Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

PBNU dan SANY Latih 400 Warga Hadapi Bencana, dari RJP hingga Evakuasi Korban

Kompas.com, 14 Agustus 2026, 09:11 WIB
Reni Susanti

Editor

KARAWANG, KOMPAS.com — Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bersama SANY dan sejumlah lembaga membekali sekitar 400 orang dengan keterampilan tanggap darurat dan kesiapsiagaan menghadapi bencana.

Pelatihan digelar melalui program Mitra Tanggap Darurat Komunitas Indonesia 2026 atau Community Emergency Response Partnership (CERP)-Indonesia di Jakarta, Karawang, dan Yogyakarta.

Peserta mendapat keterampilan melakukan tindakan awal ketika menghadapi situasi darurat, mulai dari resusitasi jantung paru (RJP), penanganan luka, penggunaan alat pemadam api ringan (APAR), hingga evakuasi korban.

Baca juga: Cara Menunaikan Shalat Fardhu saat Darurat Bencana Gempa, Ada Keringanan

Deputy General Manager/Director Government Relations SANY Indonesia Saanjay Shamdasani mengatakan, pelatihan tersebut ditujukan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat menolong diri sendiri maupun orang di sekitarnya ketika terjadi bencana.

"Program ini dirancang untuk membangun kemampuan masyarakat dalam melakukan pertolongan awal secara mandiri sekaligus saling membantu ketika menghadapi situasi darurat," ujar Saanjay dalam rilisnya, Jumat (14/8/2026).

Program yang berlangsung Juli-Agustus 2026 juga melibatkan China Merchants Charitable Foundation, Shenzhen Public Welfare Rescue Volunteers Federation, serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memperkuat kapasitas tanggap darurat hingga tingkat komunitas sehingga masyarakat dapat melakukan tindakan awal sebelum bantuan profesional tiba.

Baca juga: Doa saat Terjadi Bencana Alam Lengkap Arab, Latin, dan Artinya untuk Memohon Perlindungan

400 Peserta di Tiga Kota

Di Indonesia, program tersebut dilaksanakan melalui delapan kelas pelatihan di Jakarta, Karawang, dan Yogyakarta dengan total sekitar 400 peserta.

Materi disesuaikan dengan karakteristik bencana dan kondisi masyarakat di masing-masing wilayah. Lebih dari 70 persen kegiatan berupa praktik lapangan.

Peserta mempelajari RJP atau CPR, pembalutan luka, penggunaan APAR, pemindahan korban, hingga pembuatan tandu sederhana menggunakan peralatan yang tersedia.

Mereka juga mengikuti simulasi menghadapi sejumlah jenis bencana, seperti gempa bumi, banjir, dan erupsi gunung berapi.

Manager General Affairs SANY Indonesia Rony mengatakan, pelatihan sengaja tidak didominasi materi di dalam kelas.

"Pelatihan ini tidak terlalu fokus pada teori yang panjang, melainkan peserta belajar melalui praktik langsung dalam kelompok kecil dengan pendampingan instruktur," kata Rony.

Setiap keterampilan diajarkan secara bertahap dan dipraktikkan berulang. Instruktur memberikan koreksi langsung apabila gerakan atau prosedur yang dilakukan peserta belum tepat.

Menurut Rony, pendekatan tersebut membuat pembelajaran lebih dekat dengan situasi nyata yang mungkin dihadapi masyarakat ketika terjadi keadaan darurat.

Guru Dilatih Hadapi Situasi Darurat di Sekolah

Salah satu rangkaian pelatihan dilaksanakan di SDN Kondangjaya III, Karawang. Pelatihan diberikan kepada guru dan staf sekolah dengan fokus pada kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat di lingkungan pendidikan.

Para peserta mempraktikkan penggunaan APAR, RJP, pemindahan korban, hingga pembuatan tandu sederhana.

Kepala SDN Kondangjaya III Nurhasanah mengatakan, keterampilan tersebut penting bagi guru dan staf karena mereka menjadi pihak yang berada paling dekat dengan siswa ketika terjadi kondisi darurat.

"Kami tentunya sangat mendukung pelatihan seperti ini karena memberikan pengetahuan yang penting bagi guru dan staf karyawan kami," ujar Nurhasanah.

Menurut dia, praktik langsung membantu tenaga pendidik memahami tindakan yang harus dilakukan ketika menghadapi kondisi darurat.

"Apalagi, kami merupakan pihak yang berada paling dekat dengan siswa ketika terjadi situasi darurat di sekolah. Dengan adanya praktik langsung, kami menjadi lebih memahami langkah yang perlu dilakukan dan diharapkan dapat lebih siap dalam menghadapi berbagai kondisi darurat," kata dia.

Pelatihan tersebut juga disaksikan para siswa sehingga menjadi kesempatan untuk mengenalkan pentingnya kesiapsiagaan bencana sejak dini.

Peserta yang menyelesaikan pembelajaran teori dan lulus penilaian praktik memperoleh sertifikat.

Saanjay berharap program serupa dapat dikembangkan di lebih banyak wilayah dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar