KOMPAS.com — Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah dan Umana Al-Aqsa menjajaki kerja sama untuk mendukung pemulihan Gaza, Palestina.
Peluang kolaborasi tersebut mencakup bidang kesehatan, pendidikan, dakwah, rekonstruksi fasilitas publik, serta bantuan bagi keluarga korban perang.
Rencana tersebut dibahas saat delegasi Umana Al-Aqsa yang terdiri dari Syekh Mohammed Al-Hajj dan Eymen Yildirim bertemu Ketua PP Muhammadiyah Syafiq A. Mughni serta Ketua Lembaga Hubungan dan Kerja Sama Internasional (LHKI) PP Muhammadiyah Imam Addaruqutni.
“Kami datang ke Muhammadiyah untuk menyampaikan apresiasi atas semua kontribusi yang telah diberikan Muhammadiyah dan juga elemen-elemen umat Islam lainnya di Indonesia dalam mendukung Palestina dan Gaza,” ujar Mohammed dalam rilisnya, Rabu (2/9/2026).
Baca juga: 1.000 Hari Perang Gaza: 2.700 Keluarga Palestina Musnah, Ribuan Anak Jadi Korban
Mohammed menjelaskan, Umana Al-Aqsa merupakan lembaga internasional yang berbasis di Istanbul, Turki.
Lembaga tersebut berupaya memperkuat peran dai dan lulusan fakultas syariah dari berbagai negara dalam membangun kepedulian terhadap Palestina dan Masjid Al-Aqsa.
Dalam pertemuan dengan Muhammadiyah, Umana Al-Aqsa membahas kemungkinan pengembangan program pemberdayaan dan rekonstruksi Gaza.
Menurut Mohammed, masyarakat Palestina, khususnya di Gaza, membutuhkan dukungan internasional untuk membangun kembali rumah sakit, sekolah, dan berbagai fasilitas publik yang rusak akibat perang.
“Tentu saja rakyat Palestina, terutama Gaza, memerlukan dukungan moral dan juga material untuk membangun kembali dan melakukan rekonstruksi fasilitas umum, rumah sakit, pendidikan, serta fasilitas publik,” kata Mohammed.
Baca juga: PBB: Serangan di Gaza Berlanjut, Krisis Bahan Bakar Ganggu Layanan Kemanusiaan
Ia menilai Indonesia bersama negara-negara Islam lainnya dapat berperan dalam mempercepat pemulihan Gaza, termasuk melalui sektor pendidikan dan dakwah.
“Kami percaya Indonesia dan juga negara-negara Islam lainnya bisa membantu dan mendorong percepatan rekonstruksi di bidang dakwah dan pendidikan di Gaza,” ujarnya.
Selain rekonstruksi fasilitas publik, Umana Al-Aqsa mengusulkan program kafalah atau dukungan pemenuhan kebutuhan hidup bagi keluarga korban perang, khususnya keluarga khatib dan imam di Gaza serta Al-Quds.
“Kami berharap adanya kerja sama untuk mewujudkan program-program pemberdayaan, infrastruktur kesehatan, pendidikan, dan secara khusus memperhatikan kafalah bagi keluarga syuhada dari kalangan khatib dan imam di Gaza dan Al-Quds,” ucap Mohammed.
Ketua PP Muhammadiyah Syafiq A Mughni mengatakan, Umana Al-Aqsa juga memiliki perhatian terhadap penguatan pemahaman umat Islam mengenai Palestina dan Masjid Al-Aqsa.
Upaya tersebut dilakukan melalui penyusunan kajian dan literatur tentang Al-Aqsa, pembangunan masjid dan musala, serta peningkatan pengetahuan para khatib, mubalig, dan penceramah.
“Beliau melakukan kajian tentang Al-Aqsa dan melahirkan beberapa literatur tentang Masjid Al-Aqsa,” kata Syafiq.
Menurut Syafiq, para penceramah dan khatib diharapkan tidak hanya memahami perkembangan sosial dan politik Palestina, tetapi juga mengetahui landasan mengenai Al-Aqsa dalam Al-Qur’an dan Sunnah.
“Beliau menginginkan supaya para penceramah dan khatib memiliki kemampuan bukan saja memahami persoalan kontemporer yang sedang terjadi, tetapi juga memahami landasan normatif dari Al-Qur’an dan Sunnah tentang Al-Aqsa,” ujarnya.
Pertemuan tersebut juga membahas Konferensi Umana Al-Aqsa Ke-4 yang dijadwalkan berlangsung di Istanbul, Turki, pada 9–10 Januari 2027. PP Muhammadiyah mendapat undangan untuk menghadiri konferensi tersebut.
Syafiq menyambut baik agenda yang ditujukan untuk memperkuat komitmen serta pengetahuan para ulama, khatib, dan penceramah mengenai Palestina dan Al-Aqsa.
“Tujuannya adalah memperkuat komitmen para ulama, para khatib, dan para penceramah untuk menyebarkan pengetahuan tentang Al-Aqsa, baik dari sudut persoalan sosial dan politiknya maupun dari sudut normatif Al-Qur’an dan Sunnah,” kata Syafiq.
Muhammadiyah menyatakan siap mendukung agenda tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat kepedulian umat Islam terhadap Palestina dan Masjid Al-Aqsa.
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT