Editor
JAKARTA, KOMPAS.com — Anggota Persatuan Ulama Dunia asal Palestina, Syekh Dr Muhammad Al-Hajj, mengatakan Masjid Al-Aqsa bukan hanya menjadi milik rakyat Palestina, tetapi juga bagian dari kepedulian umat Islam di seluruh dunia.
Karena itu, ia mengajak umat Islam untuk turut menjaga Al-Aqsa serta memperjuangkan hak-hak masyarakat Palestina.
"Al-Aqsa bukanlah milik Palestina, melainkan Al-Aqsa adalah milik kita semua, milik seluruh umat Islam yang ada di dunia," ujar Muhammad Al-Hajj dikutip dari laman MUI, Jumat (4/9/2026).
Menurut dia, kepedulian terhadap Palestina tidak hanya berangkat dari ikatan keagamaan, tetapi juga nilai-nilai kemanusiaan.
Baca juga: Muhammadiyah dan Umana Al-Aqsa Jajaki Kerja Sama Rekonstruksi Gaza
Dalam kesempatan tersebut, Muhammad Al-Hajj menyampaikan salam dari masyarakat Palestina dan para penjaga Al-Aqsa kepada masyarakat Indonesia.
Ia juga mengapresiasi dukungan masyarakat Indonesia terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina.
Menurut dia, solidaritas tersebut menunjukkan adanya kepedulian terhadap kondisi masyarakat Palestina sekaligus Masjid Al-Aqsa.
Muhammad Al-Hajj mengingatkan bahwa sesama orang beriman merupakan saudara sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur'an. Atas dasar itu pula, menurut dia, Al-Aqsa tidak dapat dipandang hanya sebagai persoalan masyarakat Palestina.
Menjaga Masjid Al-Aqsa dan memperjuangkan hak-hak masyarakat Palestina, kata dia, merupakan tanggung jawab bersama.
Baca juga: Imam Besar Masjid Al-Aqsa Tolak RUU Israel Batasi Pengeras Suara Azan
Muhammad Al-Hajj juga menyoroti kekerasan yang masih dialami masyarakat Palestina.
Ia menggunakan peristiwa pembakaran Masjid Al-Aqsa sebagai gambaran bahwa penderitaan masyarakat Palestina tidak berhenti pada satu peristiwa sejarah.
Menurut dia, "api" yang dihadapi Palestina saat ini hadir dalam bentuk kekerasan, penangkapan, pengusiran, dan penghancuran bangunan.
"Pembakaran itu ada setiap hari, setiap hari api itu menyala, api kebencian, penangkapan para ulama, anak-anak kecil, para wanita, pengusiran dari tanah air, penghancuran setiap rumah dan pembangunan yang ada," tuturnya.
Ia juga menyebut kerusakan bangunan di wilayah Palestina telah mencapai sekitar 98 persen.
Namun, dalam pernyataannya, Muhammad Al-Hajj tidak memerinci wilayah yang dimaksud maupun sumber data yang menjadi dasar angka tersebut.
Muhammad Al-Hajj kemudian mengajak pemerintah dan masyarakat Indonesia untuk terus memberikan dukungan terhadap upaya menghentikan penderitaan warga Palestina serta mendorong terwujudnya perdamaian dan kemerdekaan.
"Hukumatan wa sya'ban, baik pemerintah maupun rakyatnya, bersama-sama kita hentikan seluruh pembakaran ini. Bersama-sama kita perjuangkan kemerdekaan dan perdamaian yang ada di Palestina," ujarnya.
Menurut dia, dukungan terhadap Palestina tidak semata-mata berkaitan dengan keimanan, tetapi juga merupakan bentuk kepedulian terhadap kemanusiaan.
Kegiatan SIMATINA 2026 turut dirangkaikan dengan peluncuran kantor pusat Asia Pacific Coalition for Quds and Palestine (APCQP).
Kegiatan tersebut digelar dengan dukungan Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI serta pimpinan MPR dan DPR RI.
Pada akhir sambutannya, Muhammad Al-Hajj mendoakan masyarakat yang terus memberikan dukungan kepada Palestina.
Ia juga mendoakan Indonesia agar tetap menjadi negara yang aman dan mendapat keberkahan.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.