Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Prabowo Targetkan Renovasi Sekolah dan Pesantren, 2.120 Madrasah Diusulkan Direvitalisasi

Kompas.com, 15 Agustus 2026, 07:33 WIB
Reni Susanti

Editor

JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Prabowo Subianto menegaskan pembangunan manusia menjadi salah satu prioritas pemerintah. Salah satu upayanya dilakukan melalui pemerataan akses pendidikan dan perbaikan fasilitas sekolah, termasuk madrasah dan pesantren.

Dalam program revitalisasi tersebut, sebanyak 2.120 madrasah diusulkan untuk mendapatkan perbaikan. Dari jumlah tersebut, pengerjaan terhadap 1.404 madrasah tengah dikebut.

"Pembangunan yang paling menentukan masa depan adalah pembangunan manusia," kata Prabowo dalam Pidato Kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI di Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Baca juga: Jadwal Pengajuan BOS Madrasah dan BOP RA Tahap II 2026, Total Rp 4,1 Triliun

Prabowo mengatakan pemerintah mempercepat perbaikan infrastruktur pendidikan agar anak-anak memperoleh lingkungan belajar yang layak.

Menurut dia, lebih dari 71.744 sekolah telah mendapatkan perbaikan hingga tahun ini.

Pemerintah menargetkan jumlah sekolah yang direnovasi terus bertambah hingga seluruh satuan pendidikan mendapatkan fasilitas yang memadai.

"Sampai tahun ini kita telah perbaiki lebih dari 71.744 sekolah. Tahun lalu 17.000, tahun ini 71.000 lebih. Tahun depan target kita 100.000," ujarnya dikutip dari kemenag.go.id, Sabtu (15/8/2026).

Prabowo menargetkan renovasi seluruh sekolah di Indonesia, mulai SD, SMP, SMA, SMK hingga satuan pendidikan di lingkungan pesantren, dapat diselesaikan pada 2029.

"Tahun 2029 semua sekolah di Indonesia, SD, SMP, SMA, SMK, termasuk di pesantren-pesantren harus kita selesai renovasi," kata Prabowo.

Baca juga: Cara Mengunduh 90 Buku PAI dan Bahasa Arab Gratis untuk Siswa Madrasah

2.120 Madrasah Diusulkan Direvitalisasi

Madrasah menjadi salah satu bagian dari program revitalisasi satuan pendidikan.

Sebanyak 2.120 madrasah diusulkan mendapatkan program revitalisasi. Dari jumlah tersebut, 1.404 madrasah tengah dikebut pengerjaannya.

Revitalisasi tidak hanya diarahkan pada perbaikan bangunan, tetapi juga untuk memastikan peserta didik memperoleh fasilitas yang mendukung proses pembelajaran.

Menteri Agama Nasaruddin Umar sebelumnya mengatakan kebijakan tersebut diharapkan memberikan kesempatan yang setara kepada anak-anak Indonesia untuk mendapatkan pendidikan berkualitas.

"Pemerintah, dalam hal ini Presiden Prabowo, benar-benar memberikan perhatian kepada pendidikan tanpa membedakan. Semua diberikan prioritas agar anak-anak senang belajar, guru senang mengajar, dan masyarakat puas dengan hasilnya," kata Nasaruddin saat meninjau MTsN 1 Kota Bogor.

Dua MAN IC Masuk Sekolah Garuda Transformasi

Selain infrastruktur, pemerintah mendorong peningkatan mutu pembelajaran agar peserta didik mampu bersaing di tingkat global.

Salah satu program yang dikembangkan adalah Sekolah Unggul Garuda Transformasi.

"Sekolah unggul Garuda Transformasi tadi sudah mencakup 42 sekolah di 15 provinsi. Terdiri dari 12 sekolah tahun 2025 dan 30 sekolah tambahan pada tahun 2026," ujar Prabowo.

Dua madrasah yang masuk dalam program tersebut adalah MAN Insan Cendekia Ogan Komering Ilir (OKI) dan MAN Insan Cendekia Gorontalo.

Menurut Prabowo, sekolah dalam program tersebut menggunakan kurikulum International Baccalaureate (IB) untuk mendukung standar pendidikan yang mampu bersaing secara global.

Pemerintah juga mendorong peningkatan kemampuan bahasa asing, baik bagi guru maupun peserta didik.

"Kita akan kumpulkan guru-guru terbaik. Termasuk bahasa asing. Bahasa asing mutlak harus kita kuasai," kata Prabowo.

Ia mengatakan pengenalan bahasa asing nantinya dilakukan sejak pendidikan dasar.

"Kita akan mulai bahasa asing untuk anak-anak kita mulai dari SD. SD kelas 1 mereka harus mulai bahasa asing," ujarnya.

Menurut Prabowo, peningkatan kualitas pendidikan pada akhirnya harus membuat generasi muda memiliki kemampuan yang lebih baik ketika memasuki dunia kerja.

"Anak-anak kita harus punya akses kepada pendidikan terbaik agar mereka nanti kalau sudah mencari lapangan kerja mereka punya kemampuan lebih," katanya.

Tak Boleh Ada Anak Bertaruh Nyawa demi Sekolah

Pemerataan pendidikan, menurut Prabowo, tidak hanya berkaitan dengan kondisi sekolah. Akses menuju tempat pendidikan juga harus diperhatikan, terutama di wilayah perdesaan.

Pemerintah karena itu mempercepat pembangunan jembatan desa untuk meningkatkan konektivitas.

Prabowo mengatakan sebanyak 2.500 jembatan desa telah dibangun TNI dan 874 jembatan dibangun Polri. Pemerintah menargetkan lebih dari 5.000 jembatan desa selesai hingga akhir tahun.

Menurut dia, pembangunan tersebut diperlukan agar kondisi geografis tidak lagi menjadi penghalang bagi anak untuk mendapatkan pendidikan.

"Tidak boleh lagi ada anak-anak kita yang harus bertarung nyawa hanya untuk menyeberang sungai untuk ke sekolah, karena tidak ada jembatan," ujar Prabowo.

Bagi madrasah dan pesantren, revitalisasi sarana pendidikan menjadi bagian dari upaya pemerataan kualitas pendidikan.

Perbaikan fasilitas, peningkatan kompetensi guru, dan akses menuju sekolah diharapkan dapat memperkecil kesenjangan layanan pendidikan antardaerah.

Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT



Terkini Lainnya
MTQ Nasional XXXI di Semarang Siap Digelar pada 11 hingga 20 September 2026
MTQ Nasional XXXI di Semarang Siap Digelar pada 11 hingga 20 September 2026
Aktual
Niat Sholat Qobliyah Subuh 2 Rakaat: Arab, Latin, Arti, dan Tata Caranya
Niat Sholat Qobliyah Subuh 2 Rakaat: Arab, Latin, Arti, dan Tata Caranya
Doa dan Niat
Mendengar Azan, Jangan Sekadar Diam: Ini Amalan yang Dianjurkan
Mendengar Azan, Jangan Sekadar Diam: Ini Amalan yang Dianjurkan
Aktual
Ahmad Muzani: Pendidikan Bukan Hanya Mengasah Kecerdasan, tetapi Juga Akhlak
Ahmad Muzani: Pendidikan Bukan Hanya Mengasah Kecerdasan, tetapi Juga Akhlak
Aktual
Dzikir Pagi Lengkap: Arab, Latin, Arti, Urutan, dan Waktu Membacanya
Dzikir Pagi Lengkap: Arab, Latin, Arti, Urutan, dan Waktu Membacanya
Doa Harian
Doa Selamat Dunia Akhirat Lengkap: Arab, Latin, Arti, dan Waktu Membacanya
Doa Selamat Dunia Akhirat Lengkap: Arab, Latin, Arti, dan Waktu Membacanya
Doa Harian
Niat Sholat Qobliyah Subuh 2 Rakaat Lengkap dengan Tata Cara dan Keutamaannya
Niat Sholat Qobliyah Subuh 2 Rakaat Lengkap dengan Tata Cara dan Keutamaannya
Doa Harian
Masjid di Klaten Jadi Dapur MBG, Bagaimana Hukumnya Menurut Fikih?
Masjid di Klaten Jadi Dapur MBG, Bagaimana Hukumnya Menurut Fikih?
Aktual
Doa Dijauhkan dari Marabahaya, Amalan Memohon Perlindungan kepada Allah
Doa Dijauhkan dari Marabahaya, Amalan Memohon Perlindungan kepada Allah
Doa dan Niat
Doa Mencari Orang Hilang bagi Jurnalis yang Hilang Kontak di Selat Sunda
Doa Mencari Orang Hilang bagi Jurnalis yang Hilang Kontak di Selat Sunda
Doa dan Niat
MUI Ajak Tobat Ekologi untuk Menghentikan Kerusakan Lingkungan
MUI Ajak Tobat Ekologi untuk Menghentikan Kerusakan Lingkungan
Aktual
Gus Kikin: Saya Akan Banyak di Jakarta, tetapi Tidak Melupakan Jawa Timur
Gus Kikin: Saya Akan Banyak di Jakarta, tetapi Tidak Melupakan Jawa Timur
Aktual
JK Sebut Pendidikan Islam Harus Adaptif, Jangan Menjadi Museum Masa Lalu
JK Sebut Pendidikan Islam Harus Adaptif, Jangan Menjadi Museum Masa Lalu
Aktual
Pendaftaran Beasiswa Zakat Indonesia 2026 Diperpanjang, Cek Jadwalnya
Pendaftaran Beasiswa Zakat Indonesia 2026 Diperpanjang, Cek Jadwalnya
Aktual
Darul Amanah Jajaki Beasiswa dan Pertukaran Pelajar dengan Negara-Negara Timur Tengah
Darul Amanah Jajaki Beasiswa dan Pertukaran Pelajar dengan Negara-Negara Timur Tengah
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar