Editor
KOMPAS.com – Memasuki bulan Safar 1448 Hijriah, sebagian umat Islam masih mengaitkannya dengan berbagai mitos, seperti bulan yang membawa kesialan atau musibah. Padahal, Rasulullah SAW telah meluruskan anggapan tersebut dan menegaskan bahwa tidak ada kesialan yang melekat pada bulan Safar.
Tidak ada ibadah khusus yang disyariatkan hanya karena memasuki bulan Safar. Namun, umat Islam dianjurkan untuk mengisi bulan ini dengan berbagai amalan sunnah yang memang dianjurkan sepanjang tahun sebagai bentuk ketakwaan dan pendekatan diri kepada Allah SWT.
Berikut amalan sunnah yang dapat diamalkan selama bulan Safar sebagaimana dilansir dari situs Baznas.go.id.
Baca juga: Doa Awal Bulan Safar 1448 H, Arab, Latin, dan Artinya
Berdoa merupakan salah satu amalan yang sangat dianjurkan kapan pun, termasuk saat memasuki bulan Safar. Umat Islam dapat membaca doa menyambut hilal yang diajarkan Rasulullah SAW maupun doa-doa perlindungan yang disusun para ulama.
Selain itu, perbanyaklah memohon keselamatan, kesehatan, keberkahan rezeki, dan perlindungan dari segala keburukan.
Dzikir dan istighfar menjadi amalan ringan tetapi memiliki keutamaan besar. Rasulullah SAW juga memperbanyak istighfar dalam kesehariannya sebagai bentuk penghambaan kepada Allah SWT.
Beberapa bacaan yang dapat diamalkan antara lain:
Dzikir membuat hati menjadi tenang sekaligus menguatkan keyakinan bahwa hanya Allah yang menentukan segala sesuatu, bukan waktu atau bulan tertentu. (Wakaf Salman)
Puasa Senin dan Kamis tetap dianjurkan pada bulan Safar sebagaimana bulan-bulan lainnya.
Rasulullah SAW bersabda bahwa amal manusia diperlihatkan kepada Allah pada hari Senin dan Kamis, sehingga beliau senang ketika amalnya diangkat dalam keadaan sedang berpuasa.
Puasa sunnah ini juga menjadi sarana melatih ketakwaan dan memperbanyak pahala.
Selain Senin-Kamis, umat Islam juga dianjurkan melaksanakan Puasa Ayyamul Bidh, yaitu puasa pada tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan Hijriah sebagaimana dikutip dari MUI.or.id.
Untuk bulan Safar 1448 H, berdasarkan kalender Hijriah Indonesia, puasa ini diperkirakan jatuh pada:
Rasulullah SAW bersabda kepada Abu Dzar RA:
"Jika engkau berpuasa tiga hari setiap bulan, maka berpuasalah pada tanggal tiga belas, empat belas, dan lima belas." (HR. Tirmidzi).
Sedekah merupakan amalan yang sangat dianjurkan sepanjang waktu. Di bulan Safar, sedekah dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kepedulian kepada sesama sekaligus membersihkan harta.
Baik berupa makanan, bantuan kepada fakir miskin, santunan anak yatim, maupun infak untuk masjid, semuanya bernilai ibadah apabila dilakukan dengan ikhlas.
Menghidupkan hari-hari di bulan Safar dengan membaca, mentadabburi, dan mengamalkan Al-Qur'an merupakan amalan yang sangat dianjurkan.
Membaca Al-Qur'an tidak hanya mendatangkan pahala, tetapi juga menjadi penyejuk hati dan penguat keimanan.
Islam mengajarkan agar setiap Muslim senantiasa menjaga hubungan baik dengan keluarga, tetangga, dan sesama manusia.
Momentum bulan Safar dapat dimanfaatkan untuk mempererat silaturahmi, saling memaafkan, membantu orang lain, serta memperbanyak amal kebajikan.
Perlu dipahami bahwa Rasulullah SAW tidak pernah menetapkan ibadah khusus yang hanya dilakukan pada bulan Safar. Demikian pula, tidak ada larangan menikah, bepergian, memulai usaha, atau melakukan aktivitas penting pada bulan ini.
Baca juga: Sakit atau Safar? Ini Cara Amalanmu Tetap Berpahala Sempurna
Justru Rasulullah SAW menolak keyakinan masyarakat Arab Jahiliah yang menganggap Safar sebagai bulan sial. Dalam hadis sahih disebutkan:
لَا عَدْوَى وَلَا طِيَرَةَ وَلَا هَامَةَ وَلَا صَفَرَ
"Tidak ada penyakit yang menular dengan sendirinya, tidak ada thiyarah (anggapan sial), tidak ada hamah, dan tidak ada (kesialan pada) bulan Safar." (HR. Bukhari dan Muslim).
Karena itu, cara terbaik menyambut bulan Safar bukanlah dengan mempercayai mitos, melainkan memperbanyak ibadah, amal saleh, dan tawakal kepada Allah SWT. Setiap bulan dalam Islam merupakan kesempatan untuk meningkatkan ketakwaan dan meraih pahala sebanyak-banyaknya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang