Editor
KOMPAS.com - Rezeki dalam Islam tidak hanya dimaknai sebagai harta atau materi, tetapi juga mencakup kesehatan, ketenangan, kemudahan, dan berbagai nikmat lain yang diberikan Allah SWT.
Setiap manusia telah memiliki ketentuan rezekinya masing-masing, namun Islam juga mengajarkan pentingnya ikhtiar dan menjaga perilaku dalam kehidupan sehari-hari.
Sejumlah ulama menjelaskan bahwa ada kebiasaan tertentu yang dapat menjadi penghalang datangnya keberkahan rezeki. Salah satunya dijelaskan oleh Syekh Az-Zarnuji dalam kitab Ta'lim al-Muta'allim.
Baca juga: 6 Doa Hari Jumat yang Dianjurkan untuk Memohon Ampunan, Rezeki, dan Keberkahan
Dalam Islam, rezeki memiliki makna yang luas. Selain berupa harta, uang, jabatan, atau kekayaan, rezeki juga mencakup nikmat batin seperti kesehatan, ketenangan, kedamaian, keberuntungan, hingga kemudahan dalam menjalani kehidupan.
Ketika seseorang merasa rezekinya tersendat, baik secara lahir maupun batin, Islam mengajarkan untuk tetap berikhtiar, memperbaiki amal, dan melakukan introspeksi diri.
Baca juga: 5 Doa Pembuka Rezeki untuk Memulai Usaha, Amalkan agar Rezeki Lancar dan Bisnis Berkah
Dalam kitab Ta'lim al-Muta'allim halaman 43–44, Syekh Az-Zarnuji menyebutkan sejumlah perilaku yang diyakini dapat menghalangi datangnya rezeki atau menjadi sebab kefakiran.
Berikut perilaku yang disebutkan Syekh Az-Zarnuji dalam kitab Ta'lim al-Muta'allim:
Syekh Az-Zarnuji menjelaskan bahwa berbagai perilaku tersebut termasuk hal-hal yang diyakini dapat menghambat datangnya rezeki atau mewariskan kefakiran.
Karena itu, umat Islam dianjurkan menghindari kebiasaan-kebiasaan tersebut sebagai bagian dari ikhtiar memperbaiki diri.
Meski demikian, Islam juga mengajarkan bahwa hakikat rezeki sepenuhnya berada dalam ketentuan Allah SWT.
Oleh sebab itu, selain menjauhi perilaku yang tidak baik, setiap Muslim dianjurkan untuk terus berusaha, memperbanyak doa, menjaga ketakwaan, dan bertawakal kepada Allah SWT. Wallâhu a'lam.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang