Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Menag Sebut Indonesia Berpeluang Jadi Pusat Ilmu dan Peradaban Islam Dunia

Kompas.com, 12 Agustus 2026, 11:01 WIB
Reni Susanti

Editor

BANDA ACEH, KOMPAS.com – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar meminta Universitas Islam Negeri (UIN) di Indonesia mengambil peran lebih besar sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan peradaban Islam modern.

Menurut Menag, pusat pengembangan peradaban Islam ke depan tidak harus selalu bertumpu pada kawasan Timur Tengah, melainkan dapat dimulai dari Indonesia, khususnya Aceh.

“Tempat yang paling aman untuk mengadopsi ilmu dan peradaban Islam adalah di Indonesia. Saya kira tempat yang paling strategis adalah di Aceh,” ujar Menag dalam rilisnya, Rabu (12/8/2026).

Baca juga: Menag Sebut Jawa Timur Layak Jadi Laboratorium Kerukunan Dunia

Aceh Punya Modal Sejarah dan Geografis

Menag menilai Aceh memiliki jejak sejarah panjang dalam perkembangan Islam di Nusantara.

Selain modal intelektual, posisi geografis Aceh di kawasan Asia Tenggara yang dekat dengan Malaysia dan Brunei Darussalam menjadi nilai tambah untuk membangun jejaring keilmuan yang lebih luas.

Ia mengingatkan bahwa UIN memiliki tanggung jawab khusus yang membedakannya dari perguruan tinggi umum. Selain fungsi akademik, UIN mengemban misi dakwah dan sosial di tengah masyarakat.

“UIN itu tidak murni sebagai lembaga akademik, tapi berbeban ganda menjadi institusi dakwah,” kata Nasaruddin.

Oleh karena itu, lulusan UIN diharapkan tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan, tetapi juga mampu membawa nilai-nilai keagamaan untuk menjawab persoalan masyarakat.

Baca juga: Menag: Ekonomi Syariah Bukan Hanya untuk Muslim, Paus Benediktus XVI Pernah Soroti Potensinya

Minta UIN Berani Buat Temuan Baru

Dalam kesempatan tersebut, Menag meminta UIN terus mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan metodologi akademik.

Perguruan tinggi keagamaan Islam didorong untuk berani melahirkan gagasan dan pendekatan baru yang relevan dengan perkembangan zaman.

“UIN tidak boleh ketinggalan zaman dalam metodologi. Beranilah membuat temuan-temuan baru,” tegasnya.

Ia juga mengajak akademisi memperkuat tradisi kajian Al-Qur'an dengan pendekatan sains dan teknologi modern.

Menurutnya, Al-Qur'an tidak hanya menjadi sumber pemahaman agama, tetapi juga inspirasi bagi pengembangan ilmu pengetahuan.

“Jangan takut bersama Al-Qur'an. Sekarang pegangan ilmiah di Barat itu adalah Al-Qur'an,” tambahnya.

Menag turut mengajak sivitas akademika UIN Ar-Raniry meneladani keteguhan keilmuan dan prinsip para ulama serta tokoh Aceh masa lalu.

Sambutan Rektor UIN Ar-Raniry

Sementara itu, Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Mujiburrahman, menyampaikan apresiasinya atas kehadiran Menag yang dinilainya memiliki nilai historis tersendiri bagi kampus.

“Kehadiran Bapak Menteri Agama selalu berkesan bagi kami, mulai dari meresmikan transformasi IAIN menjadi UIN pada tahun 2014, hingga memberikan bantuan langsung bagi mahasiswa terdampak banjir akhir tahun lalu,” kata Mujiburrahman.

Ia juga menyampaikan kesiapan UIN Ar-Raniry untuk memperkuat tata kelola kampus dan menyelaraskan program pengabdian ASN dengan prioritas pemerintah.

“Agar pengkhidmatan ASN sejalan dengan Asta Cita Prabowo-Gibran dan Asta Protas Kemenag, kami memohon bimbingan dan arahan Bapak Menteri Agama,” ujarnya.

Dalam rangkaian acara tersebut, Rektor UIN Ar-Raniry menyerahkan plakat Tugu Iqro kepada Menteri Agama sebagai simbol pengabdian terhadap ilmu pengetahuan dan spiritualitas.

Kegiatan ini turut dihadiri unsur Forkopimda Aceh, pimpinan kampus, dosen, serta mahasiswa UIN Ar-Raniry.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Wamenag Minta Pelaku Usaha dan Penyelenggara Acara Tak Jadikan Agama sebagai Komoditas
Wamenag Minta Pelaku Usaha dan Penyelenggara Acara Tak Jadikan Agama sebagai Komoditas
Aktual
100 Ucapan HUT ke-81 Kemerdekaan RI yang Islami untuk Status Media Sosial
100 Ucapan HUT ke-81 Kemerdekaan RI yang Islami untuk Status Media Sosial
Aktual
Doa Tolak Bala untuk Meminta Perlindungan: Lengkap Tulisan Arab, Latin, dan Artinya
Doa Tolak Bala untuk Meminta Perlindungan: Lengkap Tulisan Arab, Latin, dan Artinya
Doa dan Niat
Tren Umrah Mandiri, Menhaj ke Travel: Tingkatkan Layanan, Bukan Perang Harga
Tren Umrah Mandiri, Menhaj ke Travel: Tingkatkan Layanan, Bukan Perang Harga
Aktual
Intip Toko Oleh-Oleh 1915 di Yogyakarta, Wadah Baru Produk UMKM Muhammadiyah
Intip Toko Oleh-Oleh 1915 di Yogyakarta, Wadah Baru Produk UMKM Muhammadiyah
Aktual
Fenomena Sosial 'Marriage is Scary': Bagaimana Pandangan Islam?
Fenomena Sosial "Marriage is Scary": Bagaimana Pandangan Islam?
Aktual
5 Amalan Rabu Wekasan yang Dianjurkan dalam Islam
5 Amalan Rabu Wekasan yang Dianjurkan dalam Islam
Aktual
10 Doa Tolak Bala Rebo Wekasan di Akhir Bulan Safar: Arab, Latin dan Artinya
10 Doa Tolak Bala Rebo Wekasan di Akhir Bulan Safar: Arab, Latin dan Artinya
Doa dan Niat
Lomba Kemerdekaan 17 Agustus dalam Pandangan Islam: Antara Tradisi, Mubah, dan Sunnah
Lomba Kemerdekaan 17 Agustus dalam Pandangan Islam: Antara Tradisi, Mubah, dan Sunnah
Aktual
Menag Sebut Indonesia Berpeluang Jadi Pusat Ilmu dan Peradaban Islam Dunia
Menag Sebut Indonesia Berpeluang Jadi Pusat Ilmu dan Peradaban Islam Dunia
Aktual
Tak Cukup Zikir, Ini Cara Islam Menjaga Kesehatan Mental
Tak Cukup Zikir, Ini Cara Islam Menjaga Kesehatan Mental
Aktual
Rabu Wekasan 2026, Benarkah Hari Sial? Ini Penjelasan dan 4 Doa yang Bisa Dibaca
Rabu Wekasan 2026, Benarkah Hari Sial? Ini Penjelasan dan 4 Doa yang Bisa Dibaca
Doa dan Niat
MTQ Nasional 2026 Digelar September, Ini Daftar 162 Dewan Hakim dan Pengawas
MTQ Nasional 2026 Digelar September, Ini Daftar 162 Dewan Hakim dan Pengawas
Aktual
PUI: Jangan Jadikan Ayat Al-Qur’an Bahan Olok-olok untuk Promosi Miras
PUI: Jangan Jadikan Ayat Al-Qur’an Bahan Olok-olok untuk Promosi Miras
Aktual
Polemik Istiqlal Masuk Bursa: Menguak Fakta Wakaf Saham Syariah
Polemik Istiqlal Masuk Bursa: Menguak Fakta Wakaf Saham Syariah
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar