Editor
KARAWANG, KOMPAS.com — Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bersama SANY dan sejumlah lembaga membekali sekitar 400 orang dengan keterampilan tanggap darurat dan kesiapsiagaan menghadapi bencana.
Pelatihan digelar melalui program Mitra Tanggap Darurat Komunitas Indonesia 2026 atau Community Emergency Response Partnership (CERP)-Indonesia di Jakarta, Karawang, dan Yogyakarta.
Peserta mendapat keterampilan melakukan tindakan awal ketika menghadapi situasi darurat, mulai dari resusitasi jantung paru (RJP), penanganan luka, penggunaan alat pemadam api ringan (APAR), hingga evakuasi korban.
Baca juga: Cara Menunaikan Shalat Fardhu saat Darurat Bencana Gempa, Ada Keringanan
Deputy General Manager/Director Government Relations SANY Indonesia Saanjay Shamdasani mengatakan, pelatihan tersebut ditujukan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat menolong diri sendiri maupun orang di sekitarnya ketika terjadi bencana.
"Program ini dirancang untuk membangun kemampuan masyarakat dalam melakukan pertolongan awal secara mandiri sekaligus saling membantu ketika menghadapi situasi darurat," ujar Saanjay dalam rilisnya, Jumat (14/8/2026).
Program yang berlangsung Juli-Agustus 2026 juga melibatkan China Merchants Charitable Foundation, Shenzhen Public Welfare Rescue Volunteers Federation, serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memperkuat kapasitas tanggap darurat hingga tingkat komunitas sehingga masyarakat dapat melakukan tindakan awal sebelum bantuan profesional tiba.
Baca juga: Doa saat Terjadi Bencana Alam Lengkap Arab, Latin, dan Artinya untuk Memohon Perlindungan
Di Indonesia, program tersebut dilaksanakan melalui delapan kelas pelatihan di Jakarta, Karawang, dan Yogyakarta dengan total sekitar 400 peserta.
Materi disesuaikan dengan karakteristik bencana dan kondisi masyarakat di masing-masing wilayah. Lebih dari 70 persen kegiatan berupa praktik lapangan.
Peserta mempelajari RJP atau CPR, pembalutan luka, penggunaan APAR, pemindahan korban, hingga pembuatan tandu sederhana menggunakan peralatan yang tersedia.
Mereka juga mengikuti simulasi menghadapi sejumlah jenis bencana, seperti gempa bumi, banjir, dan erupsi gunung berapi.
Manager General Affairs SANY Indonesia Rony mengatakan, pelatihan sengaja tidak didominasi materi di dalam kelas.
"Pelatihan ini tidak terlalu fokus pada teori yang panjang, melainkan peserta belajar melalui praktik langsung dalam kelompok kecil dengan pendampingan instruktur," kata Rony.
Setiap keterampilan diajarkan secara bertahap dan dipraktikkan berulang. Instruktur memberikan koreksi langsung apabila gerakan atau prosedur yang dilakukan peserta belum tepat.
Menurut Rony, pendekatan tersebut membuat pembelajaran lebih dekat dengan situasi nyata yang mungkin dihadapi masyarakat ketika terjadi keadaan darurat.
Salah satu rangkaian pelatihan dilaksanakan di SDN Kondangjaya III, Karawang. Pelatihan diberikan kepada guru dan staf sekolah dengan fokus pada kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat di lingkungan pendidikan.
Para peserta mempraktikkan penggunaan APAR, RJP, pemindahan korban, hingga pembuatan tandu sederhana.
Kepala SDN Kondangjaya III Nurhasanah mengatakan, keterampilan tersebut penting bagi guru dan staf karena mereka menjadi pihak yang berada paling dekat dengan siswa ketika terjadi kondisi darurat.
"Kami tentunya sangat mendukung pelatihan seperti ini karena memberikan pengetahuan yang penting bagi guru dan staf karyawan kami," ujar Nurhasanah.
Menurut dia, praktik langsung membantu tenaga pendidik memahami tindakan yang harus dilakukan ketika menghadapi kondisi darurat.
"Apalagi, kami merupakan pihak yang berada paling dekat dengan siswa ketika terjadi situasi darurat di sekolah. Dengan adanya praktik langsung, kami menjadi lebih memahami langkah yang perlu dilakukan dan diharapkan dapat lebih siap dalam menghadapi berbagai kondisi darurat," kata dia.
Pelatihan tersebut juga disaksikan para siswa sehingga menjadi kesempatan untuk mengenalkan pentingnya kesiapsiagaan bencana sejak dini.
Peserta yang menyelesaikan pembelajaran teori dan lulus penilaian praktik memperoleh sertifikat.
Saanjay berharap program serupa dapat dikembangkan di lebih banyak wilayah dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang