Editor
KOMPAS.com - Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyampaikan duka cita atas gempa bumi yang melanda Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan menimbulkan korban jiwa serta kerusakan.
Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir juga mengungkap doa untuk para korban dan keluarga yang terdampak gempa.
Baca juga: Gempa M 7,7 di NTT, Muhammadiyah Buka Posko dan Kerahkan Tim Medis
“Atas nama Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan seluruh keluarga besar Muhammadiyah, kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas musibah gempa bumi yang menimpa saudara-saudara kita di Flores, Nusa Tenggara Timur. Semoga saudara-saudara yang meninggal mendapat tempat terbaik di sisi Allah, serta memberikan kekuatan dan ketabahan kepada keluarga yang ditinggalkan,” ucap Haedar Nashir Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah pada Sabtu (15/8/2026).
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat turut memberikan bantuan kepada warga yang tengah menghadapi situasi darurat.
Baca juga: BMKG Prediksi Gempa Susulan NTT Meluruh dalam 3 Minggu
“Musibah ini merupakan duka kita bersama. Karena itu, seluruh elemen bangsa perlu bergandengan tangan, memberikan pertolongan terbaik kepada masyarakat yang terdampak, terutama mereka yang kehilangan anggota keluarga, tempat tinggal, dan sumber penghidupan,” tuturnya.
Haedar mengatakan Muhammadiyah melalui jaringan kebencanaan terus menjalankan respons kemanusiaan di wilayah yang terdampak gempa.
“Jaringan Muhammadiyah melalui MDMC (Muhammadiyah Disaster Management Center) dan Lazismu akan terus hadir membantu masyarakat. Kehadiran itu merupakan bagian dari komitmen Muhammadiyah untuk menolong sesama,” kata Haedar.
Sebagai bagian dari respons awal, Muhammadiyah melalui MDMC telah mengaktifkan Pos Koordinasi Wilayah (Poskorwil) di Ende, NTT.
Posko tersebut menjadi bagian dari upaya Muhammadiyah memantau kondisi warga terdampak sekaligus mengidentifikasi kebutuhan kemanusiaan di lapangan.
Pengaktifan Poskorwil juga ditujukan untuk memastikan penanganan kebutuhan warga dapat dilakukan secara terkoordinasi.
Langkah tersebut mencakup pemantauan kondisi masyarakat serta tindak lanjut terhadap kebutuhan kemanusiaan selama masa tanggap darurat.
Haedar mengapresiasi gerak cepat relawan Muhammadiyah di wilayah terdampak gempa Flores. Ia juga mengajak seluruh jaringan Muhammadiyah memperkuat solidaritas kemanusiaan selama proses penanganan bencana berlangsung.
“Semoga para relawan, tenaga kesehatan, dan seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan bencana diberikan kekuatan dan kemudahan. Kita berharap proses evakuasi, pencarian, pelayanan kepada pengungsi, dan pemulihan masyarakat dapat berjalan dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.
Ia turut mengajak masyarakat luas memberikan dukungan kepada warga Flores melalui doa, bantuan kemanusiaan, maupun bentuk dukungan lain yang dibutuhkan selama masa tanggap darurat.
“Dalam menghadapi bencana, kita harus memperkuat solidaritas dan gotong royong. Semoga dari musibah ini lahir kekuatan kemanusiaan yang membantu saudara-saudara kita untuk bangkit dan kembali menata kehidupan,” pungkas Haedar.
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT