Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pilih Paskibraka daripada O2SN, Siswa MAN IC Siak Wakili Riau di Istana

Kompas.com, 15 Agustus 2026, 16:33 WIB
Reni Susanti

Editor

JAKARTA, KOMPAS.com - Siswa Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC) Siak, Rizqy Aditya Siregar, menjadi salah satu anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tingkat Pusat 2026.

Rizqy yang mewakili Provinsi Riau dikukuhkan bersama 75 anggota Paskibraka lainnya oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Istana Negara, Sabtu (15/8/2026).

Sebanyak 76 anggota Paskibraka yang berasal dari 38 provinsi tersebut akan bertugas dalam upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia di Istana Merdeka pada 17 Agustus 2026.

Baca juga: Pekalongan Darurat Sampah, 317 Siswa Muhammadiyah Pilih Karnaval Daur Ulang

Sehari sebelum dikukuhkan, Rizqy mengaku bersyukur sekaligus menyadari besarnya tanggung jawab yang akan diembannya.

"Perasaan saya bercampur aduk antara syukur yang mendalam, haru, dan tanggung jawab yang besar," ujar Rizqy dikutip dari laman Kementerian Agama, Sabtu (15/8/2026). 

Siswa kelas XI MAN IC Siak itu tidak menganggap keberhasilannya menembus Paskibraka tingkat pusat semata-mata sebagai prestasi pribadi.

Menurut dia, pencapaian tersebut merupakan buah dari doa orangtua, kerja keras selama proses seleksi, serta dukungan keluarga besar madrasah.

Perjalanan Rizqy hingga terpilih mewakili Riau di tingkat nasional juga tidak singkat. Ia harus menjalani latihan fisik secara disiplin, membangun ketahanan mental, hingga memperkuat wawasan kebangsaan.

"Setiap sore di lapangan, setiap sesi belajar mandiri, dan setiap tetes keringat adalah bagian dari proses panjang yang tidak pernah instan," katanya.

Sempat memilih antara O2SN dan Paskibraka

Dalam perjalanannya, Rizqy sempat dihadapkan pada pilihan antara melanjutkan proses Paskibraka atau mengikuti Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN).

Ia mendapat kesempatan mengikuti O2SN cabang atletik. Namun, jadwal kegiatan tersebut berbenturan dengan tahapan Paskibraka.

Rizqy akhirnya memilih melanjutkan proses seleksi Paskibraka. Keputusan itu membawanya lolos hingga tingkat nasional dan mendapat kesempatan mewakili Riau.

Menurut Rizqy, salah satu tantangan terberat selama seleksi bukan hanya latihan fisik, melainkan menjaga kondisi mental di tengah ketatnya persaingan.

Ia berusaha tidak terlalu memikirkan hasil seleksi dan memilih berkonsentrasi pada persiapan yang bisa dilakukannya.

"Saya belajar untuk fokus pada apa yang bisa saya kendalikan, yaitu usaha terbaik saya, daripada memikirkan hasil akhir yang belum pasti," tuturnya.

Di sekolah, Rizqy aktif dalam organisasi siswa madrasah (OSIM) dan Pasus MAN IC Siak. Kesibukan tersebut tidak membuatnya meninggalkan akademik.

Rizqy tercatat menempati peringkat ketiga di kelas dengan nilai rata-rata rapor 89,73.
Ia mengatakan, manajemen waktu menjadi salah satu kunci untuk menyeimbangkan kegiatan akademik dan latihan.

"Saya menerapkan manajemen waktu yang ketat. Kuncinya adalah fokus penuh saat mengerjakan satu tugas: jika sedang belajar, maka belajar sungguh-sungguh; jika sedang berlatih, maka berlatih dengan totalitas," ujarnya.

Dukungan keluarga dan madrasah

Rizqy mengatakan, dukungan keluarga dan sekolah memiliki peran besar dalam perjalanannya menjadi Paskibraka tingkat pusat.

Kedua orangtuanya, Muhammad Isnaini Siregar dan Dina Afnita, menjadi pendukung utama selama proses seleksi dan pembinaan.

Sementara itu, para guru di MAN IC Siak memberikan dukungan agar Rizqy tetap dapat menjalankan kewajiban akademik di tengah kesibukannya mengikuti pembinaan Paskibraka.

"Peran mereka mutlak sangat besar. Keluarga adalah pendukung moral utama saya di rumah," kata Rizqy.

Ia menilai lingkungan MAN IC Siak juga memberinya ruang untuk mengembangkan kemampuan akademik maupun nonakademik.

"Keberhasilan ini adalah keberhasilan keluarga besar MAN Insan Cendekia Siak," ujarnya.

Paskibraka bukan sekadar mengibarkan bendera

Bagi Rizqy, menjadi anggota Paskibraka tingkat pusat bukan sekadar kesempatan untuk berdiri di Istana Merdeka dan mengibarkan Sang Saka Merah Putih.

Ia memandang tugas tersebut sebagai bentuk pengabdian kepada Indonesia.

"Ini adalah bentuk nyata pengabdian kepada tanah air. Menjadi anggota Paskibraka Tingkat Pusat mengajarkan saya bahwa mencintai Indonesia adalah dengan cara memberikan yang terbaik dari diri kita," kata Rizqy.

Selama proses pembinaan, nilai yang paling membekas baginya adalah kebersamaan. Para anggota Paskibraka yang datang dari berbagai daerah dituntut bekerja sebagai satu tim.

"Tidak ada sosok 'pahlawan tunggal' dalam Paskibraka; semuanya adalah tentang kerja sama, kebersamaan, dan kedisiplinan," ujarnya.

Rizqy pun tidak ingin menjadikan Paskibraka sebagai akhir dari pencapaiannya. Ia berharap pengalaman dan kedisiplinan yang diperoleh selama pembinaan dapat menjadi bekal untuk terus berkontribusi kepada masyarakat.

"Prestasi ini hanyalah awal; saya ingin menggunakan kedisiplinan yang saya pelajari untuk menjadi pribadi yang bermanfaat bagi masyarakat luas," katanya.

Selain Rizqy, sejumlah siswa madrasah negeri lainnya juga berhasil lolos sebagai Paskibraka Tingkat Pusat 2026.

Mereka antara lain Adzra Khairy Fadian dari MAN 1 Kota Serang yang mewakili Provinsi Banten dan Khalyana Zahira Sandi dari MAN 1 Lubuk Linggau.

Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT



Terkini Lainnya
Niat Sholat Qobliyah Subuh 2 Rakaat: Arab, Latin, Arti, dan Tata Caranya
Niat Sholat Qobliyah Subuh 2 Rakaat: Arab, Latin, Arti, dan Tata Caranya
Doa dan Niat
Mendengar Azan, Jangan Sekadar Diam: Ini Amalan yang Dianjurkan
Mendengar Azan, Jangan Sekadar Diam: Ini Amalan yang Dianjurkan
Aktual
Ahmad Muzani: Pendidikan Bukan Hanya Mengasah Kecerdasan, tetapi Juga Akhlak
Ahmad Muzani: Pendidikan Bukan Hanya Mengasah Kecerdasan, tetapi Juga Akhlak
Aktual
Dzikir Pagi Lengkap: Arab, Latin, Arti, Urutan, dan Waktu Membacanya
Dzikir Pagi Lengkap: Arab, Latin, Arti, Urutan, dan Waktu Membacanya
Doa Harian
Doa Selamat Dunia Akhirat Lengkap: Arab, Latin, Arti, dan Waktu Membacanya
Doa Selamat Dunia Akhirat Lengkap: Arab, Latin, Arti, dan Waktu Membacanya
Doa Harian
Niat Sholat Qobliyah Subuh 2 Rakaat Lengkap dengan Tata Cara dan Keutamaannya
Niat Sholat Qobliyah Subuh 2 Rakaat Lengkap dengan Tata Cara dan Keutamaannya
Doa Harian
Masjid di Klaten Jadi Dapur MBG, Bagaimana Hukumnya Menurut Fikih?
Masjid di Klaten Jadi Dapur MBG, Bagaimana Hukumnya Menurut Fikih?
Aktual
Doa Dijauhkan dari Marabahaya, Amalan Memohon Perlindungan kepada Allah
Doa Dijauhkan dari Marabahaya, Amalan Memohon Perlindungan kepada Allah
Doa dan Niat
Doa Mencari Orang Hilang bagi Jurnalis yang Hilang Kontak di Selat Sunda
Doa Mencari Orang Hilang bagi Jurnalis yang Hilang Kontak di Selat Sunda
Doa dan Niat
MUI Ajak Tobat Ekologi untuk Menghentikan Kerusakan Lingkungan
MUI Ajak Tobat Ekologi untuk Menghentikan Kerusakan Lingkungan
Aktual
Gus Kikin: Saya Akan Banyak di Jakarta, tetapi Tidak Melupakan Jawa Timur
Gus Kikin: Saya Akan Banyak di Jakarta, tetapi Tidak Melupakan Jawa Timur
Aktual
JK Sebut Pendidikan Islam Harus Adaptif, Jangan Menjadi Museum Masa Lalu
JK Sebut Pendidikan Islam Harus Adaptif, Jangan Menjadi Museum Masa Lalu
Aktual
Pendaftaran Beasiswa Zakat Indonesia 2026 Diperpanjang, Cek Jadwalnya
Pendaftaran Beasiswa Zakat Indonesia 2026 Diperpanjang, Cek Jadwalnya
Aktual
Darul Amanah Jajaki Beasiswa dan Pertukaran Pelajar dengan Negara-Negara Timur Tengah
Darul Amanah Jajaki Beasiswa dan Pertukaran Pelajar dengan Negara-Negara Timur Tengah
Aktual
Hukum Berjabat Tangan Setelah Shalat Berjamaah, Adakah Tuntunannya?
Hukum Berjabat Tangan Setelah Shalat Berjamaah, Adakah Tuntunannya?
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar