Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kisah Pemuda Pendosa yang Dimuliakan karena Cinta kepada Nabi Muhammad SAW

Kompas.com, 14 Agustus 2026, 17:08 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Kemenag

KOMPAS.com - Maulid Nabi menjadi salah satu momentum bagi umat Islam untuk mengungkapkan kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus mengenang kelahirannya pada bulan Rabiul Awwal.

Salah satunya dengan mengambil hikmah dari kisah para pengikut Nabi Muhammad SAW di masa terdahulu.

Sebuah kisah dalam kitab I‘anatut Thalibin menceritakan seorang pemuda Bashrah yang dikenal sebagai pendosa, tetapi memiliki kecintaan mendalam kepada Nabi Muhammad SAW melalui peringatan Maulid Nabi.

Baca juga: Khutbah Jumat 14 Agustus 2026: Rabiul Awal, Bulan Maulid Nabi

Dilansir dari laman Kemenag, kisah tersebut diceritakan oleh Syekh Abu Bakar bin Muhammad Syatha Ad-Dimyathi dalam kitab I‘anatut Thalibin (Kairo, Mustafal Babil Halabi: 1356 H), juz III, halaman 365.

Kisah Pemuda Pendosa yang Mencintai Nabi Muhammad SAW

Baca juga: Kapan Libur Maulid Nabi 2026? Cek Tanggal dan Potensi Cuti Long Weekend

Dikisahkan, pada masa Khalifah Harun ar-Rasyid, terdapat seorang pemuda di Bashrah yang dikenal masyarakat sebagai pendosa. Perilakunya yang dinilai buruk membuat masyarakat merasa risih dan memandangnya dengan hina.

Namun, di balik perilaku tersebut, pemuda itu ternyata menyimpan rasa cinta yang mendalam kepada Nabi Muhammad SAW. Kecintaannya kepada Rasulullah SAW terlihat dari kebiasaannya setiap kali memasuki bulan Rabiul Awwal.

Ia selalu mengenakan pakaian terbaik, memakai wewangian, berhias, mengadakan jamuan sederhana, dan membaca kisah kelahiran Nabi Muhammad SAW. Kebiasaan tersebut terus dilakukannya setiap tahun hingga akhirnya ia meninggal dunia.

Kematian pemuda tersebut pada awalnya tidak mendapatkan perhatian masyarakat Bashrah. Pandangan buruk yang selama ini melekat kepadanya membuat warga tidak merasa perlu memberikan penghormatan terakhir.

Ia pun meninggal dalam keadaan yang sepi, tanpa perhatian dan penghormatan dari masyarakat sekitar. Namun, keadaan berubah setelah hampir seluruh penduduk Bashrah mendengar suara yang sama.

“Wahai penduduk Bashrah, hadirilah jenazah seorang kekasih Allah," demikian suara halus yang menembus dinding hati mereka.

Bisikan tersebut membuat masyarakat terdiam dan bertanya-tanya. Mereka kemudian tergerak untuk mendatangi pemakaman pemuda itu, memberikan doa, serta menyampaikan penghormatan terakhir.

Kisah tersebut berlanjut setelah malam tiba. Banyak penduduk Bashrah bermimpi melihat pemuda itu mengenakan pakaian sutra yang indah.

Karena penasaran dengan keadaan yang dialaminya, pemuda tersebut kemudian ditanya:

“Dengan apa kamu mendapatkan kemuliaan ini?”

“Dengan memuliakan kelahiran Nabi Muhammad SAW,” jawab pemuda tersebut.

Kisah itu memberikan gambaran tentang bagaimana kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW dapat menjadi bagian penting dalam kehidupan seorang Muslim.

Pemuda yang dikenal sebagai pendosa tersebut tetap memiliki rasa cinta kepada Rasulullah SAW dan secara rutin memuliakan kelahirannya.

Hikmah dari Kisah Pemuda yang Memuliakan Maulid Nabi

Kisah ini mengajarkan bahwa kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW tidak hanya dimiliki oleh orang yang dikenal rajin beribadah dan beramal saleh.

Dosa juga tidak semestinya menjadi penghalang bagi seseorang untuk menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW.

Kecintaan tersebut dapat menjadi wasilah turunnya hidayah dan pertolongan Allah sekaligus membuka jalan bagi seseorang untuk memperbaiki diri. Karena itu, seseorang tidak sepatutnya berhenti berbuat baik hanya karena merasa dirinya masih memiliki banyak kekurangan.

Kisah tersebut juga mengingatkan umat Islam agar tidak mudah merendahkan orang lain berdasarkan keadaan lahiriahnya. Seseorang yang terlihat hina di mata manusia bisa saja memiliki amal atau kecintaan yang menjadikannya memperoleh kemuliaan di sisi Allah.

Pemuda dalam kisah tersebut memang dipandang buruk oleh masyarakat, tetapi di dalam hatinya terdapat kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW. Kisah itu menggambarkan bahwa rahmat dan ampunan Allah dapat diberikan kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya.

Keutamaan Memperingati Maulid Nabi

Selain mengandung pelajaran tentang cinta kepada Rasulullah SAW, kisah tersebut juga menegaskan pentingnya menjadikan Maulid Nabi sebagai momentum untuk mengingat Rasulullah.

Peringatan Maulid Nabi dapat menjadi sarana untuk mengenang kelahiran, perjuangan, dan akhlak mulia Nabi Muhammad SAW.

Momentum tersebut juga dapat digunakan untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW melalui pembacaan kisah kelahiran dan perjalanan hidup beliau.

Dengan demikian, peringatan Maulid Nabi tidak berhenti pada perayaan, tetapi dapat diarahkan untuk menumbuhkan semangat meneladani akhlak Rasulullah.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Kemenhaj Ungkap 50 Persen Biro Umrah Tidak Aktif, Ini Penyebabnya
Kemenhaj Ungkap 50 Persen Biro Umrah Tidak Aktif, Ini Penyebabnya
Aktual
Teks Ikrar dan Doa Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2026 Resmi Kemenbud
Teks Ikrar dan Doa Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2026 Resmi Kemenbud
Aktual
Kisah Abu Darda, Sahabat Nabi yang Memilih Ilmu daripada Kemewahan
Kisah Abu Darda, Sahabat Nabi yang Memilih Ilmu daripada Kemewahan
Aktual
Husnuzan, Tawadhu, dan Qanaah Sering Tertukar, Apa Bedanya?
Husnuzan, Tawadhu, dan Qanaah Sering Tertukar, Apa Bedanya?
Aktual
Kenapa Nabi Beristighfar 70–100 Kali Sehari? Ini Penjelasannya
Kenapa Nabi Beristighfar 70–100 Kali Sehari? Ini Penjelasannya
Aktual
Kemenhaj Minta Travel Umrah Pastikan Layanan Jamaah Terpenuhi Sejak Berangkat Hingga Kepulangan
Kemenhaj Minta Travel Umrah Pastikan Layanan Jamaah Terpenuhi Sejak Berangkat Hingga Kepulangan
Aktual
Susunan Acara dan Teks Doa Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2026 Resmi Kemenbud
Susunan Acara dan Teks Doa Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2026 Resmi Kemenbud
Aktual
Link Download PDF Teks Doa Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2026 Resmi Kemenbud
Link Download PDF Teks Doa Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2026 Resmi Kemenbud
Aktual
Teks Doa Upacara Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2026 Resmi Kemenbud
Teks Doa Upacara Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2026 Resmi Kemenbud
Aktual
Bolehkah Menggabungkan Niat Puasa Qadha dan Senin Kamis?
Bolehkah Menggabungkan Niat Puasa Qadha dan Senin Kamis?
Aktual
Mengapa Rasulullah Melarang Tidur Tengkurap? Ini Hadis dan Hikmahnya
Mengapa Rasulullah Melarang Tidur Tengkurap? Ini Hadis dan Hikmahnya
Aktual
Kenapa Imam Mengeraskan Bacaan pada Subuh, Maghrib, dan Isya?
Kenapa Imam Mengeraskan Bacaan pada Subuh, Maghrib, dan Isya?
Aktual
Menag Lantik 5 Pejabat Ditjen Pesantren, Ingatkan Nasib Santri di 42.000 Pondok
Menag Lantik 5 Pejabat Ditjen Pesantren, Ingatkan Nasib Santri di 42.000 Pondok
Aktual
Gus Baha: Berketuhanan Harus Membuat Kita Adil dan Menghormati yang Berbeda
Gus Baha: Berketuhanan Harus Membuat Kita Adil dan Menghormati yang Berbeda
Aktual
Terkena Percikan Air Kloset, Apakah Badan dan Handuk Jadi Najis?
Terkena Percikan Air Kloset, Apakah Badan dan Handuk Jadi Najis?
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar