Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Muhammadiyah dan Umana Al-Aqsa Jajaki Kerja Sama Rekonstruksi Gaza

Kompas.com, 2 September 2026, 21:36 WIB
Puji Sri Rahayu,
Reni Susanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com — Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah dan Umana Al-Aqsa menjajaki kerja sama untuk mendukung pemulihan Gaza, Palestina.

Peluang kolaborasi tersebut mencakup bidang kesehatan, pendidikan, dakwah, rekonstruksi fasilitas publik, serta bantuan bagi keluarga korban perang.

Rencana tersebut dibahas saat delegasi Umana Al-Aqsa yang terdiri dari Syekh Mohammed Al-Hajj dan Eymen Yildirim bertemu Ketua PP Muhammadiyah Syafiq A. Mughni serta Ketua Lembaga Hubungan dan Kerja Sama Internasional (LHKI) PP Muhammadiyah Imam Addaruqutni.

“Kami datang ke Muhammadiyah untuk menyampaikan apresiasi atas semua kontribusi yang telah diberikan Muhammadiyah dan juga elemen-elemen umat Islam lainnya di Indonesia dalam mendukung Palestina dan Gaza,” ujar Mohammed dalam rilisnya, Rabu (2/9/2026). 

Baca juga: 1.000 Hari Perang Gaza: 2.700 Keluarga Palestina Musnah, Ribuan Anak Jadi Korban

Jajaki Program Pemulihan Gaza

Mohammed menjelaskan, Umana Al-Aqsa merupakan lembaga internasional yang berbasis di Istanbul, Turki.

Lembaga tersebut berupaya memperkuat peran dai dan lulusan fakultas syariah dari berbagai negara dalam membangun kepedulian terhadap Palestina dan Masjid Al-Aqsa.

Dalam pertemuan dengan Muhammadiyah, Umana Al-Aqsa membahas kemungkinan pengembangan program pemberdayaan dan rekonstruksi Gaza.

Menurut Mohammed, masyarakat Palestina, khususnya di Gaza, membutuhkan dukungan internasional untuk membangun kembali rumah sakit, sekolah, dan berbagai fasilitas publik yang rusak akibat perang.

“Tentu saja rakyat Palestina, terutama Gaza, memerlukan dukungan moral dan juga material untuk membangun kembali dan melakukan rekonstruksi fasilitas umum, rumah sakit, pendidikan, serta fasilitas publik,” kata Mohammed.

Baca juga: PBB: Serangan di Gaza Berlanjut, Krisis Bahan Bakar Ganggu Layanan Kemanusiaan

Ia menilai Indonesia bersama negara-negara Islam lainnya dapat berperan dalam mempercepat pemulihan Gaza, termasuk melalui sektor pendidikan dan dakwah.

“Kami percaya Indonesia dan juga negara-negara Islam lainnya bisa membantu dan mendorong percepatan rekonstruksi di bidang dakwah dan pendidikan di Gaza,” ujarnya.

Selain rekonstruksi fasilitas publik, Umana Al-Aqsa mengusulkan program kafalah atau dukungan pemenuhan kebutuhan hidup bagi keluarga korban perang, khususnya keluarga khatib dan imam di Gaza serta Al-Quds.

“Kami berharap adanya kerja sama untuk mewujudkan program-program pemberdayaan, infrastruktur kesehatan, pendidikan, dan secara khusus memperhatikan kafalah bagi keluarga syuhada dari kalangan khatib dan imam di Gaza dan Al-Quds,” ucap Mohammed.

Perkuat Pemahaman tentang Al-Aqsa

Ketua PP Muhammadiyah Syafiq A Mughni mengatakan, Umana Al-Aqsa juga memiliki perhatian terhadap penguatan pemahaman umat Islam mengenai Palestina dan Masjid Al-Aqsa.

Upaya tersebut dilakukan melalui penyusunan kajian dan literatur tentang Al-Aqsa, pembangunan masjid dan musala, serta peningkatan pengetahuan para khatib, mubalig, dan penceramah.

“Beliau melakukan kajian tentang Al-Aqsa dan melahirkan beberapa literatur tentang Masjid Al-Aqsa,” kata Syafiq.

Menurut Syafiq, para penceramah dan khatib diharapkan tidak hanya memahami perkembangan sosial dan politik Palestina, tetapi juga mengetahui landasan mengenai Al-Aqsa dalam Al-Qur’an dan Sunnah.

“Beliau menginginkan supaya para penceramah dan khatib memiliki kemampuan bukan saja memahami persoalan kontemporer yang sedang terjadi, tetapi juga memahami landasan normatif dari Al-Qur’an dan Sunnah tentang Al-Aqsa,” ujarnya.

Muhammadiyah Diundang ke Istanbul

Pertemuan tersebut juga membahas Konferensi Umana Al-Aqsa Ke-4 yang dijadwalkan berlangsung di Istanbul, Turki, pada 9–10 Januari 2027. PP Muhammadiyah mendapat undangan untuk menghadiri konferensi tersebut.

Syafiq menyambut baik agenda yang ditujukan untuk memperkuat komitmen serta pengetahuan para ulama, khatib, dan penceramah mengenai Palestina dan Al-Aqsa.

“Tujuannya adalah memperkuat komitmen para ulama, para khatib, dan para penceramah untuk menyebarkan pengetahuan tentang Al-Aqsa, baik dari sudut persoalan sosial dan politiknya maupun dari sudut normatif Al-Qur’an dan Sunnah,” kata Syafiq.

Muhammadiyah menyatakan siap mendukung agenda tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat kepedulian umat Islam terhadap Palestina dan Masjid Al-Aqsa.

Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar