Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ramadhan 2026 Bertepatan Musim Hujan, Begini Cara Tetap Khusyuk Puasa

Kompas.com, 22 Januari 2026, 17:00 WIB
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Tahun 2026 menghadirkan situasi yang unik yaitu bulan suci Ramadhan bertepatan dengan puncak musim hujan di sebagian wilayah Indonesia.

Bagi umat Islam, kondisi ini bukan sekadar persoalan cuaca, melainkan ujian kesiapan fisik, mental, dan spiritual dalam menjalani ibadah puasa.

Ramadhan selalu datang membawa pesan pembaruan diri. Namun ketika hujan turun hampir setiap hari, tantangannya bertambah.

Tubuh lebih mudah lelah, penyakit musiman meningkat, dan aktivitas ibadah pun membutuhkan adaptasi.

Di sinilah pentingnya mempersiapkan diri sejak dini agar Ramadhan tetap bisa dijalani dengan khusyuk dan produktif.

Hujan dalam Perspektif Al-Qur’an

Islam memandang hujan sebagai rahmat dan tanda kekuasaan Allah.

Alquran menggambarkan hujan bukan hanya sebagai peristiwa alam, tetapi juga sarana menghidupkan bumi dan menenangkan jiwa. Allah SWT berfirman:

Wa Huwa alladzii yunazzilul ghaitha min ba’di maa qanathuu wa yansyuru rahmatah

Artinya: “Dan Dialah yang menurunkan hujan setelah mereka berputus asa dan menyebarkan rahmat-Nya.” (QS Asy-Syura: 28)

Ayat ini mengajarkan bahwa hujan sejatinya adalah simbol harapan. Ketika Ramadhan bertemu musim hujan, umat Islam diajak membaca tanda-tanda alam sebagai pengingat bahwa rahmat Allah selalu turun, baik dalam bentuk air yang membasahi bumi maupun ampunan yang melapangkan hati.

Baca juga: Puasa 2026 Berapa Hari Lagi? Ini Perkiraan Awal Ramadhan Menurut Hisab dan Rukyat

Puasa di Musim Hujan: Tantangan Fisik yang Perlu Disiasati

Puasa di tengah udara dingin membawa tantangan tersendiri. Menurut buku Fiqh Puasa karya Prof. Wahbah az-Zuhaili, menjaga kesehatan selama Ramadhan merupakan bagian dari maqashid syariah, yaitu menjaga jiwa (hifzh an-nafs). Artinya, ibadah tidak boleh dijalankan dengan mengabaikan kondisi tubuh.

Musim hujan sering diiringi meningkatnya risiko flu, batuk, maag, dan gangguan pencernaan. Karena itu, menjaga pola makan sehat menjadi kunci utama.

Para ahli gizi menganjurkan agar umat Islam mulai mengurangi konsumsi makanan dan minuman manis berlebihan, bersantan, serta gorengan.

Sebaliknya, perbanyak makanan kaya serat seperti sayur hijau, buah-buahan, biji-bijian, dan protein sehat dari ikan atau telur.

Serat membantu menjaga kestabilan gula darah dan membuat tubuh lebih bertenaga selama puasa.

Baca juga: Puasa Syaban, Ibadah Sunnah yang Dicintai Rasulullah Menjelang Ramadan

Hidrasi yang Tepat: Kunci Puasa Tetap Kuat

Minum air putih sering dianggap sepele, padahal justru sangat menentukan kualitas puasa. Dalam buku Jurus Sehat Raulullah karya dr. Zaidul Akbar disebutkan bahwa dehidrasi ringan saja dapat memicu sakit kepala, gangguan lambung, hingga vertigo.

Karena itu, dianjurkan minum minimal delapan gelas atau sekitar dua liter per hari. Pola yang banyak direkomendasikan adalah 2-4-2: dua gelas saat berbuka, empat gelas di antara waktu makan malam hingga sebelum tidur, dan dua gelas saat sahur.

Melatih kebiasaan minum air putih sejak sebelum Ramadhan sangat dianjurkan agar tubuh terbiasa dan tidak kaget saat jadwal minum berubah drastis.

Baca juga: Doa Memohon Keberkahan di Bulan Sya’ban untuk Menyambut Ramadhan

Lingkungan Bersih, Ibadah Lebih Tenang

Musim hujan juga membawa risiko banjir dan genangan air. Dalam konteks sosial, Islam mengajarkan kepedulian lingkungan sebagai bagian dari iman. Rasulullah SAW bersabda bahwa membersihkan jalan dari gangguan merupakan sedekah.

Membersihkan saluran air, got, dan halaman rumah sebelum Ramadhan menjadi langkah kecil yang berdampak besar.

Lingkungan yang bersih bukan hanya mencegah banjir, tetapi juga menciptakan suasana ibadah yang lebih nyaman.

Tidak ada yang lebih menenangkan selain berbuka puasa tanpa kecemasan air masuk ke rumah.

Melindungi Barang dan Dokumen Penting

Kesiapsiagaan juga bagian dari ikhtiar. Menyimpan dokumen penting di tempat tinggi, menggunakan wadah tahan air, dan memindahkan barang elektronik dari lantai rumah adalah langkah preventif yang sering diabaikan. Padahal, banjir kerap datang tanpa peringatan.

Dengan persiapan matang, umat Islam bisa menjalani Ramadhan dengan lebih fokus pada ibadah, bukan pada urusan darurat akibat cuaca.

Baca juga: Amalan Utama di Bulan Ramadhan Beserta Dalilnya

Ramadhan dan Hujan: Dua Rahmat yang Bertemu

Dalam kitab Lathaif al-Ma’arif karya Ibnu Rajab al-Hanbali, disebutkan bahwa waktu-waktu penuh keberkahan seperti Ramadhan seharusnya diisi dengan kesiapan lahir dan batin.

Ketika hujan turun bersamaan dengan Ramadhan, sesungguhnya dua rahmat sedang bertemu: rahmat langit dan rahmat ampunan.

Di balik dingin udara, ada kesempatan untuk menghangatkan jiwa dengan doa. Di balik hujan yang turun deras, ada peluang untuk meluapkan kegelisahan kepada Allah di sepertiga malam.

Bersiap Sejak Sekarang

Ramadhan 2026 bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga. Ia adalah tentang kesiapan menghadapi alam, menjaga tubuh, merawat lingkungan, dan menguatkan iman. Hujan mungkin tidak bisa dihentikan, tetapi sikap kita terhadapnya bisa diubah.

Dengan pola makan sehat, hidrasi yang cukup, lingkungan yang bersih, dan jiwa yang siap, Ramadhan di musim hujan bukan lagi hambatan.

Ia justru bisa menjadi pengalaman spiritual yang lebih dalam, lebih sunyi, dan lebih menyentuh hati.

Karena pada akhirnya, setiap tetes hujan yang jatuh adalah pengingat sebagaimana bumi disucikan oleh air dari langit, hati manusia pun bisa disucikan oleh Ramadhan asal kita mau bersiap.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Aktual
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Aktual
MUI Akan Luncurkan Wajib Halal Oktober di Bengkulu pada 1 Oktober 2026
MUI Akan Luncurkan Wajib Halal Oktober di Bengkulu pada 1 Oktober 2026
Aktual
Imam Besar Dunia Shalat Jumat di Masjid Istiqlal, Doakan Persatuan Umat dan Kembalinya Masjid Al Aqsa
Imam Besar Dunia Shalat Jumat di Masjid Istiqlal, Doakan Persatuan Umat dan Kembalinya Masjid Al Aqsa
Aktual
Menag Ajak Imam Gunakan Bahasa Agama untuk Bangun Kesadaran Menjaga Lingkungan
Menag Ajak Imam Gunakan Bahasa Agama untuk Bangun Kesadaran Menjaga Lingkungan
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar