Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Maulid Nabi 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Libur dan Hikmah Memperingatinya

Kompas.com, 21 Agustus 2026, 07:31 WIB
Reni Susanti

Editor

KOMPAS.com - Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi salah satu hari penting yang diperingati umat Islam setiap 12 Rabiul Awal.

Peringatan Maulid menjadi momentum untuk mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW sekaligus mempelajari perjalanan hidup dan meneladani akhlaknya.

Lantas, Maulid Nabi 2026 tanggal berapa? Apakah Maulid Nabi 2026 merupakan hari libur nasional?

Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia yang diterbitkan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama (Kemenag), Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah jatuh pada Selasa, 25 Agustus 2026.

Tanggal tersebut bertepatan dengan 12 Rabiul Awal 1448 Hijriah.

Baca juga: Khutbah Jumat 21 Agustus 2026: Alasan Kita Dianjurkan Merayakan Maulid Nabi

Apakah Maulid Nabi 2026 Libur?

Maulid Nabi Muhammad SAW pada Selasa, 25 Agustus 2026 merupakan hari libur nasional.

Penetapan tersebut tercantum dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri mengenai Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2026.

Dengan demikian, masyarakat yang mengikuti ketentuan hari libur nasional pemerintah akan mendapatkan libur pada Selasa, 25 Agustus 2026.

Namun, Maulid Nabi 2026 ditetapkan sebagai hari libur nasional, bukan cuti bersama.

Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia, 1 Rabiul Awal 1448 H jatuh pada Jumat, 14 Agustus 2026. Dengan demikian, 12 Rabiul Awal bertepatan dengan Selasa, 25 Agustus 2026.

Perbedaan tanggal Maulid Nabi dalam kalender Masehi setiap tahunnya terjadi karena kalender Hijriah menggunakan sistem peredaran Bulan.

Baca juga: Khutbah Jumat 21 Agustus 2026: Maulid Nabi, Momen Penguatan Akhlak Generasi Muda

Apa Itu Maulid Nabi?

Secara bahasa, kata "maulid" berarti kelahiran.

Maulid Nabi merupakan peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW yang secara umum diperingati pada 12 Rabiul Awal dalam kalender Hijriah.

Dinukil dari NU Online, terdapat sejumlah pendapat mengenai sejarah munculnya tradisi memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Salah satu pendapat yang merujuk kitab Wafa'ul Wafa bi Akhbar Dar al-Mustafa karya Nuruddin Ali menyebutkan, tradisi memperingati kelahiran Nabi telah dilaksanakan secara terbuka di Makkah dan Madinah sekitar abad kedua Hijriah.

Dalam perkembangannya, Maulid Nabi diperingati umat Islam di berbagai negara dengan beragam tradisi.

Di Indonesia, peringatan Maulid Nabi antara lain diisi dengan pembacaan shalawat, pengajian, kajian mengenai perjalanan hidup atau sirah Nabi Muhammad SAW, khataman Al-Qur'an, doa bersama, hingga kegiatan sosial.

Di sejumlah daerah, masyarakat juga membaca kitab-kitab maulid seperti Al-Barzanji, Ad-Diba'i, maupun Simtudduror.

Tradisi memperingati Maulid juga berkembang sesuai dengan budaya masyarakat di berbagai daerah sehingga melahirkan beragam tradisi Islam Nusantara.

Dalam pandangan ulama yang memperbolehkan Maulid Nabi, peringatan tersebut dapat dilakukan selama diisi dengan kegiatan yang tidak bertentangan dengan ajaran Islam, seperti membaca shalawat, mempelajari perjalanan hidup Nabi, bersedekah, serta meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW.

Hikmah Memperingati Maulid Nabi

Merujuk NU Online, terdapat sejumlah hikmah yang dapat dipetik dari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

1. Mengungkapkan rasa syukur atas kelahiran Nabi

Kelahiran Nabi Muhammad SAW dipandang sebagai rahmat bagi umat manusia.
Peringatan Maulid dapat menjadi salah satu momentum bagi umat Islam untuk mengungkapkan rasa syukur sekaligus kecintaan kepada Rasulullah SAW.

2. Memperbanyak shalawat

Maulid Nabi juga menjadi momentum untuk memperbanyak membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.

Namun, membaca shalawat tentu tidak hanya dilakukan saat Maulid. Umat Islam dianjurkan membiasakannya dalam kehidupan sehari-hari.

3. Mengenal dan meneladani akhlak Rasulullah

Peringatan Maulid dapat menjadi sarana mempelajari kembali perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW.

Melalui pembacaan sirah dan kajian tentang Rasulullah, umat Islam dapat mempelajari berbagai keteladanannya, mulai dari kejujuran, kesabaran, kasih sayang, hingga kepedulian terhadap orang-orang yang membutuhkan.

Keteladanan tersebut kemudian diharapkan tidak berhenti pada pengetahuan, tetapi diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

4. Memperkuat ukhuwah dan kepedulian sosial

Di sejumlah daerah, peringatan Maulid Nabi disertai kegiatan sosial seperti berbagi makanan dan memberikan santunan kepada anak yatim maupun masyarakat yang membutuhkan.

Kegiatan tersebut dapat menjadi sarana mempererat silaturahmi dan kepedulian terhadap sesama.

5. Menjadi momentum introspeksi

Maulid Nabi tidak harus berhenti pada kegiatan seremonial.

Momentum kelahiran Rasulullah dapat digunakan untuk melihat kembali sejauh mana umat Islam telah berusaha menerapkan nilai-nilai yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan demikian, peringatan Maulid Nabi dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah sekaligus menjadikan akhlaknya sebagai teladan dalam kehidupan.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
 Apa Itu Riya? Pengertian, Contoh, Bahaya, dan Cara Menghindarinya
Apa Itu Riya? Pengertian, Contoh, Bahaya, dan Cara Menghindarinya
Aktual
Kemenag Siapkan 25 Calon Anggota Majelis Masyayikh Periode 2026–2031
Kemenag Siapkan 25 Calon Anggota Majelis Masyayikh Periode 2026–2031
Aktual
Qari Indonesia Muhammad Fauji Ridwan Juara I Tilawah Internasional di Kuala Lumpur
Qari Indonesia Muhammad Fauji Ridwan Juara I Tilawah Internasional di Kuala Lumpur
Aktual
5 Tantangan Penyuluh Agama Islam, dari Krisis Global, AI, hingga Perubahan Kondisi Sosial
5 Tantangan Penyuluh Agama Islam, dari Krisis Global, AI, hingga Perubahan Kondisi Sosial
Aktual
Kemenag Lakukan Rukyatulhilal Awal Jumadil Awal 1448 H, Hilal Tak Terlihat di Jakarta
Kemenag Lakukan Rukyatulhilal Awal Jumadil Awal 1448 H, Hilal Tak Terlihat di Jakarta
Aktual
Kemenhaj Pastikan Tidak Ada Jemaah Umrah Terdampak Situasi di Arab Saudi, Imbau untuk Tetap Tenang
Kemenhaj Pastikan Tidak Ada Jemaah Umrah Terdampak Situasi di Arab Saudi, Imbau untuk Tetap Tenang
Aktual
Respons Situasi di Arab Saudi, Ini Imbauan Resmi Kemenhaj untuk Jemaah Umrah
Respons Situasi di Arab Saudi, Ini Imbauan Resmi Kemenhaj untuk Jemaah Umrah
Aktual
Menhaj Minta Calon Jemaah Haji Belajar dari Mereka yang Gagal Berangkat karena Kendala Kesehatan
Menhaj Minta Calon Jemaah Haji Belajar dari Mereka yang Gagal Berangkat karena Kendala Kesehatan
Aktual
Hukum Menerima Hadiah dari Orang yang Berutang, Apakah Termasuk Riba?
Hukum Menerima Hadiah dari Orang yang Berutang, Apakah Termasuk Riba?
Aktual
Bandara Riyadh Diserang, Keselamatan Jemaah Umrah Jadi Sorotan
Bandara Riyadh Diserang, Keselamatan Jemaah Umrah Jadi Sorotan
Aktual
Doa Belum Terkabul, Apakah Berarti Allah Tidak Menjawabnya?
Doa Belum Terkabul, Apakah Berarti Allah Tidak Menjawabnya?
Aktual
Hukum Menyebarkan Chat Pribadi Tanpa Izin dalam Islam
Hukum Menyebarkan Chat Pribadi Tanpa Izin dalam Islam
Aktual
Masa Tunggu Haji di Sulteng Jadi 14 Tahun, Kuota 2027 Malah Berkurang
Masa Tunggu Haji di Sulteng Jadi 14 Tahun, Kuota 2027 Malah Berkurang
Aktual
Kemenhaj Imbau Jemaah Umrah di Arab Saudi Waspada, Ini Pesan Penting bagi yang Belum Berangkat
Kemenhaj Imbau Jemaah Umrah di Arab Saudi Waspada, Ini Pesan Penting bagi yang Belum Berangkat
Aktual
Adzan di Telinga Bayi hingga di Atas Kuburan, Bagaimana Hukumnya?
Adzan di Telinga Bayi hingga di Atas Kuburan, Bagaimana Hukumnya?
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar