Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dua Patung Bunda Maria Bernuansa Nusantara yang Memikat Putri Mahkota Swedia

Kompas.com, 5 September 2026, 10:05 WIB
Reni Susanti

Editor

JAKARTA, KOMPAS.com — Putri Mahkota Swedia Victoria berdecak kagum saat menginjakkan kakinya di Gereja Katedral Jakarta. Selain kemegahan arsitekturnya, ia terfokus pada dua patung Bunda Maria yang budaya Nusantara.

Keduanya adalah Patung Bunda Maria Segala Suku dan Patung Ibu Maria Dipamarga atau Santa Maria Della Strada.

Berbeda dari penggambaran Bunda Maria yang umumnya bercorak Eropa, kedua patung tersebut tampil dengan identitas Indonesia. Mengenakan kebaya dan batik sebagai simbol kebangsaan, hingga busana khas Betawi.

Baca juga: Biarawati Asal NTT Jadi Paskibra di KBRI Vatikan, Doa Mengalir untuk Korban Gempa

Uskup Agung Jakarta Ignatius Kardinal Suharyo mengatakan, kekhasan tersebut menjadi salah satu hal yang menarik perhatian Putri Mahkota Victoria ketika melihat bagian dalam Katedral Jakarta.

“Di gereja-gereja pada umumnya, Patung Bunda Maria menggunakan model Eropa. Namun, di sini modelnya khas Indonesia, khususnya khas Jakarta,” tutur Suharyo dikutip dari Kemenag, Sabtu (5/9/2026).

Di balik keindahannya, kedua patung itu menyimpan cerita tentang perjumpaan iman, kebudayaan, dan kebhinnekaan Indonesia.

Baca juga: Muhammadiyah Tangani 3.702 Korban Gempa NTT, ISPA Jadi Keluhan Terbanyak

Bunda Maria dalam Wajah Kebhinnekaan Indonesia

Patung Bunda Maria Segala Suku bermula bukan dari pahatan, melainkan lukisan di atas kanvas.

Pada pertengahan 2017, digelar kompetisi melukis, membuat patung, dan fotografi untuk mencari penggambaran sosok Bunda Maria dengan kekhasan Indonesia.

Dari kompetisi tersebut, lukisan Maria Bunda Segala Suku karya Robertus Gunawan terpilih sebagai pemenang.

Lukisan itu kemudian diwujudkan dalam bentuk tiga dimensi. Lukisan Maria Bunda Segala Suku diresmikan Uskup Ignatius Suharyo pada 6 Januari 2018, sedangkan patungnya diresmikan pada 13 Mei 2018 di Gereja Katedral Jakarta.

Patung aslinya kini disimpan di Museum Katedral Jakarta. Adapun patung yang dapat disaksikan umat dan pengunjung di dalam gereja merupakan replikanya.

Identitas Indonesia terlihat dalam berbagai ornamen yang menghiasi patung tersebut.

Mahkota Bunda Maria menampilkan corak peta Indonesia, sedangkan di bagian dadanya tersemat bros bergambar Garuda Pancasila. Kerudung renda berwarna merah dan putih membingkai sosoknya.

Kebaya yang dikenakan juga memiliki makna tersendiri. Brokat panjangnya memuat motif wayang Dewi Sri dan Dwi Kuthi Tua, kemudian dipadukan dengan kain bermotif Nusantara pada bagian bawahnya.

Suharyo turut menunjukkan berbagai detail tersebut kepada Putri Mahkota Victoria.

“Di mahkota Bunda Maria terdapat peta Indonesia, tidak ada di tempat lain. Di bagian dadanya, brosnya bergambar Garuda Pancasila. Pakaiannya bukan mantel biasa, melainkan kain batik dan pakaian tradisional dari berbagai daerah di Indonesia,” ungkapnya.

Berbagai unsur tersebut menyatu dalam penggambaran Bunda Maria yang dekat dengan masyarakat Indonesia. Sosoknya sekaligus membawa pesan persatuan di tengah keragaman suku dan budaya Nusantara.

“Rasa-rasanya beliau belum pernah melihat Patung Bunda Maria seperti itu, yang sangat diinkulturasikan dengan kebudayaan Indonesia,” kata Suharyo.

Bunda Maria Berbalut Budaya Betawi

Nuansa Nusantara juga terlihat pada Patung Santa Maria Della Strada atau Ibu Maria Dipamarga.

Jika Bunda Maria Segala Suku merangkum beragam identitas Nusantara, Santa Maria Della Strada tampil lebih dekat dengan wajah Jakarta. Bunda Maria digambarkan mengenakan busana bercorak Betawi sambil menggendong bayi Yesus.

Patung tersebut merupakan karya seniman keramik F Widayanto. Patung dibuat menggunakan tanah liat batuan asal Sukabumi, kemudian diolah menjadi karya keramik dengan corak dan gaya khas Betawi.

Sebelum ditempatkan di Katedral Jakarta, Patung Santa Maria Della Strada berada di Rumah Retret Samadi Klender. Pada Februari 2022, patung itu dihibahkan kepada Gereja Katedral Jakarta dan sejak saat itu menjadi bagian dari kekayaan seni di dalam gereja.

Nama Santa Maria Della Strada memiliki jejak sejarah yang jauh dari Jakarta. Peringatannya dirayakan setiap 24 Mei dan berakar dari ikon Santa Maria Della Strada yang berada di Gereja del Gesù, gereja induk Ordo Yesuit di Roma.

Ketika hadir di Jakarta, sosok tersebut memperoleh sentuhan budaya setempat. Busana Betawi yang dikenakannya membuat penggambaran Bunda Maria terasa dekat dengan masyarakat tempat Katedral Jakarta berdiri.

Meski memiliki latar cerita berbeda, kedua patung itu membawa pesan serupa.

Keduanya memperlihatkan bahwa simbol keagamaan dapat berdialog dengan kebudayaan Indonesia tanpa kehilangan makna spiritualnya.

Kekhasan tersebut diperlihatkan kepada Putri Mahkota Victoria saat mengunjungi Katedral Jakarta.

Di tengah kunjungannya untuk menyaksikan harmoni Masjid Istiqlal dan Katedral, ia menemukan wajah lain Indonesia: kebhinnekaan yang tidak hanya tumbuh dalam hubungan antarumat beragama, tetapi juga hadir dalam karya seni di ruang ibadah.

Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT



Terkini Lainnya
Doa Menghadapi Bencana: Gempa, Banjir, hingga Gunung Meletus
Doa Menghadapi Bencana: Gempa, Banjir, hingga Gunung Meletus
Doa Harian
Aktivis Muda NU Hendriyanto Attan Raih Gelar Kehormatan dari Keraton Surakarta
Aktivis Muda NU Hendriyanto Attan Raih Gelar Kehormatan dari Keraton Surakarta
Aktual
Dua Patung Bunda Maria Bernuansa Nusantara yang Memikat Putri Mahkota Swedia
Dua Patung Bunda Maria Bernuansa Nusantara yang Memikat Putri Mahkota Swedia
Aktual
Muhammadiyah Tangani 3.702 Korban Gempa NTT, ISPA Jadi Keluhan Terbanyak
Muhammadiyah Tangani 3.702 Korban Gempa NTT, ISPA Jadi Keluhan Terbanyak
Aktual
Pendidikan 24 Jam ala Pesantren Dinilai Relevan dengan Kebutuhan Zaman, Mengapa?
Pendidikan 24 Jam ala Pesantren Dinilai Relevan dengan Kebutuhan Zaman, Mengapa?
Aktual
Apa Itu Fikih Sosial KH Ali Yafie? Memahami Agama dari Persoalan Masyarakat
Apa Itu Fikih Sosial KH Ali Yafie? Memahami Agama dari Persoalan Masyarakat
Aktual
Menjaga Bumi Bisa Dimulai dari Bangunan, Ini Pentingnya Konsep Bangunan Hijau
Menjaga Bumi Bisa Dimulai dari Bangunan, Ini Pentingnya Konsep Bangunan Hijau
Aktual
Mengenang 100 Tahun KH Ali Yafie dan Warisan Islam Moderat untuk Indonesia
Mengenang 100 Tahun KH Ali Yafie dan Warisan Islam Moderat untuk Indonesia
Aktual
5 Rukun Islam: Pengertian, Urutan, Makna, dan Penerapannya
5 Rukun Islam: Pengertian, Urutan, Makna, dan Penerapannya
Doa dan Niat
Doa Nabi Yunus: Arab, Latin, Arti, Keutamaan, dan Cara Mengamalkannya
Doa Nabi Yunus: Arab, Latin, Arti, Keutamaan, dan Cara Mengamalkannya
Doa dan Niat
Tak Hanya Bantuan Pangan, ZISWAF Didorong Lindungi Kelompok Rentan
Tak Hanya Bantuan Pangan, ZISWAF Didorong Lindungi Kelompok Rentan
Aktual
Menag Ajak Siswa Seminari Doakan Korban Gempa Flores
Menag Ajak Siswa Seminari Doakan Korban Gempa Flores
Aktual
Solidaritas untuk Korban Gempa Flores, 20 Ton Beras hingga Ribuan Selimut Disalurkan
Solidaritas untuk Korban Gempa Flores, 20 Ton Beras hingga Ribuan Selimut Disalurkan
Aktual
Supangat Wafat Usai Bertugas di Muktamar NU, GP Ansor Tanggung Pendidikan Anaknya
Supangat Wafat Usai Bertugas di Muktamar NU, GP Ansor Tanggung Pendidikan Anaknya
Aktual
Lebih dari 75.000 Orang Daftar Petugas Haji 2027, CAT Dibagi 2 Gelombang
Lebih dari 75.000 Orang Daftar Petugas Haji 2027, CAT Dibagi 2 Gelombang
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar