Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Delapan Negara Islam Kecam Serangan Pemukim Israel terhadap Warga Palestina di Tepi Barat

Kompas.com, 19 Juni 2026, 11:09 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Delapan negara Islam yang terdiri dari Arab Saudi, Yordania, Uni Emirat Arab, Qatar, Indonesia, Pakistan, Mesir, dan Turki mengeluarkan pernyataan bersama yang mengecam kekerasan pemukim Israel terhadap warga Palestina di Tepi Barat.

Kecaman tersebut disampaikan menyusul meningkatnya serangan terhadap warga sipil dan tempat ibadah di wilayah Palestina.

Dilansir dari Saudi Gazette, para menteri luar negeri dari delapan negara tersebut menyatakan bahwa tindakan para pemukim Israel telah melanggar hukum internasional dan memperburuk situasi keamanan di kawasan.

Baca juga: AS Tegur Luar Biasa Israel, Jangan Asingkan Satu-satunya Teman

Mereka juga mendesak komunitas internasional segera mengambil langkah untuk menghentikan eskalasi dan meminta pertanggungjawaban atas berbagai serangan yang terjadi.

Serangan Dinilai Langgar Hukum Internasional

Dalam pernyataan bersama, para menteri luar negeri dari delapan negara Islam menegaskan bahwa serangan para pemukim Israel merupakan pelanggaran nyata terhadap kesucian tempat ibadah dan situs keagamaan.

Baca juga: Perdana Sejak 20 Tahun Lalu, Palestina Akan Gelar Pemilu

Tindakan tersebut juga dinilai melanggar hukum internasional, termasuk hukum humaniter internasional dan berbagai resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Delapan negara Islam itu secara khusus menyoroti serangan terbaru yang menyasar Masjid Agung di Desa Jiljilya dan Masjid Al-Farouq di Desa Mazar'a al-Nubani di utara Ramallah.

Para menteri menyatakan penolakan mutlak terhadap serangan para pemukim Israel tersebut, termasuk berbagai tindakan ilegal Israel di wilayah Palestina yang diduduki.

Menurut mereka, berbagai tindakan itu memicu ketidakstabilan, kekerasan, dan ekstremisme, sekaligus merusak upaya internasional untuk mewujudkan perdamaian.

Dalam pernyataan tersebut, Israel sebagai kekuatan pendudukan dinilai bertanggung jawab atas serangan-serangan yang terjadi.

Desakan Agar Komunitas Internasional Segera Bertindak

Delapan negara Islam itu kembali menyerukan kepada komunitas internasional untuk menjalankan tanggung jawab hukum dan moral dengan mendesak Israel menghentikan eskalasi berbahaya di Tepi Barat yang diduduki.

Mereka meminta Israel mengakhiri berbagai praktik ilegal, menghentikan kekerasan para pemukim, menuntut pertanggungjawaban para pelaku, serta memastikan tidak ada impunitas bagi pihak yang melakukan kejahatan tersebut.

Tegaskan Dukungan bagi Negara Palestina Merdeka

Para menteri luar negeri delapan negara Islam juga menegaskan kembali solidaritas penuh terhadap rakyat Palestina dan dukungan yang teguh bagi pemenuhan hak-hak nasional Palestina yang sah dan tidak dapat dicabut.

Hak tersebut mencakup penentuan nasib sendiri dan terwujudnya negara Palestina yang merdeka dan berdaulat berdasarkan perbatasan tahun 1967, dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya.

Mereka juga kembali menyatakan dukungan terhadap seluruh upaya untuk mengakhiri pendudukan Israel dan mewujudkan perdamaian yang adil, langgeng, dan menyeluruh berdasarkan solusi dua negara, sesuai hukum internasional, resolusi-resolusi PBB yang relevan, serta Inisiatif Perdamaian Arab.

Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT



Terkini Lainnya
6 Jenis Puasa yang Dilarang dan Tidak Disyariatkan dalam Islam
6 Jenis Puasa yang Dilarang dan Tidak Disyariatkan dalam Islam
Aktual
Perbedaan Sumpah dan Nadzar dalam Islam, Jenis, Hukum, dan Kafaratnya
Perbedaan Sumpah dan Nadzar dalam Islam, Jenis, Hukum, dan Kafaratnya
Aktual
Perbedaan Musibah dan Azab dalam Islam, Ini Penjelasan Menurut Al-Qur’an
Perbedaan Musibah dan Azab dalam Islam, Ini Penjelasan Menurut Al-Qur’an
Aktual
Dompet Dhuafa Siapkan 81 Ton Logistik bagi Penyintas Gempa NTT
Dompet Dhuafa Siapkan 81 Ton Logistik bagi Penyintas Gempa NTT
Aktual
Bukan Sekadar Tempat Ibadah, Ini Kedudukan Masjidil Aqsa dalam Islam
Bukan Sekadar Tempat Ibadah, Ini Kedudukan Masjidil Aqsa dalam Islam
Aktual
Makna Musibah dalam Al-Qur’an, Ternyata Tak Selalu Identik dengan Bencana
Makna Musibah dalam Al-Qur’an, Ternyata Tak Selalu Identik dengan Bencana
Aktual
Menjaga Marwah Abad Kedua: Penolakan LPJ PBNU Harus Dihindari dalam Muktamar
Menjaga Marwah Abad Kedua: Penolakan LPJ PBNU Harus Dihindari dalam Muktamar
Aktual
Doa Ketika Gempa Bumi: Arab, Latin, dan Artinya
Doa Ketika Gempa Bumi: Arab, Latin, dan Artinya
Aktual
Muhammadiyah: Perbedaan Praktik Ibadah Tak Semestinya Jadi Alasan Saling Menyalahkan
Muhammadiyah: Perbedaan Praktik Ibadah Tak Semestinya Jadi Alasan Saling Menyalahkan
Aktual
Biarawati Asal NTT Jadi Paskibra di KBRI Vatikan, Doa Mengalir untuk Korban Gempa
Biarawati Asal NTT Jadi Paskibra di KBRI Vatikan, Doa Mengalir untuk Korban Gempa
Aktual
Seleksi Petugas Haji Kesehatan 2027 Dibuka, Simak Syarat dan Jadwalnya
Seleksi Petugas Haji Kesehatan 2027 Dibuka, Simak Syarat dan Jadwalnya
Aktual
Jelang Muktamar ke-35 NU, PBNU Cek Lokasi dan Gelar Istighosah di Jombang
Jelang Muktamar ke-35 NU, PBNU Cek Lokasi dan Gelar Istighosah di Jombang
Aktual
Arab Saudi Mulai Persiapan Haji 2027, Kantor Haji dari 75 Negara Dilibatkan
Arab Saudi Mulai Persiapan Haji 2027, Kantor Haji dari 75 Negara Dilibatkan
Aktual
Tak Menunggu Pembaca, Gerobak Literasi Ini Keliling Kampung Setiap Minggu
Tak Menunggu Pembaca, Gerobak Literasi Ini Keliling Kampung Setiap Minggu
Aktual
Contoh Ucapan Maulid Nabi Muhammad SAW yang Menyentuh, Penuh Makna dan Doa
Contoh Ucapan Maulid Nabi Muhammad SAW yang Menyentuh, Penuh Makna dan Doa
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar