Editor
KOMPAS.com - Penyakit ain dalam Islam dikenal sebagai pengaruh pandangan yang disertai rasa iri atau dengki dan dapat berdampak buruk kepada orang yang dipandang.
Salah satu ikhtiar untuk memohon perlindungan dari penyakit ain adalah memperbanyak doa, dzikir, serta mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Baca juga: Doa Terhindar Penyakit Ain, Lengkap dengan Cara Mengobati Menurut Ajaran Islam
Ain dalam Islam merupakan penyakit non-medis atau supranatural yang dikaitkan dengan pandangan mata yang disertai perasaan iri hati dan dengki.
Pengaruh ain dapat menimpa seseorang melalui pandangan, bahkan disebut dapat terjadi melalui gambaran atau khayalan.
Rasulullah SAW menegaskan bahwa ain merupakan sesuatu yang nyata dalam hadits riwayat Muslim:
Baca juga: Penyakit Ain dalam Islam: Pengertian, Ciri-Ciri, dan Cara Mengobatinya Menurut Syariat
الْعَيْنُ حَقٌّ وَلَوْ كَانَ شَىْءٌ سَابَقَ الْقَدَرَ سَبَقَتْهُ الْعَيْنُ
Artinya: “Ain itu nyata (Haq), kalau saja ada sesuatu yang mendahului takdir, niscaya ‘ain akan mendahuluinya” (HR Muslim).
‘Ain merupakan pengaruh pandangan hasad dari orang yang dengki sehingga dapat membahayakan orang yang menjadi sasaran pandangan tersebut. Misalnya, anak kecil yang dipandang dengan penuh kedengkian disebut dapat jatuh sakit atau terus-menerus menangis.
Dampak pandangan ‘ain dapat berbeda-beda, mulai dari membuat seseorang sakit, mengalami celaka, hingga menyebabkan kematian.
Karena itu, Rasulullah menjadikan ‘ain sebagai salah satu hal yang perlu diwaspadai. Ibnul Qayyim dalam Zaadul Ma’ad (4: 153) berkata,
ونفس العائن لا يتوقف تأثيرها على الرؤية ، بل قد يكون أعمى فيوصف له الشيء فتؤثر نفسه فيه وإن لم يره ، وكثير من العائنين يؤثر في المعين بالوصف من غير رؤية
“Ain bukan hanya lewat jalan melihat. Bahkan orang buta sekali pun bisa membayangkan sesuatu lalu ia bisa memberikan pengaruh ‘ain meskipun ia tidak melihat. Banyak kasus yang terjadi yang menunjukkan bahwa ‘ain bisa menimpa seseorang hanya lewat khayalan tanpa melihat.”
Adanya ‘ain juga secara tersirat disebutkan dalam Al-Qur’an melalui ayat berikut:
وَإِن يَكَادُ الَّذِينَ كَفَرُواْ لَيُزْلِقُونَكَ بِأَبْصَارِهِمْ لَمَّا سَمِعُواْ الذِّكْرَ وَيَقُولُونَ إِنَّهُ لَمَجْنُونٌ
“Dan sesungguhnya orang-orang kafir itu hampir menggelincirkan kamu dengan pandangan mereka, tatkala mereka mendengarkan Al-Qur’an dan mereka berkata: ‘Sesungguhnya ia (Muhammad) benar-benar orang yang gila’,” (QS al-Qalam: 51).
Imam Ibnu Katsir mengarahkan maksud dari kata “pandangan” dalam ayat di atas pada pandangan yang disertai dengan kekuatan ‘ain.
Penyakit ain dapat dihindari dengan berbagai ikhtiar, salah satunya memperbanyak doa untuk memohon perlindungan kepada Allah SWT.
Rasulullah SAW mengajarkan doa untuk memohon perlindungan Allah SWT agar terhindar dari penyakit ain. Berikut bacaan doa terhindar dari ain:
أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ
Artinya: “Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari semua setan, binatang yang beracun dan ‘Ain yang menyakitkan” (HR al-Bukhari).
Rasulullah SAW juga mengajarkan doa untuk memohon perlindungan anak dari berbagai pengaruh tersebut. Berikut bacaannya:
أُعِيْذُكَ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ، وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لاَمَّةٍ. اَللَّهُمَّ بَارِكْ فِيْهِ وَلَا تَضُرَّهُ
Latin: U‘îdzuka bikalimâtillâhit tâmmati min kulli syaithânin, wa hâmmatin, wa min kulii ‘ainin lâmmah. Allâhumma bârik fîhi, wa lâ tadhurrah.
Artinya: “Aku menyerahkan perlindunganmu dengan kalimat Allah yang sempurna dari segala gangguan setan, binatang melata/serangga, dan segala pengaruh mata jahat. Tuhanku, turunkan keberkahan-Mu pada anak ini. Jangan izinkan sesuatu membuatnya celaka.”
Membaca ayat Al-Qur’an dan berdzikir dapat menjadi salah satu ikhtiar untuk memohon perlindungan dari bahaya ‘ain. Terdapat tiga surah yang disebut dapat dibaca untuk perlindungan dari pengaruh buruk tersebut.
Surah Al-Baqarah ayat 255 yang dikenal sebagai Ayat Kursi dapat dibaca untuk menjaga diri dari berbagai hal yang bersifat buruk, termasuk kejahatan setan ataupun manusia.
Surah Yasin ayat 9 dapat dibaca agar seseorang tidak terlihat oleh makhluk ghaib dan mata ‘ain manusia.
Surah Al-Falaq dapat dibaca untuk memohon perlindungan dari buhul-buhul sihir serta kejahatan manusia yang dengki atau tidak menyukai kita.
Membaca doa terhindar dari ain merupakan salah satu ikhtiar yang dapat dilakukan untuk memohon perlindungan dari penyakit ‘ain.
Kunci utama agar terjauh dari ‘ain adalah mendekatkan diri kepada Allah SWT dan bertawakkal kepada-Nya. Dzikir juga perlu dirutinkan setiap hari agar diri dan anak mendapat perlindungan dari orang yang hasad atau dengki.
Hanya kepada Allah tempat berlindung, sebagaimana disebutkan dalam Surat Al-Falaq, yakni memohon perlindungan dari kejelekan orang yang hasad ketika ia hasad.
Apabila penyebab ain tidak diketahui, ruqyah terhadap orang yang terkena ‘ain dapat dilakukan dengan bacaan Al-Qur’an dan doa memohon pertolongan Allah SWT.
Terdapat doa dalam hadits ‘Aisyah radhiallahu’anha ketika Rasulullah SAW merasakan sakit dan Malaikat Jibril meruqyahnya dengan doa:
باسْمِ اللهِ يُبْرِيكَ، وَمِنْ كُلِّ دَاءٍ يَشْفِيكَ، وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إذَا حَسَدَ، وَشَرِّ كُلِّ ذِي عَيْنٍ
Latin: Bismillahi yubriik, wa min kulli daa-in yasyfiik, wa min syarri haasidin idza hasad, wa syarri kulli dzii ‘ainin.
Artinya: dengan nama Allah yang menyembuhkanmu. Ia menyembuhkanmu dari segala penyakit dan dari keburukan orang yang hasad dan keburukan orang yang menyebabkan ‘ain.(HR. Muslim no.2185).
Ruqyah tersebut kemudian dibarengi dengan bacaan ayat Al-Quran seperti Surat Al Fatihah, Ayat Kursi, ayat-ayat terakhir surat Al-Baqarah, Surat Al Ikhlas, Surat Al Falaq dan Surat An Naas.
Memuji orang lain sebaiknya tidak dilakukan secara berlebihan atau melampaui batas. Adab memuji orang lain agar terhindar dari penyakit ‘ain adalah menyandarkan segala kelebihan kepada Allah SWT sekaligus mendoakan keberkahan bagi orang yang dipuji.
Saat melihat sesuatu yang mengagumkan pada diri orang lain, ucapkan kata-kata seperti "MasyaAllah Tabarakallah". Doakan pula keberkahan dengan mengucapkan "Barakallahu fiik" (Semoga Allah memberkahimu) atau kalimat serupa.
Rasulullah SAW bersabda bahwa ‘ain itu nyata, maka jika melihat sesuatu yang membuat kagum, hendaknya mendoakan keberkahan untuknya.
Untuk memohon perlindungan dari ain, dapat membaca doa yang diajarkan Rasulullah SAW, yaitu memohon perlindungan dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari setan, binatang yang beracun, dan ‘ain yang menyakitkan.
Mengucapkan "Allahumma barik" merupakan bentuk doa memohon keberkahan ketika melihat sesuatu yang mengagumkan pada diri orang lain.
Salah satu doa yang dapat dibaca adalah أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ untuk memohon perlindungan dari berbagai gangguan, termasuk ‘ain.
Bacaan Al-Qur’an yang disebutkan dalam ikhtiar mengatasi ain melalui ruqyah syar’iyyah antara lain Surat Al Fatihah, Ayat Kursi, ayat-ayat terakhir Surat Al-Baqarah, Surat Al Ikhlas, Surat Al Falaq dan Surat An Naas.
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT