Editor
ROMA, KOMPAS.com — Lebih dari 400 warga negara Indonesia (WNI) dan diaspora di Italia memanjatkan doa bersama bagi korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) saat memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia, Senin (17/8/2026).
Doa dipanjatkan dalam upacara yang digelar Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Takhta Suci di Roma, Italia. Suasana semakin bermakna karena hampir 80 persen WNI yang terdaftar di KBRI untuk Takhta Suci berasal dari NTT.
Duta Besar Republik Indonesia untuk Takhta Suci, Michael Trias Kuncahyono, mengajak peserta upacara mengheningkan cipta tidak hanya untuk mengenang jasa para pahlawan, tetapi juga mendoakan masyarakat yang terdampak gempa di NTT.
“Mari kita mengheningkan cipta untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah gugur untuk berjuang demi kemerdekaan Indonesia. Selain itu, kita juga mengheningkan cipta untuk mendoakan saudara-saudara kita yang menderita menjadi korban gempa di Nusa Tenggara Timur sebagai bentuk solidaritas sebagai sesama saudara sebangsa,” kata Trias dalam rilisnya, Rabu (18/8/2026).
Baca juga: HUT RI, Menag Ajak Umat Bantu Korban Gempa: Agama Tak Hanya Bicara Langit
Sebagian besar WNI asal NTT yang berada di Italia dan Vatikan merupakan rohaniwan dan rohaniwati yang menjalankan pelayanan.
Sebagian lainnya tengah menempuh pendidikan S2 dan S3 di sejumlah universitas kepausan di Italia.
Momen haru juga terjadi ketika Sang Merah Putih dikibarkan oleh Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) yang seluruh anggotanya berasal dari NTT.
Berbeda dengan Paskibra pada umumnya, para pengibar bendera di KBRI untuk Takhta Suci merupakan biarawati Indonesia yang tinggal dan menjalankan pelayanan di Italia.
Tahun ini, Paskibra terdiri dari 10 anggota utama dan satu anggota cadangan dari Kongregasi Suster Katekis Hati Kudus di Italia.
Sebelum bertugas, mereka menjalani latihan intensif selama dua minggu di bawah arahan Atase Pertahanan RI di Roma, Kolonel Laut (P) Profidol Andre Mantiri Dotulung.
Baca juga: Suntiang dan Songket Minangkabau Hiasi Perlengkapan Ibadah pada HUT RI
Komandan Paskibra, Suster Maria Josephine, mengaku tidak pernah membayangkan seorang biarawati dapat menjadi bagian dari pasukan pengibar bendera di kantor perwakilan Indonesia di luar negeri.
“Waktu pertama-tama saya tidak tahu kalau suster juga bisa ikut pasukan pengibar bendera. Tapi ketika tiba di Italia pada tahun 2020, saya diberitahu bahwa kongregasi kami sejak tahun 2014 sudah diberi kepercayaan oleh KBRI Vatikan untuk berpartisipasi dalam memeriahkan perayaan 17 Agustus menjadi anggota Paskibra,” kata Maria.
Menurut dia, kesempatan tersebut menjadi pengalaman yang berkesan karena para biarawati tetap dapat mengambil bagian dalam perayaan kemerdekaan Indonesia meski berada jauh dari Tanah Air.
“Hal ini merupakan pengalaman luar biasa. Meskipun kami seorang suster, tapi bisa berpartisipasi untuk memeriahkan acara 17 Agustus,” ujarnya.
Solidaritas terhadap korban gempa NTT tidak berhenti pada doa bersama. KBRI untuk Takhta Suci bersama Ikatan Rohaniwan dan Rohaniwati Indonesia di Kota Keabadian (IRRIKA) juga menggelar penggalangan dana.
Donasi dikumpulkan sepanjang rangkaian perayaan HUT RI melalui kotak yang disiapkan panitia. Dana yang terkumpul kemudian dihitung dan diumumkan kepada warga yang hadir.
Selanjutnya, donasi akan disalurkan IRRIKA kepada korban bencana melalui Caritas Indonesia.
Selepas upacara, peringatan kemerdekaan dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng dan ramah tamah. Berbagai makanan Indonesia, mulai dari nasi kuning, bakso, telur balado, sambal goreng hati, hingga es mambo disajikan untuk para WNI.
KBRI juga menggelar final lomba karaoke bertajuk KARBONARA atau Karaoke Bersama Gaya Nusantara. Lima finalis membawakan lagu wajib “Tanah Airku” ciptaan Ibu Soed serta lagu pilihan bernuansa Indonesia.
Bagi WNI yang tinggal jauh dari Indonesia, peringatan kemerdekaan menjadi momentum untuk kembali merasakan kedekatan dengan Tanah Air sekaligus memperkuat solidaritas dengan masyarakat Indonesia yang tengah menghadapi bencana.
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT