Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Harta, Jabatan, dan Ilmu Juga Bisa Jadi Ujian, Ini Penjelasan Ustaz Adi Hidayat

Kompas.com, 18 Agustus 2026, 07:23 WIB
Reni Susanti

Editor

KOMPAS.com — Musibah kerap dipahami sebagai peristiwa buruk yang menimpa seseorang, mulai dari bencana alam, kehilangan harta, sakit, hingga kematian orang terdekat.

Namun, Ustaz Adi Hidayat menjelaskan bahwa dalam Islam, musibah tidak selalu berbentuk kesulitan atau sesuatu yang tidak menyenangkan.

Menurut Adi Hidayat, berbagai peristiwa yang dialami manusia dalam kehidupan pada hakikatnya dapat menjadi ujian dari Allah SWT.

Tak hanya kehilangan dan kesedihan, kenikmatan seperti bertambahnya harta, mendapatkan jabatan, hingga memperoleh ilmu juga dapat menjadi ujian bagi manusia.

“Sifat manusia itu menyadari ada masalah atau musibah diasosiasikan selalu pada hal yang tidak disukai saja. Padahal semua yang kita alami pada hakikatnya adalah musibah—dua-duanya ujian untuk menguji siapa di antara kita yang bisa memaksimalkan potensi kebaikannya di hadapan Allah,” kata Adi Hidayat, dikutip dari kanal YouTube Adi Hidayat Official.

Baca juga: Ujian Hidup: Belajar dari Sangkar Emas dan Burung Hantu

Harta dan Jabatan Juga Bisa Menjadi Ujian

Adi Hidayat menjelaskan, ujian dalam kehidupan dapat hadir melalui dua keadaan, yakni sesuatu yang menyenangkan maupun sesuatu yang sulit.

Ujian yang menyenangkan dapat berupa jabatan, bertambahnya kekayaan, maupun ilmu yang dimiliki seseorang.

Kenikmatan tersebut, menurut dia, terkadang membuat manusia lupa bahwa apa yang dimilikinya akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah SWT.

Sementara ujian dalam bentuk kesulitan dapat berupa kehilangan, kematian, berkurangnya harta, hingga munculnya rasa takut.

Karena itu, manusia tidak seharusnya hanya menyadari keberadaan ujian ketika menghadapi sesuatu yang tidak disukai. Kenikmatan juga menjadi ujian mengenai bagaimana seseorang menggunakan apa yang telah diberikan kepadanya.

Baca juga: Bacaan Doa agar Lancar Menjawab saat Sidang Skripsi dan Ujian Lisan

Musibah Bisa Berkaitan dengan Pilihan Manusia

Adi Hidayat juga menjelaskan hubungan antara musibah dan perbuatan manusia sebagaimana disinggung dalam Surat Asy-Syura ayat 30.

Allah SWT berfirman:

“Musibah apa pun yang menimpa kamu adalah karena perbuatan tanganmu sendiri dan (Allah) memaafkan banyak (kesalahanmu).”

Menurut Adi Hidayat, bentuk ujian yang dihadapi seseorang dapat berkaitan dengan pilihan dan jalan hidup yang ditempuhnya.

Seseorang yang memilih profesi dokter, misalnya, akan berhadapan dengan berbagai ujian dalam dunia kedokteran. Demikian pula seseorang yang memilih jalan sebagai ulama akan menghadapi dinamika dan ujian yang berkaitan dengan aktivitas keulamaan.

Perbuatan buruk juga dapat membawa konsekuensi bagi pelakunya. Korupsi, misalnya, dapat mendatangkan persoalan sebagai akibat dari pilihan dan tindakan seseorang.

Dengan demikian, menurut Adi Hidayat, manusia perlu memahami bahwa sebagian keadaan yang dihadapi dalam kehidupan dapat berkaitan dengan pilihan yang telah dibuat sebelumnya.

Apa yang Harus Dilakukan Saat Menghadapi Musibah?

Adi Hidayat kemudian menjelaskan cara menghadapi musibah dengan merujuk pada iman kepada qada dan qadar.

Langkah pertama adalah menerima ketetapan Allah. Menurut dia, seseorang perlu menghindari terus-menerus mempertanyakan mengapa suatu peristiwa harus terjadi pada dirinya.

Penerimaan terhadap ketetapan tersebut dapat membantu seseorang menenangkan hati sebelum menentukan tindakan selanjutnya.

Dikutip dari majelistabligh.id, setelah menerima keadaan, seseorang perlu mencari jalan keluar yang baik dan produktif sesuai dengan persoalan yang dihadapi.

“Cara paling gampang mengatasi musibah itu: pasrah dan serahkan semua itu dengan menerima sebagai ketetapan Allah, apa pun bentuknya. Lalu cari solusi yang baik sesuai petunjuk. Itulah isi sabar yang sesungguhnya,” ujar Adi Hidayat.

Dengan demikian, sabar dalam menghadapi musibah tidak berarti berhenti berusaha. Setelah menerima sesuatu yang telah terjadi sebagai ketetapan Allah, seseorang tetap perlu berikhtiar mencari solusi terbaik.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
 Apa Itu Riya? Pengertian, Contoh, Bahaya, dan Cara Menghindarinya
Apa Itu Riya? Pengertian, Contoh, Bahaya, dan Cara Menghindarinya
Aktual
Kemenag Siapkan 25 Calon Anggota Majelis Masyayikh Periode 2026–2031
Kemenag Siapkan 25 Calon Anggota Majelis Masyayikh Periode 2026–2031
Aktual
Qari Indonesia Muhammad Fauji Ridwan Juara I Tilawah Internasional di Kuala Lumpur
Qari Indonesia Muhammad Fauji Ridwan Juara I Tilawah Internasional di Kuala Lumpur
Aktual
5 Tantangan Penyuluh Agama Islam, dari Krisis Global, AI, hingga Perubahan Kondisi Sosial
5 Tantangan Penyuluh Agama Islam, dari Krisis Global, AI, hingga Perubahan Kondisi Sosial
Aktual
Kemenag Lakukan Rukyatulhilal Awal Jumadil Awal 1448 H, Hilal Tak Terlihat di Jakarta
Kemenag Lakukan Rukyatulhilal Awal Jumadil Awal 1448 H, Hilal Tak Terlihat di Jakarta
Aktual
Kemenhaj Pastikan Tidak Ada Jemaah Umrah Terdampak Situasi di Arab Saudi, Imbau untuk Tetap Tenang
Kemenhaj Pastikan Tidak Ada Jemaah Umrah Terdampak Situasi di Arab Saudi, Imbau untuk Tetap Tenang
Aktual
Respons Situasi di Arab Saudi, Ini Imbauan Resmi Kemenhaj untuk Jemaah Umrah
Respons Situasi di Arab Saudi, Ini Imbauan Resmi Kemenhaj untuk Jemaah Umrah
Aktual
Menhaj Minta Calon Jemaah Haji Belajar dari Mereka yang Gagal Berangkat karena Kendala Kesehatan
Menhaj Minta Calon Jemaah Haji Belajar dari Mereka yang Gagal Berangkat karena Kendala Kesehatan
Aktual
Hukum Menerima Hadiah dari Orang yang Berutang, Apakah Termasuk Riba?
Hukum Menerima Hadiah dari Orang yang Berutang, Apakah Termasuk Riba?
Aktual
Bandara Riyadh Diserang, Keselamatan Jemaah Umrah Jadi Sorotan
Bandara Riyadh Diserang, Keselamatan Jemaah Umrah Jadi Sorotan
Aktual
Doa Belum Terkabul, Apakah Berarti Allah Tidak Menjawabnya?
Doa Belum Terkabul, Apakah Berarti Allah Tidak Menjawabnya?
Aktual
Hukum Menyebarkan Chat Pribadi Tanpa Izin dalam Islam
Hukum Menyebarkan Chat Pribadi Tanpa Izin dalam Islam
Aktual
Masa Tunggu Haji di Sulteng Jadi 14 Tahun, Kuota 2027 Malah Berkurang
Masa Tunggu Haji di Sulteng Jadi 14 Tahun, Kuota 2027 Malah Berkurang
Aktual
Kemenhaj Imbau Jemaah Umrah di Arab Saudi Waspada, Ini Pesan Penting bagi yang Belum Berangkat
Kemenhaj Imbau Jemaah Umrah di Arab Saudi Waspada, Ini Pesan Penting bagi yang Belum Berangkat
Aktual
Adzan di Telinga Bayi hingga di Atas Kuburan, Bagaimana Hukumnya?
Adzan di Telinga Bayi hingga di Atas Kuburan, Bagaimana Hukumnya?
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar