KOMPAS.com — Kementerian Agama (Kemenag) memulihkan sedikitnya 776 rumah ibadah lintas agama yang terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Pemulihan dilakukan melalui rehabilitasi dan rekonstruksi rumah ibadah serta Kantor Urusan Agama (KUA). Pelaksanaannya dilakukan secara bertahap sesuai kondisi dan perkembangan penanganan di setiap daerah.
Berdasarkan data Kemenag, sebanyak 697 rumah ibadah lintas agama di Aceh dan Sumatera Utara masuk program penanganan.
Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Ditjen Bimas) Islam mencatat 434 masjid dan musala masuk bantuan tahap kedua. Jumlah tersebut terdiri dari 306 lokasi di Aceh dan 128 lokasi di Sumatera Utara.
Baca juga: Gempa Flores Rusak 173 Rumah Ibadah, Infrastruktur Dasar Mulai Dipulihkan
Selain masjid dan musala, Kemenag mendata 133 gereja Kristen yang terdampak, terdiri dari enam lokasi di Aceh dan 127 lokasi di Sumatera Utara.
Ditjen Bimas Katolik menyiapkan bantuan pemulihan bagi 54 gereja Katolik, yakni empat lokasi di Aceh dan 50 lokasi di Sumatera Utara.
Pemulihan juga mencakup tujuh rumah ibadah umat Hindu di Sumatera Utara serta 69 rumah ibadah umat Buddha. Rumah ibadah Buddha tersebut tersebar di Aceh sebanyak tujuh lokasi dan Sumatera Utara 62 lokasi.
Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Aceh Azhari mengatakan, bantuan tahap pertama telah disalurkan kepada 50 masjid terdampak.
Pada tahap kedua, bantuan disiapkan bagi 306 masjid dan musala yang tersebar di sejumlah kabupaten dan kota. Setiap rumah ibadah mendapatkan bantuan rata-rata Rp38 juta.
“Untuk rumah ibadah, tahap pertama sudah kita salurkan kepada 50 masjid. Untuk tahap kedua ada 306 masjid dan musala, masing-masing Rp38 juta,” ujar Azhari.
Selain rumah ibadah, Kemenag mengalokasikan anggaran sekitar Rp3,29 miliar untuk merehabilitasi KUA di Aceh.
Kanwil Kemenag Aceh berkoordinasi dengan kantor Kemenag kabupaten dan kota untuk mempercepat pelaksanaan rehabilitasi di lapangan.
Baca juga: Saat Rasulullah Menerima Rombongan Kristen Najran di Masjid Nabawi
Di Sumatera Utara, bantuan tahap kedua disiapkan untuk 128 masjid dan musala dengan total anggaran sekitar Rp4,86 miliar.
Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Sumatera Utara Ahmad Qosbi mengatakan, rehabilitasi dilakukan terhadap 40 KUA. Pekerjaan di beberapa lokasi diperkirakan selesai pada September 2026.
“Untuk rehabilitasi KUA, 30 lokasi ditambah 10 lokasi, semuanya berjalan lancar. Bahkan, ada yang diperkirakan selesai pada September ini,” ujar Ahmad.
Pemulihan di Sumatera Utara juga mencakup 127 gereja Kristen, 50 gereja Katolik di wilayah Keuskupan Medan dan Sibolga, 62 rumah ibadah umat Buddha, serta tujuh rumah ibadah umat Hindu.
Kanwil Kemenag Sumatera Utara turut mengawal penyaluran bantuan bagi masjid dan musala. Bantuan tahap pertama telah disalurkan, sedangkan bantuan tahap kedua masih diproses.
Di Sumatera Barat, bantuan tahap awal telah masuk ke rekening pengurus 13 masjid dan 16 musala terdampak.
Kemenag juga mengalokasikan Rp450 juta untuk merehabilitasi tiga KUA. Dua KUA berada di Kabupaten Pesisir Selatan dan satu KUA di Kabupaten Padang Pariaman.
Anggaran tersebut telah masuk dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Kanwil Kemenag Sumatera Barat. Saat ini, dokumen perencanaan rehabilitasi ketiga KUA sedang disiapkan.
“Untuk tiga KUA, anggarannya sudah masuk ke DIPA Kanwil. Saat ini sedang dalam proses penyiapan dokumen perencanaan untuk pelaksanaan rehabilitasi,” ujar perwakilan Kanwil Kemenag Sumatera Barat Fauqa Nuri Ichsan.
Fauqa mengatakan, bantuan tahap pertama untuk rumah ibadah telah disalurkan ke rekening pengurus masing-masing penerima.
Kemenag melanjutkan koordinasi dengan kantor wilayah di ketiga provinsi untuk mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi rumah ibadah serta KUA yang terdampak bencana.
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT