Editor
KOMPAS.com - Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di sekolah biasanya diisi dengan rangkaian kegiatan keagamaan yang melibatkan siswa, guru, dan seluruh warga sekolah.
Agar acara berjalan tertib, panitia dapat menyiapkan susunan acara Maulid Nabi secara berurutan dari pembukaan hingga penutup.
Baca juga: 7 Hikmah Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW bagi Umat Islam
Berikut contoh susunan acara Maulid Nabi Muhammad SAW di sekolah yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan durasi kegiatan.
Baca juga: Maulid Nabi: Sejarah, Makna, dan Tradisi Peringatannya di Indonesia
Acara diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara atau MC. Pada bagian ini, MC menyampaikan salam, ucapan selamat datang, serta mengajak seluruh peserta untuk mengikuti kegiatan Maulid Nabi dengan tertib.
Acara dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh siswa atau petugas yang telah ditunjuk. Pembacaan Al-Qur’an menjadi bagian pembuka kegiatan untuk mengawali acara dengan suasana religius.
Setelah pembacaan Al-Qur’an, acara dapat dilanjutkan dengan pembacaan shalawat atau Maulid Nabi. Kegiatan ini dapat dipimpin oleh guru, siswa, kelompok hadrah, atau petugas lain yang telah dipersiapkan panitia.
Ketua panitia menyampaikan sambutan mengenai pelaksanaan kegiatan Maulid Nabi. Sambutan dapat berisi ucapan terima kasih kepada pihak yang mendukung acara serta harapan agar kegiatan memberikan manfaat bagi seluruh peserta.
Kepala sekolah kemudian menyampaikan sambutan sekaligus arahan kepada siswa. Bagian ini dapat menjadi kesempatan untuk menyampaikan pesan mengenai pentingnya meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Jika diperlukan, panitia dapat memasukkan penampilan siswa dalam rangkaian acara. Penampilan dapat berupa pembacaan puisi Islami, pidato keagamaan, hafalan Al-Qur’an, hadrah, nasyid, atau selawat.
Acara utama dapat dilanjutkan dengan tausiyah atau ceramah Maulid Nabi yang disampaikan oleh ustaz, guru, atau penceramah yang telah ditentukan.
Materi tausiyah dapat membahas sejarah kehidupan Nabi Muhammad SAW, akhlak Rasulullah, perjuangan dakwah, serta cara menerapkan keteladanan Nabi dalam kehidupan siswa di sekolah maupun di lingkungan keluarga.
Setelah tausiyah, acara dilanjutkan dengan doa bersama. Doa dapat dipimpin oleh guru, ustaz, atau petugas yang telah ditunjuk oleh panitia.
Rangkaian kegiatan Maulid Nabi di sekolah diakhiri dengan penutup oleh MC. MC dapat menyampaikan ucapan terima kasih kepada kepala sekolah, guru, panitia, penceramah, siswa, dan seluruh peserta yang telah mengikuti acara.
Jika waktu pelaksanaan terbatas, susunan acara Maulid Nabi di sekolah dapat dibuat lebih sederhana sebagai berikut:
Susunan tersebut dapat digunakan untuk kegiatan Maulid Nabi di tingkat SD, SMP, maupun SMA dengan menyesuaikan materi dan durasi setiap acara.
Panitia sebaiknya menyesuaikan susunan acara dengan usia peserta, waktu yang tersedia, serta kondisi tempat pelaksanaan.
Setiap petugas juga perlu mendapatkan informasi mengenai tugas dan waktu tampil agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar.
Kegiatan Maulid Nabi di sekolah tidak harus dibuat terlalu panjang. Rangkaian acara yang sederhana, tertib, dan memiliki pesan keagamaan yang jelas dapat membantu siswa memahami makna peringatan Maulid sekaligus mengenal keteladanan Nabi Muhammad SAW.
Dengan susunan acara yang terencana, peringatan Maulid Nabi di sekolah dapat berlangsung lebih tertib dan menarik bagi siswa.
Rangkaian kegiatan juga dapat menjadi sarana untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW serta menanamkan nilai akhlak dalam kehidupan sehari-hari.
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT