Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Nama dan Gelar Nabi Muhammad SAW Beserta Maknanya

Kompas.com, 14 Agustus 2026, 19:47 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Nabi Muhammad SAW merupakan nabi dan rasul terakhir yang menjadi teladan utama bagi umat Islam dalam menjalani kehidupan.

Beliau diutus oleh Allah SWT sebagai penutup para nabi dan rasul (Khatamun Nabiyin), sehingga tidak ada lagi nabi atau rasul setelah beliau hingga akhir zaman.

Selain nama Muhammad, Rasulullah SAW juga dikenal dengan sejumlah nama dan gelar yang menggambarkan sifat, kedudukan, serta tugas beliau.

Baca juga: Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW

Nama dan gelar tersebut memiliki makna yang berkaitan dengan risalah, akhlak, kepemimpinan, dan perjuangan beliau.

Menjelang momen maulid nabi, memahami nama dan gelar Nabi Muhammad SAW juga dapat menjadi salah satu cara untuk mengenal sosok Rasulullah secara lebih mendalam.

Baca juga: 4 Hikmah Kelahiran Nabi Muhammad SAW di Bulan Rabiul Awal

Sejarah Nama Nabi Muhammad SAW dan Maknanya

Dilansir dari laman Muhammadiyah, nama Nabi Muhammad SAW dalam bahasa Arab ditulis مُحَمَّد (Muḥammad). Nama tersebut berasal dari akar kata ḥamd yang bermakna pujian.

Nama “Muhammad” diberikan oleh kakeknya, ʿAbdul Muthalib. Ketika Nabi Muhammad SAW lahir, sang kakek merasa sangat gembira, kemudian menggendong beliau masuk ke dalam Ka‘bah dan berdoa kepada Allah. Setelah itu, ia memberi nama cucunya Muhammad.

Nama Muhammad bukan satu-satunya nama yang disandang Rasulullah SAW. Beliau juga menjelaskan beberapa nama lain dalam sebuah hadis:

“Aku memiliki beberapa nama: Aku adalah Muhammad, Aku adalah Ahmad, Aku adalah al-Māhī, yang dengannya Allah menghapuskan kekufuran; Aku adalah al-Hāsyir, yang dengan kedatanganku manusia akan dibangkitkan; Aku adalah al-‘Āqib, yang setelahku tidak ada lagi nabi; Aku adalah Nabi Rahmat, Aku adalah Nabi Tobat, Aku adalah al-Muqaffā, penyempurna dari para nabi; dan Aku adalah Nabi Malāhim (Ujian).”

Nama-nama tersebut menunjukkan berbagai sisi dari risalah Nabi Muhammad SAW. Di antaranya berkaitan dengan penghapusan kekufuran, datangnya hari kebangkitan, kedudukan sebagai nabi terakhir, hingga peran beliau sebagai pembawa rahmat.

Di antara nama Rasulullah SAW yang paling dikenal adalah Muhammad dan Ahmad. Keduanya berasal dari akar kata ḥamd yang berarti pujian.

Muhammad bermakna “yang diberi pujian tiada henti”, sedangkan Ahmad berarti “yang diberi pujian terbaik”.

Nama tersebut kemudian menjadi bagian dari penghormatan umat Islam kepada Rasulullah SAW, termasuk melalui bacaan shalawat yang terus dilantunkan oleh umat Islam.

Nama-Nama Nabi Muhammad SAW dalam Hadis

Selain Muhammad dan Ahmad, Rasulullah SAW menyebut sejumlah nama yang memiliki makna khusus. Berikut beberapa di antaranya.

1. Al-Māhī

Al-Māhī berasal dari kata mahā yang berarti menghapus. Nama ini dikaitkan dengan peran Rasulullah SAW dalam menghapus kekufuran melalui risalah Islam.

Kehadiran Nabi Muhammad SAW membawa ajaran tauhid dan menjadi bagian dari perubahan besar dalam kehidupan manusia. Karena itu, nama Al-Māhī menggambarkan salah satu fungsi risalah beliau.

2. Al-Hāsyir

Al-Hāsyir berkaitan dengan makna berkumpul atau dihimpunkan. Rasulullah SAW menyebut dirinya sebagai Al-Hāsyir karena dengan kedatangan beliau, manusia akan dibangkitkan.

Nama tersebut mengingatkan umat Islam pada kehidupan akhirat dan Hari Kebangkitan sebagai bagian dari ajaran yang dibawa Nabi Muhammad SAW.

3. Al-‘Āqib

Al-‘Āqib bermakna yang datang setelah yang lain. Dalam hadis tersebut, nama ini dijelaskan dengan makna bahwa setelah Rasulullah SAW tidak ada lagi nabi.

Dengan demikian, Al-‘Āqib menegaskan kedudukan Nabi Muhammad SAW sebagai nabi terakhir dan penutup rangkaian kenabian.

4. Nabi Rahmat

Rasulullah SAW juga disebut Nabi Rahmat karena kehadirannya membawa rahmat bagi seluruh alam. Hal ini sejalan dengan firman Allah SWT:

“Wa mā arsalnāka illā rahmatan lil-‘ālamīn” (QS. al-Anbiyā’ [21]: 107).

Makna tersebut menunjukkan bahwa risalah Nabi Muhammad SAW tidak hanya berkaitan dengan ibadah, tetapi juga membawa tuntunan yang mengarahkan manusia kepada kebaikan dan kehidupan yang penuh rahmat.

5. Nabi Tobat

Nama Nabi Tobat menggambarkan peran Rasulullah SAW dalam mengajarkan umat manusia untuk kembali kepada Allah SWT. Melalui ajaran yang beliau sampaikan, manusia mendapatkan tuntunan mengenai keimanan, amal saleh, dan jalan pertobatan.

6. Al-Muqaffā

Al-Muqaffā memiliki makna penyempurna atau yang mengikuti jejak para nabi sebelumnya. Nama tersebut berkaitan dengan kedudukan Nabi Muhammad SAW sebagai penyempurna risalah para nabi terdahulu.

7. Nabi Malāhim

Rasulullah SAW juga menyebut dirinya sebagai Nabi Malāhim (Ujian). Nama ini berkaitan dengan berbagai ujian dan pergulatan yang menyertai risalah beliau, termasuk pertentangan antara iman dan kekufuran.

Gelar Nabi Muhammad SAW

Dilansir dari laman Baznas, Nabi Muhammad SAW memiliki sejumlah gelar yang menggambarkan sifat, kedudukan, dan peran beliau sebagai nabi dan rasul terakhir. Gelar-gelar tersebut juga mencerminkan akhlak mulia, kepercayaan yang diberikan masyarakat, serta tugas Rasulullah SAW dalam menyampaikan risalah Islam kepada umat manusia.

1. Al-Amin

Sebelum diangkat menjadi nabi dan rasul, Muhammad SAW dikenal masyarakat Mekkah dengan gelar Al-Amin, yang berarti orang yang terpercaya.

Gelar tersebut menggambarkan kejujuran dan integritas beliau yang telah dikenal masyarakat. Kepercayaan tersebut menjadi bagian penting dari kehidupan Nabi Muhammad SAW sebelum menerima wahyu.

Al-Amin bukan sekadar panggilan, tetapi mencerminkan karakter Rasulullah SAW yang jujur, dapat dipercaya, dan memiliki akhlak mulia.

2. Rasulullah

Rasulullah berarti Utusan Allah. Gelar ini menunjukkan kedudukan Nabi Muhammad SAW sebagai rasul yang menerima wahyu dan berkewajiban menyampaikannya kepada umat manusia.

Sebagai rasul terakhir, Nabi Muhammad SAW menyampaikan ajaran Islam sebagai petunjuk dalam persoalan iman, ibadah, akhlak, dan kehidupan sosial. Beliau juga memberikan contoh penerapan ajaran tersebut melalui perkataan dan perbuatannya.

3. Al-Huda

Nabi Muhammad SAW juga dikenal dengan gelar Al-Huda, yang berarti pembimbing atau pemberi petunjuk. Gelar ini menggambarkan peran beliau dalam membimbing manusia menuju jalan yang benar.

Ajaran Rasulullah SAW memberikan tuntunan mengenai akhlak, ibadah, dan prinsip kehidupan yang sesuai dengan ajaran Islam. Karena itu, beliau menjadi teladan dalam menjalani kehidupan sekaligus membimbing umat menuju kebaikan.

4. Al-Mustafa

Al-Mustafa berarti yang terpilih. Gelar tersebut menggambarkan kedudukan Nabi Muhammad SAW sebagai orang yang dipilih Allah SWT untuk membawa dan menyampaikan risalah-Nya.

Kedudukan tersebut juga menjadi pengingat bagi umat Islam untuk meneladani akhlak dan perilaku Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.

5. Sayyid al-Mursalin

Sayyid al-Mursalin berarti pemimpin para rasul. Gelar ini menggambarkan kemuliaan kedudukan Nabi Muhammad SAW di antara para utusan Allah.

Nabi Muhammad SAW merupakan nabi terakhir yang membawa risalah Islam. Keteladanan beliau dalam memimpin, membimbing, dan memperlakukan umat menjadi bagian penting dari sejarah dakwah Islam.

Nama dan Gelar Nabi Muhammad SAW Lainnya

Selain nama dan gelar tersebut, Rasulullah SAW juga dikenal dengan beberapa sebutan lain yang berkaitan dengan risalah dan perjuangan beliau.

Di antaranya adalah Al-Malhamah yang berkaitan dengan perang dan penaklukan, serta Al-Fatih yang berarti sang penakluk.

Beragam nama dan gelar Nabi Muhammad SAW tersebut menggambarkan berbagai sisi kehidupan dan perjuangan beliau dalam menyampaikan risalah Allah SWT.

Setiap nama memiliki makna yang dapat membantu umat Islam memahami kedudukan dan peran Rasulullah SAW secara lebih mendalam.

Nama Muhammad dan Ahmad mengandung makna pujian, sedangkan nama seperti Al-Māhī, Al-Hāsyir, dan Al-‘Āqib berkaitan dengan risalah serta kedudukan beliau sebagai nabi terakhir. Gelar seperti Al-Amin, Rasulullah, Al-Huda, Al-Mustafa, dan Sayyid al-Mursalin juga menggambarkan sifat, tugas, dan kemuliaan Nabi Muhammad SAW.

Mengenal nama dan gelar Rasulullah SAW pada akhirnya bukan hanya tentang mengetahui sebutannya, tetapi juga memahami nilai dan keteladanan yang terkandung di baliknya.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Kemenhaj Ungkap 50 Persen Biro Umrah Tidak Aktif, Ini Penyebabnya
Kemenhaj Ungkap 50 Persen Biro Umrah Tidak Aktif, Ini Penyebabnya
Aktual
Teks Ikrar dan Doa Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2026 Resmi Kemenbud
Teks Ikrar dan Doa Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2026 Resmi Kemenbud
Aktual
Kisah Abu Darda, Sahabat Nabi yang Memilih Ilmu daripada Kemewahan
Kisah Abu Darda, Sahabat Nabi yang Memilih Ilmu daripada Kemewahan
Aktual
Husnuzan, Tawadhu, dan Qanaah Sering Tertukar, Apa Bedanya?
Husnuzan, Tawadhu, dan Qanaah Sering Tertukar, Apa Bedanya?
Aktual
Kenapa Nabi Beristighfar 70–100 Kali Sehari? Ini Penjelasannya
Kenapa Nabi Beristighfar 70–100 Kali Sehari? Ini Penjelasannya
Aktual
Kemenhaj Minta Travel Umrah Pastikan Layanan Jamaah Terpenuhi Sejak Berangkat Hingga Kepulangan
Kemenhaj Minta Travel Umrah Pastikan Layanan Jamaah Terpenuhi Sejak Berangkat Hingga Kepulangan
Aktual
Susunan Acara dan Teks Doa Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2026 Resmi Kemenbud
Susunan Acara dan Teks Doa Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2026 Resmi Kemenbud
Aktual
Link Download PDF Teks Doa Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2026 Resmi Kemenbud
Link Download PDF Teks Doa Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2026 Resmi Kemenbud
Aktual
Teks Doa Upacara Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2026 Resmi Kemenbud
Teks Doa Upacara Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2026 Resmi Kemenbud
Aktual
Bolehkah Menggabungkan Niat Puasa Qadha dan Senin Kamis?
Bolehkah Menggabungkan Niat Puasa Qadha dan Senin Kamis?
Aktual
Mengapa Rasulullah Melarang Tidur Tengkurap? Ini Hadis dan Hikmahnya
Mengapa Rasulullah Melarang Tidur Tengkurap? Ini Hadis dan Hikmahnya
Aktual
Kenapa Imam Mengeraskan Bacaan pada Subuh, Maghrib, dan Isya?
Kenapa Imam Mengeraskan Bacaan pada Subuh, Maghrib, dan Isya?
Aktual
Menag Lantik 5 Pejabat Ditjen Pesantren, Ingatkan Nasib Santri di 42.000 Pondok
Menag Lantik 5 Pejabat Ditjen Pesantren, Ingatkan Nasib Santri di 42.000 Pondok
Aktual
Gus Baha: Berketuhanan Harus Membuat Kita Adil dan Menghormati yang Berbeda
Gus Baha: Berketuhanan Harus Membuat Kita Adil dan Menghormati yang Berbeda
Aktual
Terkena Percikan Air Kloset, Apakah Badan dan Handuk Jadi Najis?
Terkena Percikan Air Kloset, Apakah Badan dan Handuk Jadi Najis?
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar