Editor
KOMPAS.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyampaikan kabar duka atas wafatnya Ketua Komisi Fatwa MUI, KH Junaidi.
Almarhum dikenal sebagai ulama yang aktif dalam pembahasan hukum Islam sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum Jatipulo, Binuang, Serang, Banten.
KH Junaidi berpulang ke Rahmatullah pada Ahad, 16 Agustus 2026 pukul 08.45 WIB.
Baca juga: MUI: Korupsi Lebih Berbahaya dari Narkoba, Hukuman Mati Perlu Diterapkan
Kabar wafatnya dikonfirmasi langsung oleh Ketua MUI Bidang Fatwa, Prof KH Asrorun Niam Sholeh.
"Ya benar," ujar Prof Niam di Jakarta, Ahad (16/8/2026), seperti dilansir dari MUI Digital.
Kepergian KH Junaidi meninggalkan duka bagi jajaran pengurus MUI dan umat Islam di Indonesia. Selain menjalankan pengabdian di MUI, almarhum juga dikenal sebagai Pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum Jatipulo, Cakung, Binuang, Serang, Banten.
Prof Niam mengenang KH Junaidi sebagai sosok ulama yang memiliki integritas tinggi dan konsisten dalam keilmuan. Dalam kesehariannya, almarhum juga dikenal menjalani kehidupan secara sederhana.
Menurut Prof Niam, KH Junaidi memiliki kedalaman ilmu keagamaan yang sangat kuat. Dalam pembahasan hukum Islam maupun proses pengambilan keputusan fatwa, pandangan almarhum selalu didasarkan pada argumentasi keilmuan yang kuat.
"Setiap ucapan dan penyampaian almarhum selalu merujuk pada kitab-kitab klasik (turats) dengan referensi keilmuan yang sangat kaya. Beliau sosok ulama faqih, ikhlas, aktif, zuhud, dan wara’…Semoga jadi ahlil jannah," kata Prof Niam.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.