Editor
KOMPAS.com - Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Sumatera Barat menggagas Program Gerakan Haji Muda sebagai upaya membangun budaya menabung haji sejak usia dini.
Program ini menyasar pelajar dari tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah atas agar lebih siap menunaikan ibadah haji pada usia produktif.
Melalui kebiasaan menyisihkan sebagian kecil uang jajan setiap hari, peserta didik diharapkan mulai merencanakan perjalanan hajinya sejak dini.
Baca juga: BPKH Pangkas Anggaran Operasional Rp100 Miliar pada 2026, Fokus Jaga Dana Haji
Kemenhaj juga menggandeng perbankan syariah agar pembukaan rekening tabungan haji dapat dilakukan tanpa biaya.
Kepala Kantor Wilayah Kemenhaj Sumatera Barat M. Rifki mengatakan Gerakan Haji Muda merupakan salah satu implementasi penguatan ekosistem haji di Indonesia.
Baca juga: Arab Saudi Resmi Tutup Operasional Haji 2026, Kloter Terakhir Jamaah Tinggalkan Tanah Suci
"Melalui program gerakan haji muda Kemenhaj berupaya menumbuhkan budaya menabung haji sejak dini," kata Rifki di Padang, Rabu.
Menurut Rifki, program tersebut juga menjadi ikhtiar untuk mempersiapkan generasi yang mampu menunaikan rukun Islam kelima pada usia yang lebih produktif.
Program ini akan menyasar peserta didik mulai dari jenjang sekolah dasar hingga sekolah menengah atas.
Para pelajar diajak membuka rekening tabungan haji secara sukarela sekaligus membiasakan diri menyisihkan sebagian kecil uang jajan secara rutin.
Rifki menjelaskan, Gerakan Haji Muda akan dijalankan melalui kolaborasi dengan bank penerima setoran Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) dan perbankan syariah.
Melalui kerja sama tersebut, pelajar dapat membuka rekening tabungan haji tanpa dikenakan biaya pembukaan rekening.
Ia mengingatkan bahwa masa tunggu haji saat ini masih cukup panjang sehingga persiapan perlu dilakukan sejak dini.
"Kalau hari ini seseorang baru mendaftar haji, masa tunggunya sekitar 26 tahun. Oleh karena itu, persiapan harus dimulai sejak dini di mana anak-anak harus dibiasakan merencanakan perjalanan hajinya," kata dia.
Rifki menegaskan Gerakan Haji Muda bukanlah program yang membebani siswa, melainkan membangun kebiasaan menabung dengan nominal yang ringan.
Menurutnya, apabila seorang pelajar mampu menyisihkan Rp 2.000 setiap hari, dalam satu bulan tabungannya dapat mencapai sekitar Rp 50.000 hingga Rp 60.000.
Dalam setahun, jumlah tersebut dapat terkumpul sekitar Rp 600.000 sebagai langkah awal membangun kesiapan berhaji sejak usia muda.
"Nilainya mungkin terlihat kecil, tetapi kalau dilakukan secara disiplin dan berkelanjutan akan menjadi bekal besar bagi anak-anak kita untuk mewujudkan cita-cita berangkat ke tanah suci," katanya.
Sementara itu, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi menyambut baik gagasan Gerakan Haji Muda yang diinisiasi Kanwil Kemenhaj Sumbar.
Menurutnya, program tersebut tidak hanya memperkuat ekosistem haji, tetapi juga berpotensi memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Sumatera Barat.
"Program ini berpeluang memberikan keuntungan positif bagi Sumatera Barat," ujarnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang