU Gandeng RS NU dan Dinkes
Muktamar NU ke-35 Siapkan Layanan Kesehatan Terpadu, LK PBNU Gandeng RS NU dan Dinkes
Aktual
Kisah Umar bin Abdul Aziz, Teladan Pemimpin yang Bisa Memisahkan Fasilitas Negara dan Hak Pribadi
Kisah Umar bin Abdul Aziz, Teladan Pemimpin yang Bisa Memisahkan Fasilitas Negara dan Hak Pribadi
Aktual
Masih Tinggal Serumah, Ini Cara Menjaga Hubungan Harmonis dengan Mertua Menurut Islam
Masih Tinggal Serumah, Ini Cara Menjaga Hubungan Harmonis dengan Mertua Menurut Islam
Aktual
Penyakit Ain dalam Islam: Pengertian, Ciri-Ciri, dan Cara Mengobatinya Menurut Syariat
Penyakit Ain dalam Islam: Pengertian, Ciri-Ciri, dan Cara Mengobatinya Menurut Syariat
Aktual
Ketua DPP PK-Tren KH Ilyas Marwal: Hafiz Al-Qur'an Harus Jadi Dokter, Ilmuwan hingga Pemimpin Bangsa
Ketua DPP PK-Tren KH Ilyas Marwal: Hafiz Al-Qur'an Harus Jadi Dokter, Ilmuwan hingga Pemimpin Bangsa
Aktual
7 Surah dan Ayat Al-Quran yang Dianjurkan untuk Dihafal Sebelum Ajal Menjemput
7 Surah dan Ayat Al-Quran yang Dianjurkan untuk Dihafal Sebelum Ajal Menjemput
Aktual
Melayat Khamenei, Delegasi RI Dorong Perdamaian Konflik Iran-AS di Teheran
Melayat Khamenei, Delegasi RI Dorong Perdamaian Konflik Iran-AS di Teheran
Aktual
Kemenag Ungkap Potensi 10 Juta Santri sebagai Kekuatan SDM Indonesia
Kemenag Ungkap Potensi 10 Juta Santri sebagai Kekuatan SDM Indonesia
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar