Editor
KOMPAS.com - Menyalurkan sedekah tidak hanya dianjurkan dalam Islam, tetapi juga memiliki adab dan skala prioritas yang perlu dipahami.
Sebagian orang masih bingung mengenai siapa yang sebaiknya didahulukan sebagai penerima sedekah, apakah keluarga, kerabat, atau golongan lain yang membutuhkan.
Islam memberikan panduan mengenai urutan orang yang berhak menerima sedekah agar amalan tersebut tepat sasaran dan sesuai dengan tuntunan syariat.
Baca juga: Urutan Orang yang Berhak Menerima Sedekah Menurut Islam, Siapa yang Harus Didahulukan?
Terkait prioritas penerima sedekah, Rasulullah SAW memberikan tuntunan mengenai pihak-pihak yang sebaiknya didahulukan. Dalam sebuah hadis, Nabi Muhammad SAW bersabda:
"Jika salah seorang diantara kamu miskin, hendaknya dimulai dengan dirinya. Dan jika dalam itu ada kelebihan, barulah diberikan untuk keluarganya. Lalu apabila ada kelebihan lagi, maka untuk kerabatnya,” atau sabdanya, “Untuk yang ada hubungan kekeluargaan dengannya. Kemudian apabila masih ada kelebihan, barulah untuk ini dan itu." (HR. Ahmad dan Muslim).
Baca juga: Jangan Takut Harta Berkurang karena Sedekah, Rasulullah Beri Jaminan Ini
Hadits tersebut menunjukkan adanya skala prioritas dalam menyalurkan sedekah. Berikut urutannya.
Dalam urutan penerima sedekah, Islam mengajarkan agar seseorang terlebih dahulu memenuhi kebutuhan dirinya apabila masih berada dalam kondisi kekurangan. Jika masih memiliki kelebihan harta, sedekah kemudian diprioritaskan kepada anggota keluarga atau kerabat dekat yang membutuhkan.
Rasulullah SAW bersabda:
"Mulailah dengan dirimu, kemudian orang-orang yang menjadi tanggunganmu." (HR. Bukhari dan Muslim).
Membantu keluarga yang sedang mengalami kesulitan tidak hanya bernilai sedekah, tetapi juga menjadi bagian dari menjaga hubungan kekeluargaan dan mempererat silaturahmi.
Setelah kebutuhan keluarga terpenuhi, sedekah dapat disalurkan kepada kerabat lainnya, kemudian tetangga, serta masyarakat di lingkungan sekitar yang membutuhkan bantuan.
Islam sangat menekankan pentingnya kepedulian terhadap tetangga, khususnya mereka yang hidup dalam keterbatasan. Sedekah kepada orang-orang terdekat juga dapat memperkuat rasa persaudaraan dan solidaritas di tengah masyarakat.
Fakir dan miskin termasuk golongan yang berhak diprioritaskan menerima sedekah. Mereka merupakan orang yang tidak memiliki penghasilan atau memiliki penghasilan yang belum mampu memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Menyalurkan sedekah kepada fakir dan miskin merupakan salah satu bentuk kepedulian sosial agar mereka dapat terbantu dalam memenuhi kebutuhan dasar.
Anak yatim serta janda yang kehilangan penopang ekonomi juga termasuk golongan yang dianjurkan untuk dibantu melalui sedekah.
Dalam ajaran Islam, menyantuni anak yatim memiliki keutamaan yang besar. Begitu pula membantu janda yang menghadapi kesulitan ekonomi menjadi amalan yang bernilai dan mencerminkan kepedulian terhadap sesama.
Golongan lain yang layak menerima sedekah adalah orang yang terlilit utang (gharimin) dan musafir atau ibnu sabil yang kehabisan bekal dalam perjalanan.
Memberikan bantuan kepada mereka menjadi salah satu wujud kepedulian sosial dalam Islam, sehingga beban yang mereka hadapi dapat berkurang dan kebutuhan mendesak mereka dapat terpenuhi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang