Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cuaca Ekstrem Melanda, Ini Doa Perlindungan dan Panduan Siaga Bencana

Kompas.com, 22 Januari 2026, 19:44 WIB
Norma Desvia Rahman,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem untuk periode 21–23 Januari 2026.

Sejumlah wilayah diprediksi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat, disertai angin kencang dan potensi petir.

Fenomena ini bukan hanya persoalan teknis kebencanaan, tetapi juga momentum refleksi spiritual bagi umat Muslim agar lebih waspada, berdoa, dan mempersiapkan diri secara lahir dan batin.

Dalam perspektif Islam, perubahan cuaca dipahami sebagai bagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah SWT.

Karena itu, menghadapi hujan deras dan angin kencang tidak cukup hanya dengan kesiapan fisik, tetapi juga dengan keteladanan Rasulullah SAW yang mengajarkan adab, doa, dan sikap tawakal.

Cuaca Ekstrem Menurut BMKG dan Potensi Dampaknya

BMKG menjelaskan bahwa curah hujan tinggi dalam waktu singkat dapat memicu banjir, tanah longsor, genangan di kawasan perkotaan, hingga gangguan aktivitas transportasi.

Angin kencang berpotensi merobohkan pohon, merusak atap rumah, serta mengganggu jaringan listrik.

Menurut buku Meteorologi Terapan karya Tjasyono B. Hadi, cuaca ekstrem merupakan kondisi atmosfer yang berada di luar pola normal dan berpotensi menimbulkan risiko keselamatan manusia.

Karena itu, peringatan dini dari BMKG menjadi instrumen penting agar masyarakat dapat melakukan mitigasi sejak dini.

Baca juga: Cuaca Jakarta Hari Ini: Waspada Hujan dan Petir, Ini Doa untuk Perlindungan

Keteladanan Rasulullah SAW Saat Menghadapi Hujan dan Angin

Dalam sejumlah riwayat, Rasulullah SAW menunjukkan sikap penuh kehati-hatian sekaligus spiritualitas tinggi ketika menghadapi fenomena alam.

Menyambut Hujan sebagai Rahmat

Diriwayatkan dari Anas bin Malik, Rasulullah SAW pernah menyingkap pakaiannya agar terkena air hujan.

Ketika ditanya alasannya, beliau menjawab bahwa hujan merupakan rahmat yang baru saja diciptakan oleh Allah SWT.

Imam al-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa tindakan ini mengandung makna tabarruk (mengharap keberkahan) karena hujan adalah bentuk rahmat Allah yang turun ke bumi.

Doa Saat Melihat Awan Gelap dan Hujan Lebat

Dalam riwayat Sayyidah Aisyah RA, Rasulullah SAW membaca doa ketika melihat awan mendung tebal:

Allahumma innî a‘ûdzu bika min syarrihâ

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari keburukan awan ini.”

Ketika hujan turun, beliau membaca:

Allahumma shayyiban nâfi‘an

Artinya: “Ya Allah, turunkanlah hujan yang membawa manfaat.”

Doa ini menunjukkan bahwa Islam mengajarkan keseimbangan antara optimisme terhadap rahmat Allah dan kewaspadaan terhadap potensi bahaya.

Adab Menghadapi Angin Kencang

Rasulullah SAW juga bersabda bahwa angin merupakan bagian dari rahmat Allah yang bisa membawa kebaikan maupun bencana.

Karena itu, umat Islam dianjurkan tidak mencela angin, melainkan memohon kebaikannya dan berlindung dari keburukannya.

Baca juga: Doa Pereda Hujan Deras dan Doa Agar Hujan Turun dalam Islam, Lengkap dengan Artinya

Isyarat Al-Qur’an tentang Hujan dan Kekuasaan Allah

Al-Qur’an menjelaskan bahwa hujan adalah bagian dari tanda-tanda kebesaran Allah SWT. Dalam Surah Al-Baqarah ayat 22 disebutkan:

Wa anzala minas-samâ’i mâ’an fa akhraja bihî minats-tsamarâti rizqan lakum

Artinya: “Dan Dia menurunkan air dari langit, lalu dengan air itu Dia menghasilkan berbagai buah-buahan sebagai rezeki untukmu.”

Ayat ini menegaskan bahwa hujan pada dasarnya adalah rahmat, meskipun dalam kondisi tertentu dapat berubah menjadi ujian bagi manusia.

Antisipasi Praktis Menghadapi Cuaca Ekstrem

Selain memperkuat doa dan spiritualitas, masyarakat juga perlu melakukan langkah-langkah praktis agar dampak cuaca ekstrem dapat diminimalkan.

Menyimpan Kontak Darurat

Salah satu langkah penting adalah menyimpan nomor darurat di ponsel atau mencatatnya di tempat mudah terlihat.

Nomor yang perlu disiapkan antara lain pemadam kebakaran, kepolisian, layanan kesehatan, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Kecepatan menghubungi pihak terkait sering kali menentukan keselamatan.

Menyiapkan Perlengkapan Hujan

Payung, jas hujan, sepatu anti-air, dan senter menjadi perlengkapan dasar yang sebaiknya selalu tersedia, terutama bagi masyarakat yang memiliki mobilitas tinggi. Persiapan sederhana ini dapat mencegah risiko sakit dan kecelakaan.

Mengurangi Aktivitas di Luar Rumah

Saat hujan lebat dan angin kencang, keluar rumah sebaiknya dilakukan hanya untuk keperluan mendesak.

Menghindari berteduh di bawah pohon besar atau baliho juga penting untuk mengurangi risiko tertimpa benda tumbang.

Baca juga: Doa Ketika Angin Kencang Datang agar Terhindar dari Bahaya

Mengamankan Lingkungan dan Rumah

Membersihkan saluran air, memastikan atap rumah terpasang kuat, serta memangkas dahan pohon yang rapuh menjadi langkah preventif yang efektif.

Menurut buku Manajemen Bencana karya Eko Teguh Paripurno, mitigasi berbasis rumah tangga merupakan kunci mengurangi dampak bencana hidrometeorologi.

Menyimpan Dokumen dan Barang Penting

Dokumen penting seperti KTP, kartu keluarga, dan ijazah sebaiknya disimpan di tempat kedap air atau diletakkan di posisi lebih tinggi. Langkah ini sering diabaikan, padahal sangat krusial saat terjadi banjir.

Menyatukan Ikhtiar dan Doa

Peringatan cuaca ekstrem dari BMKG seharusnya tidak hanya dimaknai sebagai informasi teknis, tetapi juga sebagai pengingat agar manusia lebih sadar akan keterbatasannya.

Dalam Islam, ikhtiar dan doa berjalan beriringan. Rasulullah SAW mengajarkan untuk mempersiapkan diri sekaligus menggantungkan harapan hanya kepada Allah SWT.

Dengan kesiapsiagaan yang matang, baik secara spiritual maupun praktis, masyarakat diharapkan mampu menghadapi hujan lebat dan angin kencang dengan lebih tenang.

Cuaca ekstrem memang tidak bisa dihindari, tetapi dampaknya bisa diminimalkan jika manusia mau belajar, bersiap, dan kembali kepada nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW.

Pada akhirnya, hujan yang turun dari langit bukan sekadar fenomena alam. Ia adalah pesan agar manusia tidak lengah, selalu waspada, dan tetap menjaga hubungan dengan Sang Pencipta di tengah perubahan cuaca yang semakin tak menentu.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Aktual
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar