Editor
KOMPAS.com - Bulan Safar merupakan bulan kedua dalam kalender Hijriah yang memiliki banyak catatan penting dalam sejarah Islam.
Selama ini Safar kerap dikaitkan dengan mitos sebagai bulan pembawa kesialan, padahal anggapan tersebut tidak memiliki dasar dalam ajaran Islam.
Justru pada bulan inilah sejumlah peristiwa besar terjadi, mulai dari hijrah Rasulullah SAW hingga berbagai ekspedisi dan peperangan yang memperkuat dakwah Islam.
Baca juga: Kapan 1 Safar 2026? Ini Jadwal Versi Pemerintah, NU, dan Muhammadiyah
Dilansir dari laman MUI, berikut ragam peristiwa di bulan Safar yang bisa menjadi pelajaran berharga bagi umat Islam tentang perjuangan, persaudaraan, dan keteguhan dalam menegakkan agama.
Baca juga: 3 Amalan Bulan Safar yang Dianjurkan dalam Islam Lengkap dengan Dalilnya
Salah satu peristiwa paling bersejarah pada bulan Safar adalah dimulainya hijrah Rasulullah SAW dari Makkah menuju Madinah. Rasulullah berangkat dari Makkah pada bulan Safar dan tiba di Madinah pada bulan Rabiulawal.
Dalam Sirah Nabawiyyah karya Abul Hasan Ali Al-Hasani An Nadwi dijelaskan bahwa hijrah menjadi bukti pengorbanan Rasulullah SAW demi menjaga dakwah dan akidah Islam. Peristiwa ini kemudian menjadi tonggak lahirnya peradaban Islam di Madinah.
Pada tahun pertama Hijriah, Rasulullah SAW memimpin Perang Al-Abwa atau dikenal juga sebagai Perang Waddan, yang tercatat sebagai salah satu ghazwah pertama dalam sejarah Islam.
Dalam sejarah Islam, peperangan dibedakan menjadi dua, yaitu ghazwah, yakni peperangan yang dipimpin langsung oleh Rasulullah SAW, dan sariyah, yaitu ekspedisi yang dipimpin para sahabat.
Perang Khaibar menjadi salah satu kemenangan besar umat Islam yang berlangsung pada bulan Safar tahun ke-7 Hijriah.
Mengutip Sirah Nabawiyyah karya Abul Hasan Ali Al-Hasani An Nadwi, Rasulullah SAW berangkat menuju Khaibar setelah Perjanjian Hudaibiyah. Dengan sekitar 1.400 pasukan dan 200 pasukan berkuda, kaum Muslim berhasil menaklukkan benteng-benteng penting seperti Naim, Qumush, Syiq, dan Nithah.
Pada bulan Safar tahun ke-9 Hijriah, Rasulullah SAW mengutus sahabat Qutbah bin Amir bin Hadidah menuju wilayah yang dihuni Suku Khas'am di dekat Bisah dan Turabah.
Qutbah memimpin sekitar 20 prajurit dalam misi tersebut sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas dan memperluas dakwah Islam.
Perang Dzu'Amr terjadi setelah Rasulullah SAW kembali dari Perang Sawiq.
Berdasarkan keterangan Ibnu Ishaq, Rasulullah SAW bersama sekitar 450 sahabat menuju wilayah Najd untuk menghadapi Kabilah Ghathafan. Beliau kemudian menetap di wilayah tersebut selama satu bulan penuh pada bulan Safar.
Pada tahun ke-9 Hijriah, rombongan Bani Udzra yang berjumlah 12 orang datang menemui Rasulullah SAW untuk menyatakan keislaman mereka.
Mengutip Sirah Nabawiyyah karya Abul Hasan Ali Al-Hasani An Nadwi, Rasulullah SAW menyambut mereka dengan kabar gembira tentang kemenangan di Syam sekaligus mengingatkan agar tidak meminta pertolongan kepada dukun maupun melakukan penyembelihan yang bertentangan dengan syariat.
Bulan Safar juga menjadi momentum penting ketika Amr bin Ash memeluk Islam pada tahun ke-8 Hijriah.
Menurut Ibnu Ishaq, keislamannya dipengaruhi oleh Raja Negus dari Habasyah. Amr bin Ash kemudian menjadi salah satu sahabat Rasulullah SAW yang dikenal sebagai ahli strategi perang dan kelak berhasil memimpin penaklukan Mesir.
Menurut riwayat Ibnu Ishaq, Rasulullah SAW menikahi Sayyidah Khadijah binti Khuwailid pada bulan Safar saat beliau berusia sekitar 25 tahun.
Pernikahan tersebut menjadi awal kehidupan rumah tangga Rasulullah SAW bersama Ummul Mukminin pertama yang dikenal karena keteladanan, kesetiaan, dan dukungannya terhadap perjuangan dakwah Islam.
Bulan Safar juga menjadi saksi pernikahan Ali bin Abi Thalib RA dengan Sayyidah Fatimah RA, putri Rasulullah SAW.
Ibnu Katsir menyebutkan bahwa pernikahan keduanya berlangsung pada tahun ke-2 Hijriah dan menjadi salah satu keluarga teladan dalam sejarah Islam.
Pada bulan Safar tahun ke-11 Hijriah, Rasulullah SAW menunjuk Usamah bin Zaid sebagai panglima pasukan yang dipersiapkan untuk menghadapi Romawi.
Penunjukan Usamah sempat dipertanyakan karena usianya masih muda, sementara di dalam pasukan terdapat para sahabat senior, termasuk Umar bin Khattab RA. Menanggapi hal itu, Rasulullah SAW bersabda:
“Wahai manusia! Laksanakanlah (perintah) pengiriman Usamah. Demi Allah jika kalian berkata (meragukan) tentang kepemimpinan Usamah, maka kalian telah berkata (meragukan) tentang kepemimpinan ayahnya sebelumnya. Sesungguhnya ia pantas menjadi pemimpin, sebagaimana ayahnya juga pantas untuk menjadi pemimpin.”
Setelah Rasulullah SAW wafat, misi tersebut kemudian dilanjutkan pada masa Khalifah Abu Bakar RA.
Berbagai peristiwa yang terjadi pada bulan Safar menunjukkan bahwa bulan ini bukanlah bulan yang identik dengan kesialan sebagaimana anggapan masyarakat Arab Jahiliyah.
Sebaliknya, Safar menjadi saksi lahirnya berbagai momentum penting yang memperkuat dakwah dan perkembangan peradaban Islam.
Sejarah tersebut sekaligus mengajarkan nilai perjuangan, kepemimpinan, persaudaraan, serta keteguhan dalam menegakkan ajaran Islam.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang