Editor
KOMPAS.com - Kapan 1 Safar 2026 menjadi salah satu pertanyaan yang banyak dicari umat Islam menjelang pergantian bulan Hijriah.
Safar merupakan bulan kedua dalam kalender Hijriah setelah Muharam dan menjadi penanda dimulainya rangkaian bulan menuju Rabiulawal.
Meski penetapan awal bulan berbeda di sejumlah organisasi Islam, seluruhnya tetap mengacu pada metode penanggalan masing-masing.
Baca juga: 3 Amalan Bulan Safar yang Dianjurkan dalam Islam Lengkap dengan Dalilnya
Di sisi lain, Safar juga memiliki sejarah panjang serta sering dikaitkan dengan mitos yang telah diluruskan dalam ajaran Islam.
Awal bulan Safar 1448 Hijriah pada 2026 memiliki perbedaan penetapan antara pemerintah, Nahdlatul Ulama (NU), dan Muhammadiyah.
Berikut jadwal awal Safar 1448 Hijriah:
Meskipun terdapat perbedaan awal bulan, ketiga kalender tersebut sama-sama menunjukkan bahwa 29 Safar 1448 Hijriah bertepatan dengan Kamis, 13 Agustus 2026. Setelah itu, umat Islam akan memasuki bulan Rabiulawal yang dikenal sebagai bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Mengutip penjelasan Majelis Ulama Indonesia (MUI), kata Safar berasal dari kata shafar yang berarti "kosong" atau shufrah yang berarti "warna kuning", sebagaimana dijelaskan dalam kitab Lisanul 'Arab karya Ibnu Mandzur.
Penamaan tersebut diyakini berhubungan dengan kebiasaan masyarakat Arab pada masa lampau yang meninggalkan kampung halaman untuk berperang atau melakukan perjalanan jauh sehingga permukiman menjadi kosong.
Penjelasan serupa juga terdapat dalam kitab Al-Mufasshal fi Tarikhil 'Arab Qablal Islam. Dalam kitab tersebut dijelaskan bahwa masyarakat Arab menyebut keadaan kampung yang ditinggalkan penduduknya dengan istilah Shafira an-Nasu minna shafaran.
Pada masa Arab Jahiliyah, sebagian masyarakat meyakini bahwa bulan Safar identik dengan kesialan. Karena keyakinan tersebut, mereka menghindari bepergian, menikah, maupun memulai pekerjaan penting pada bulan Safar.
Namun, anggapan itu telah diluruskan oleh Rasulullah SAW melalui sejumlah hadis. Dalam hadis riwayat Imam Muslim, Nabi Muhammad SAW bersabda:
"Tidak ada penyakit yang menular secara sendirinya tanpa izin Allah, tidak ada hantu bergentayangan dan tidak ada shafar." (HR Muslim)
Sementara itu, dalam hadis riwayat Bukhari, Rasulullah SAW juga menegaskan bahwa keyakinan masyarakat Jahiliyah mengenai kesialan bulan Safar tidak benar. Beliau menjelaskan bahwa segala sesuatu terjadi atas kehendak Allah SWT, bukan karena adanya bulan tertentu yang dianggap membawa sial.
Dengan demikian, dalam ajaran Islam tidak dikenal konsep bulan sial. Safar merupakan salah satu bulan dalam kalender Hijriah yang memiliki kedudukan sama dengan bulan-bulan lainnya sebagai ciptaan Allah SWT.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang