Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Gus Rozin Bawa Gagasan "Poros Tengah" di Bursa Ketum PBNU

Kompas.com, 15 Agustus 2026, 12:24 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com - KH Abdul Ghaffar Rozin atau Gus Rozin mencuat sebagai salah satu kandidat Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menjelang Muktamar NU ke-35 yang akan diselenggarakan pada 27-31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.

Gus Rozin dinilai memiliki gaya kepemimpinan yang tenang dan tidak konfrontatif, dianggap mampu merajut kebersamaan di tengah dinamika internal organisasi.

Kader NU asal Boyolali, Mufid Rahmat, menyebut pencalonan Gus Rozin melalui pendekatan "poros tengah" yang berupaya mempertemukan berbagai kelompok di tubuh NU.

"Poros tengah adalah poros yang mempertemukan, bukan poros baru yang diametral," kata Mufid dalam keterangan tertulis, Minggu (15/8/2026).

Baca juga: Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU

Gus Rozin menawarkan lima prinsip kepemimpinan: akhlakul karimah, musyawarah, keadilan, khidmah, dan maslahah, yang dinilai relevan untuk menghadapi tantangan organisasi saat ini.

Profil dan Visi Kepemimpinan

Gus Rozin memiliki latar belakang pendidikan pesantren dan umum, dengan pengalaman di bidang filsafat, tarbiyah, manajemen pendidikan, kepemimpinan, hingga pendidikan doktoral.

Jejarinya mencakup pesantren besar seperti Tambakberas, Denanyar, Maslakul Huda Kajen, Al-Munawwir Krapyak, serta Lirboyo.

Pengalaman organisasinya meliputi IPNU, GP Ansor, Rabithah Ma'ahid Islamiyah (RMI), dan jajaran Katib Syuriah PBNU.

Saat ini, ia menjabat Ketua PWNU Jawa Tengah dan Ketua Majelis Masyayikh Kementerian Agama.

Mufid menilai pengalaman tersebut menjadi bekal Gus Rozin dalam memahami persoalan organisasi dan menyusun agenda pengembangan NU.

Agenda yang dikaitkan dengan Gus Rozin antara lain penguatan Aswaja, khittah dan qanun asasi, pembenahan tata kelola organisasi, penguatan ekosistem pendidikan NU, kaderisasi sistematis, pengembangan NU Satu Data, kemandirian ekonomi, serta peningkatan diplomasi dan kolaborasi NU di tingkat nasional dan global.

Dukungan dan Harapan

Dukungan terhadap Gus Rozin mulai disuarakan oleh pengurus NU di daerah.

Ketua Tanfidziyah PWNU Gorontalo KH Ibrahim T Sore menyatakan pihaknya menyambut kedatangan Gus Rozin dan rombongan, bahkan pengurus dari Gorontalo telah tiba sejak dini hari untuk pertemuan tersebut.

"Insyaallah kami bisa memberikan dukungan untuk menjadi Ketua PBNU ke depan. Kami berharap NU senantiasa bisa lebih berjaya ke depan," ujar Ibrahim masih dalam keterangan tertulis.

Gus Rozin juga disebut telah memperoleh dukungan dan restu dari sejumlah tokoh NU, termasuk mantan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj, untuk maju sebagai bakal calon Ketua Umum PBNU pada Muktamar NU ke-35.

Baca juga: Gus Rozin: Kalau Pemerintah Salah Ambil Kebijakan, NU yang Mengingatkan

Mufid Rahmat berpendapat bahwa NU saat ini membutuhkan pemimpin yang tidak hanya kuat dalam retorika, tetapi juga mampu menyelesaikan persoalan dan memberikan pelayanan kepada warga nahdliyin.

"NU tidak butuh 'wawu panjang' (wah), tetapi butuh uswah; pemimpin sekaligus teladan," katanya.

Muktamar NU ke-35 di Jombang akan menjadi momentum penting bagi warga nahdliyin untuk menentukan arah kepemimpinan PBNU selama lima tahun mendatang, termasuk dalam menghadapi tantangan di bidang organisasi, pendidikan, ekonomi, serta peran NU di tingkat nasional dan global.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar