Editor
KOMPAS.com - Arab Saudi menyerukan penguatan kerja sama ekonomi di antara negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) di tengah perubahan ekonomi global yang berlangsung semakin cepat.
Kerajaan juga mendorong peningkatan peran sektor swasta sebagai penggerak utama pembangunan ekonomi dan investasi.
Seruan tersebut disampaikan dalam forum Kamar Dagang dan Pembangunan Islam yang digelar di Ankara, Turki.
Baca juga: Arab Saudi Gunakan Perlengkapan Khusus untuk Prosesi Pencucian Kabah
Pertemuan itu turut membahas berbagai inisiatif untuk memperkuat integrasi ekonomi, kewirausahaan, hingga ketahanan pangan di negara-negara Islam.
Ketua Federasi Kamar Dagang Arab Saudi Abdullah Saleh Kamel mengatakan perubahan ekonomi global menuntut negara-negara Islam memperkuat kolaborasi sekaligus memberdayakan sektor swasta agar memiliki peran lebih besar dalam pembangunan.
Baca juga: Arab Saudi Resmi Tutup Operasional Haji 2026, Kloter Terakhir Jamaah Tinggalkan Tanah Suci
"Perubahan ekonomi global yang berlangsung cepat menuntut kerja sama yang lebih erat di antara negara-negara Islam serta pemberdayaan sektor swasta agar berperan lebih besar dalam mendukung pembangunan ekonomi," ujar Kamel dalam keterangan tertulis, Rabu.
Pernyataan tersebut disampaikan Kamel di sela-sela pertemuan ke-40 Dewan Direksi Kamar Dagang dan Pembangunan Islam serta sidang ke-72 Komite Keuangan organisasi tersebut.
Pertemuan yang berlangsung di Ankara, Turki, pada Selasa itu ditutup dengan kehadiran Wakil Presiden Turki Cevdet Yılmaz.
Delegasi Arab Saudi dipimpin langsung oleh Kamel dan turut diikuti Sekretaris Jenderal Federasi Kamar Dagang Arab Saudi Sultan bin Mohammed Al-Musallam, bersama perwakilan federasi dan kamar dagang dari negara-negara anggota OKI.
Dalam kesempatan tersebut, Kamel menegaskan Kamar Dagang dan Pembangunan Islam berkomitmen memperluas perdagangan dan investasi di antara negara-negara anggota OKI.
Menurutnya, langkah tersebut bertujuan memperkuat integrasi ekonomi sekaligus membuka peluang usaha yang lebih luas bagi generasi muda dan para wirausaha.
Ia menjelaskan keikutsertaan Federasi Kamar Dagang Arab Saudi sebagai perwakilan sektor usaha nasional merupakan kelanjutan dari peran Arab Saudi sebagai salah satu pendukung terbesar Kamar Dagang dan Pembangunan Islam sejak organisasi itu didirikan.
Sebagai Presiden Kamar Dagang dan Pembangunan Islam, Kamel mengatakan langkah tersebut juga mencerminkan komitmen Arab Saudi dalam memperkuat kerja sama ekonomi di antara negara-negara Islam.
Ia menilai pesan tersebut relevan bagi negara-negara berpenduduk mayoritas Muslim, seperti Indonesia dan Malaysia, yang menjadikan pengembangan sektor swasta, kewirausahaan generasi muda, ketahanan pangan, pertanian berkelanjutan, serta konektivitas perdagangan regional sebagai bagian penting dari strategi pembangunan ekonomi jangka panjang.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Federasi Kamar Dagang Arab Saudi Sultan bin Mohammed Al-Musallam mengatakan partisipasi Federasi Kamar Dagang Arab Saudi dalam forum tersebut menunjukkan komitmen Kerajaan untuk terus mendukung kerja sama ekonomi di dunia Islam.
Menurutnya, keikutsertaan tersebut juga memperkuat kehadiran sektor usaha Arab Saudi dalam berbagai forum ekonomi internasional.
Al-Musallam juga menyoroti hubungan ekonomi Arab Saudi dan Turki yang terus mengalami pertumbuhan.
Ia menyebut nilai perdagangan kedua negara sepanjang 2025 mencapai sekitar 32,1 miliar riyal Saudi atau sekitar 8,5 miliar dollar AS.
Nilai tersebut meningkat 10,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Menurutnya, peningkatan tersebut membuka peluang yang lebih besar bagi terciptanya kemitraan bisnis berkualitas antara pelaku usaha Arab Saudi dan Turki.
Selain membahas kerja sama ekonomi, forum tersebut juga mengevaluasi sejumlah program di bawah naungan Kamar Dagang dan Pembangunan Islam.
Beberapa inisiatif yang dibahas meliputi Pusat Arbitrase OKI (OIC Arbitration Centre/OIC-AC), Saleh Kamel Sustainable Entrepreneurship Organisation (SKSEED), serta Islamic Chamber Training Academy (ICTA).
Agenda pertemuan juga menghadirkan pemaparan mengenai pengalaman Persatuan Kamar Dagang dan Bursa Komoditas Turki (TOBB) dalam mendukung pengembangan sektor swasta serta menciptakan iklim usaha yang lebih kondusif.
Rangkaian kegiatan turut mencakup sidang ke-72 Komite Keuangan serta diskusi meja bundar mengenai penguatan pertanian berkelanjutan, inovasi, ketahanan pangan, dan pertumbuhan ekonomi.
Sejumlah sesi dialog juga membahas inovasi, kewirausahaan, pemberdayaan wirausaha laki-laki dan perempuan, serta penguatan kapasitas kamar dagang dalam mendukung pembangunan ekonomi berkelanjutan.
Dalam pertemuan tersebut, Dewan Direksi Kamar Dagang dan Pembangunan Islam turut membahas berbagai isu terkait pengembangan organisasi dan arah inisiatif pada masa mendatang.
Dewan juga mengevaluasi pelaksanaan berbagai proyek dan program yang dirancang untuk memperkuat kerja sama ekonomi serta pembangunan di antara negara-negara Islam.
Selain itu, para peserta membahas persiapan peringatan 50 tahun berdirinya Kamar Dagang dan Pembangunan Islam yang dijadwalkan berlangsung pada 2027 sebagai momentum memperkuat kolaborasi ekonomi di lingkungan negara-negara anggota OKI.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang