Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Khutbah Jumat 21 Agustus 2026: Mencintai Rasulullah SAW

Kompas.com, 21 Agustus 2026, 09:25 WIB
Farid Assifa

Penulis

Khutbah Pertama

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ.

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى أَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ.

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Ketakwaan adalah bekal terbaik dalam perjalanan hidup kita menuju kehidupan yang abadi di akhirat.

Pada kesempatan yang mulia ini, marilah kita renungkan satu perkara yang sangat penting dalam kehidupan seorang Muslim, yaitu mencintai Rasulullah Muhammad SAW.

Jamaah yang dimuliakan Allah,

Mencintai Rasulullah SAW bukan sekadar perasaan, bukan hanya ucapan, dan bukan pula hanya dengan memperbanyak pujian kepada beliau. Mencintai Rasulullah SAW merupakan bagian dari keimanan.

Baca juga: Khutbah Jumat 21 Agustus 2026: Ajakan Mengeluarkan Infaq untuk Korban Bencana

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an:

قُلْ إِنْ كَانَ آبَاؤُكُمْ وَأَبْنَاؤُكُمْ وَإِخْوَانُكُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَالٌ اقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَاكِنُ تَرْضَوْنَهَا أَحَبَّ إِلَيْكُمْ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَجِهَادٍ فِي سَبِيلِهِ فَتَرَبَّصُوا حَتَّىٰ يَأْتِيَ اللَّهُ بِأَمْرِهِ ۗ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ

"Katakanlah, jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, istri-istrimu, keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perdagangan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya serta berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah memberikan keputusan-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik." (QS At-Taubah: 24)

Ayat ini mengajarkan kepada kita bahwa cinta kepada Allah dan Rasul-Nya harus berada di atas kecintaan kita kepada apa pun yang kita miliki di dunia.

Bahkan Allah SWT berfirman:

النَّبِيُّ أَوْلَىٰ بِالْمُؤْمِنِينَ مِنْ أَنْفُسِهِمْ

"Nabi itu lebih utama bagi orang-orang mukmin dibandingkan diri mereka sendiri." (QS Al-Ahzab: 6)

Rasulullah SAW juga bersabda:

لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّىٰ أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَالِدِهِ وَوَلَدِهِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ

"Tidaklah salah seorang dari kalian beriman dengan iman yang sempurna sehingga aku lebih dicintainya daripada orang tuanya, anaknya, dan seluruh manusia."
(HR Bukhari)

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Ada sebuah kisah yang sangat indah antara Rasulullah SAW dan Umar bin Khaththab RA.

Suatu ketika Rasulullah SAW menggandeng tangan Umar. Umar berkata, "Wahai Rasulullah, sungguh engkau sangat aku cintai melebihi segala sesuatu selain diriku."

Rasulullah SAW kemudian bersabda:

"Tidak, demi Zat yang jiwaku berada di tangan-Nya, hingga aku lebih engkau cintai daripada dirimu sendiri."

Umar kemudian berkata, "Demi Allah, sekarang engkau lebih aku cintai daripada diriku sendiri."

Rasulullah SAW menjawab:

الْآنَ يَا عُمَرُ

"Sekarang, wahai Umar." (HR Bukhari)

Dari kisah tersebut kita belajar bahwa mencintai Rasulullah SAW harus menempati tempat yang sangat tinggi dalam hati seorang mukmin.

Namun jamaah yang berbahagia,

Bagaimana kita membuktikan cinta kepada Rasulullah SAW?

Allah SWT memberikan jawabannya dalam Al-Qur'an:

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

"Katakanlah: Jika kamu benar-benar mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS Ali Imran: 31)

Ayat ini menunjukkan bahwa cinta bukan sekadar pengakuan. Cinta harus memiliki bukti.

Orang yang mengaku mencintai Rasulullah SAW, tetapi tidak mau mengikuti ajarannya, tidak mau meneladani akhlaknya, dan tidak peduli dengan sunnahnya, perlu bertanya kepada dirinya sendiri: sejauh mana cinta itu benar-benar hidup di dalam hati?

Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,

Mencintai Rasulullah SAW berarti ittiba', mengikuti beliau dalam keyakinan, ucapan, perbuatan, akhlak, dan kehidupan sehari-hari.

Allah SWT berfirman:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

"Sungguh, telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu, yaitu bagi orang yang mengharap rahmat Allah dan kedatangan hari Kiamat serta yang banyak mengingat Allah." (QS Al-Ahzab: 21)

Rasulullah SAW adalah teladan dalam ibadah. Beliau juga teladan dalam akhlak, dalam keluarga, dalam bermasyarakat, dalam berdagang, dalam memimpin, dalam memperlakukan orang yang berbeda, bahkan dalam menghadapi orang yang menyakiti beliau.

Karena itu, cinta kepada Rasulullah harus tampak dalam kehidupan kita.

Jika kita mencintai Rasulullah, maka mari kita jaga shalat.

Jika kita mencintai Rasulullah, mari kita jaga lisan.

Jika kita mencintai Rasulullah, mari kita hormati orang tua.

Jika kita mencintai Rasulullah, mari kita sayangi keluarga, tetangga, fakir miskin, anak yatim, dan sesama manusia.

Jika kita mencintai Rasulullah, mari kita tinggalkan kebohongan, fitnah, kebencian, permusuhan, kesombongan, dan kezaliman.

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Di antara tanda cinta kepada Rasulullah adalah memperbanyak shalawat kepada beliau.

Allah SWT berfirman:

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

"Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya." (QS Al-Ahzab: 56)

Maka marilah kita membiasakan diri memperbanyak shalawat. Bukan hanya ketika nama Rasulullah disebut, tetapi juga dalam keseharian kita.

Selain bershalawat, mari kita membaca dan mempelajari sirah Nabawiyah. Kenali kehidupan Rasulullah. Kenali kesabarannya. Kenali kasih sayangnya. Kenali perjuangannya. Kenali akhlaknya.

Sebab bagaimana mungkin kita mencintai seseorang jika kita tidak mengenalnya?

Jamaah yang dimuliakan Allah,

Mencintai Rasulullah SAW juga berarti menjaga dan menghidupkan sunnahnya.

Bukan hanya sunnah dalam perkara ibadah, tetapi juga sunnah dalam akhlak dan hubungan antarmanusia.

Rasulullah SAW adalah manusia yang paling lembut kepada keluarganya, paling jujur dalam perkataannya, paling amanah dalam menjalankan tanggung jawab, dan paling pemaaf terhadap orang yang menyakitinya.

Karena itu, jangan sampai kita rajin berbicara tentang cinta kepada Rasulullah, tetapi mudah menyakiti saudara kita.

Jangan sampai kita banyak bershalawat, tetapi lisan kita masih gemar mencaci.

Jangan sampai kita mengaku mencintai Rasulullah, tetapi masih senang berdusta, menipu, mengambil hak orang lain, menyebarkan fitnah, dan memutus tali persaudaraan.

Cinta kepada Rasulullah harus melahirkan akhlak Rasulullah dalam diri kita.

Allah SWT memuji akhlak Nabi Muhammad SAW:

وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٍ

"Dan sesungguhnya engkau benar-benar berbudi pekerti yang agung." (QS Al-Qalam: 4)

Maka, semakin besar cinta kita kepada Rasulullah, semestinya semakin baik akhlak kita.

Semoga kita termasuk umat yang benar-benar mencintai Rasulullah SAW, mengikuti sunnahnya, meneladani akhlaknya, memperbanyak shalawat kepadanya, dan kelak mendapatkan syafaatnya.

بَارَكَ اللَّهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ، إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ.

أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا، وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Khutbah Kedua

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، حَمْدًا يُوَافِيْ نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ.

يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِي لِجَلَالِ وَجْهِكَ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ.

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى أَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ.

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Sekali lagi marilah kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.

Mari kita jadikan cinta kepada Rasulullah SAW bukan sekadar kata-kata, tetapi menjadi jalan hidup. Ikuti sunnahnya, teladani akhlaknya, cintai keluarganya, hormati para sahabatnya, dan sebarkan ajaran Islam dengan cara yang penuh kasih sayang.

Baca juga: Khutbah Jumat 21 Agustus 2026: Alasan Kita Dianjurkan Merayakan Maulid Nabi

Rasulullah SAW datang membawa rahmat bagi seluruh alam.

Allah SWT berfirman:

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ

"Kami tidak mengutus engkau (Muhammad), kecuali sebagai rahmat bagi seluruh alam."
(QS Al-Anbiya: 107)

Maka, jika kita mengaku sebagai umat Muhammad SAW, hendaknya kehadiran kita juga menjadi rahmat bagi orang-orang di sekitar kita.

Jangan menjadi sumber ketakutan bagi orang lain.

Jangan menjadi sumber permusuhan.

Jangan menjadi sumber fitnah dan perpecahan.

Jadilah manusia yang membawa kedamaian, sebagaimana Rasulullah SAW mengajarkan kasih sayang, persaudaraan, keadilan, dan akhlak mulia.

اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ حُبَّكَ، وَحُبَّ نَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَحُبَّ كُلِّ عَمَلٍ يُقَرِّبُنَا إِلَى حُبِّكَ.

اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنْ أُمَّةِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الَّذِينَ يُحِبُّونَهُ وَيَتَّبِعُونَ سُنَّتَهُ وَيَسِيرُونَ عَلَى هَدْيِهِ.

اللَّهُمَّ ارْزُقْنَا صِدْقَ مَحَبَّةِ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَ سُنَّتِهِ، وَالتَّخَلُّقَ بِأَخْلَاقِهِ.

اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ الَّذِينَ يَسْتَمِعُونَ الْقَوْلَ فَيَتَّبِعُونَ أَحْسَنَهُ.

اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا دِينَنَا الَّذِي هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا دُنْيَانَا الَّتِي فِيهَا مَعَاشُنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا آخِرَتَنَا الَّتِي إِلَيْهَا مَعَادُنَا.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.

اللَّهُمَّ أَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِنَا، وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِنَا، وَاهْدِنَا سُبُلَ السَّلَامِ، وَنَجِّنَا مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ.

اللَّهُمَّ احْفَظْ بِلَادَنَا إِنْدُونِيسِيَا، وَاجْعَلْهَا بَلَدًا آمِنًا مُطْمَئِنًّا، وَاحْفَظْ أَهْلَهَا مِنَ الْفِتَنِ وَالْمِحَنِ.

اللَّهُمَّ وَفِّقْ وُلَاةَ أُمُورِنَا لِمَا تُحِبُّ وَتَرْضَى، وَخُذْ بِنَوَاصِيهِمْ لِلْبِرِّ وَالتَّقْوَى، وَالْعَدْلِ وَالصَّلَاحِ.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدَيْنَا وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ.

عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى، وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ.

فَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ، وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ.

Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT



Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar