Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Deklarasi GIHES 2026: AI Harus Menjadi Alat Pendukung, Bukan Penentu Pendidikan

Kompas.com, 7 September 2026, 06:01 WIB
Reni Susanti

Editor

JAKARTA, KOMPAS.com — Global Islamic Holistic Education Summit (GIHES) 2026 menghasilkan deklarasi yang mendorong pergeseran sistem pendidikan global menuju pendekatan lebih holistik.

Deklarasi tersebut juga menekankan bahwa kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) harus ditempatkan sebagai alat pendukung pendidikan, bukan menjadi satu-satunya dasar untuk menilai kepribadian dan kemampuan peserta didik.

Rektor Universitas Darussalam (Unida) Gontor sekaligus Ketua Peringatan 100 Tahun Gontor, Prof Dr Hamid Fahmy Zarkasyi, mengatakan, perkembangan teknologi tidak boleh membuat pendidikan mengabaikan keutuhan manusia.

“Di tengah pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan, kita harus melihat kepribadian seseorang secara utuh dan tidak boleh hanya berbasis penilaian AI semata. Setiap individu tetap dituntut untuk menjaga integritas serta keaslian jati dirinya,” kata Hamid dalam konferensi GIHES 2026 di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Minggu (6/9/2026).

Baca juga: Pendidikan 24 Jam ala Pesantren Dinilai Relevan dengan Kebutuhan Zaman, Mengapa?

Menurut Hamid, pendidikan perlu mengembangkan manusia secara menyeluruh, bukan sekadar meningkatkan kemampuan intelektual dan penguasaan teknologi.

Pendekatan tersebut diperlukan untuk membentuk peserta didik yang memiliki ketangguhan sekaligus jati diri yang kuat.

Ia menilai sistem pendidikan yang berjalan saat ini masih terlalu menitikberatkan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Sistem pendidikan saat ini terlalu menekankan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga belum sepenuhnya mengimplementasikan pilar-pilar pendidikan yang dikemukakan UNESCO dan para pakar pendidikan,” ujar Hamid.

Baca juga: Kemenag Buka 3 Bantuan untuk Pesantren, Nilainya hingga Rp 100 Juta

Pendidikan tidak berhenti pada kemampuan akademik

Dalam forum yang sama, Ketua Panitia GIHES 2026, KH Anang Rikza Masyhadi, mengatakan, pendidikan berkualitas tidak hanya berorientasi pada proses belajar mengajar dan pencapaian akademik.

Pendidikan juga perlu membentuk kemampuan peserta didik secara menyeluruh, mulai dari kemampuan kognitif dan intelektual hingga keterampilan yang dibutuhkan untuk menghadapi berbagai persoalan kehidupan.

“Tema utama seminar ini adalah sistem pendidikan berkualitas tinggi. Ini bukan hanya tentang mendidik, tetapi juga memberikan keterampilan kognitif, intelektual, dan kemampuan lainnya,” kata Anang.

Menurut dia, pendekatan holistik dibutuhkan karena berbagai persoalan dunia tidak cukup diselesaikan hanya melalui penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Pendidikan juga harus membantu peserta didik memahami persoalan lingkungan, perdamaian, kehidupan sosial, serta tantangan kemanusiaan yang semakin kompleks.

AI ditempatkan sebagai alat pendukung

Anang mengatakan, AI dan berbagai teknologi lainnya seharusnya digunakan sebagai alat yang membantu kehidupan manusia.

Teknologi tidak boleh menggantikan tujuan utama pendidikan dalam membentuk manusia yang berpengetahuan, berkarakter, dan mampu bertanggung jawab atas pilihannya.

Karena itu, pemanfaatan AI dalam pendidikan perlu disertai etika, integritas, serta penghormatan terhadap keaslian pemikiran peserta didik.

Pendekatan tersebut menjadi penting agar penggunaan teknologi tidak membuat proses pendidikan hanya berorientasi pada hasil yang dapat diukur secara otomatis, tetapi tetap memperhatikan perkembangan karakter dan sisi kemanusiaan setiap individu.

GIHES 2026 diikuti lebih dari 300 peserta yang berasal dari kalangan pemimpin, tokoh pendidikan, akademisi, serta pemangku kepentingan dari berbagai sektor.

“Ini adalah pertemuan puncak para pemimpin yang memegang posisi strategis,” ujar Anang.

Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT



Terkini Lainnya
Gus Kikin: Saya Akan Banyak di Jakarta, tetapi Tidak Melupakan Jawa Timur
Gus Kikin: Saya Akan Banyak di Jakarta, tetapi Tidak Melupakan Jawa Timur
Aktual
JK Sebut Pendidikan Islam Harus Adaptif, Jangan Menjadi Museum Masa Lalu
JK Sebut Pendidikan Islam Harus Adaptif, Jangan Menjadi Museum Masa Lalu
Aktual
Pendaftaran Beasiswa Zakat Indonesia 2026 Diperpanjang, Cek Jadwalnya
Pendaftaran Beasiswa Zakat Indonesia 2026 Diperpanjang, Cek Jadwalnya
Aktual
Darul Amanah Jajaki Beasiswa dan Pertukaran Pelajar dengan Negara-Negara Timur Tengah
Darul Amanah Jajaki Beasiswa dan Pertukaran Pelajar dengan Negara-Negara Timur Tengah
Aktual
Hukum Berjabat Tangan Setelah Shalat Berjamaah, Adakah Tuntunannya?
Hukum Berjabat Tangan Setelah Shalat Berjamaah, Adakah Tuntunannya?
Aktual
Kemenag Perpanjang Pendaftaran Beasiswa Zakat 2026 hingga 14 September, Cek Cara Daftarnya
Kemenag Perpanjang Pendaftaran Beasiswa Zakat 2026 hingga 14 September, Cek Cara Daftarnya
Aktual
Beasiswa Zakat Kemenag 2026 Diperpanjang, Mahasiswa Baru Masih Bisa Daftar hingga 14 September
Beasiswa Zakat Kemenag 2026 Diperpanjang, Mahasiswa Baru Masih Bisa Daftar hingga 14 September
Aktual
Tulisan Assalamualaikum yang Benar: Arab, Latin, Arti, dan Jawabannya
Tulisan Assalamualaikum yang Benar: Arab, Latin, Arti, dan Jawabannya
Doa Harian
Kemenag: Persiapan MTQ Nasional XXXI 2026 di Semarang Sudah 100 Persen
Kemenag: Persiapan MTQ Nasional XXXI 2026 di Semarang Sudah 100 Persen
Aktual
MTQ Nasional XXXI 2026 Jadi Momentum Kenalkan Al Quran Isyarat kepada Masyarakat
MTQ Nasional XXXI 2026 Jadi Momentum Kenalkan Al Quran Isyarat kepada Masyarakat
Aktual
Ijazah Kubro Dalailul Khairat: Menjaga Tradisi Tirakat dan Wirid di Kalangan Nahdliyin
Ijazah Kubro Dalailul Khairat: Menjaga Tradisi Tirakat dan Wirid di Kalangan Nahdliyin
Aktual
 5 Rukun Islam Secara Berurutan, Lengkap dengan Pengertian dan Maknanya
5 Rukun Islam Secara Berurutan, Lengkap dengan Pengertian dan Maknanya
Doa Harian
 Niat Mandi Junub Wanita: Arab, Latin, Penyebab, dan Tata Caranya
Niat Mandi Junub Wanita: Arab, Latin, Penyebab, dan Tata Caranya
Doa Harian
Doa Tahiyat Akhir: Arab, Latin, Arti, dan Urutan Bacaan yang Benar
Doa Tahiyat Akhir: Arab, Latin, Arti, dan Urutan Bacaan yang Benar
Doa Harian
Hoegeng dalam Islam: Ketika Kejujuran, Amanah, dan Kesederhanaan Menjadi Jalan Pengabdian
Hoegeng dalam Islam: Ketika Kejujuran, Amanah, dan Kesederhanaan Menjadi Jalan Pengabdian
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar