Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ijazah Kubro Dalailul Khairat: Menjaga Tradisi Tirakat dan Wirid di Kalangan Nahdliyin

Kompas.com, 8 September 2026, 15:50 WIB
Farid Assifa

Penulis

KOMPAS.com — Tradisi membaca "Dalailul Khairat" menjadi salah satu bentuk tirakat yang terus dijaga di kalangan masyarakat pesantren. Salah satu ikhtiar untuk merawat tradisi tersebut dilakukan melalui Ijazah Kubro Tirakat Dalailul Khairat yang digelar Imam Jazuli Foundation bersama KH Imam Jazuli.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan sekaligus menguatkan kembali tradisi wirid dan tirakat Dalailul Khairat, khususnya di lingkungan pesantren dan kalangan Nahdliyin.

Sejak pertama kali diselenggarakan pada 2014, kegiatan Ijazah Kubro tersebut disebut telah diikuti sekitar 60.000 peserta. Kegiatan yang berlangsung di berbagai kesempatan itu sebelumnya antara lain dilaksanakan di Aston dan Luxton Hotel, Cirebon.

Apa Itu Ijazah Kubro Dalailul Khairat?

Ijazah Kubro merupakan momentum pemberian izin atau ijazah untuk mengamalkan wirid Dalailul Khairat yang dipimpin oleh KH Imam Jazuli.

Baca juga: Derry Sulaiman dan Willi Salim Hadiri Ijazah Kubro Dalailul Khairat, 3.000 Peserta Membeludak

Dalam tradisi pesantren, ijazah memiliki kedudukan penting dalam proses transmisi amalan dan keilmuan. Pengamal tidak hanya memperoleh bacaan, tetapi juga mendapatkan arahan mengenai niat, tata cara, serta tanggung jawab dalam mengamalkannya.

Dalam kegiatan tersebut, KH Imam Jazuli menekankan bahwa wirid dan tirakat Dalail merupakan bagian dari tradisi yang telah dilakukan para wali dan orang-orang saleh terdahulu.

Karena itu, ia mengingatkan para peserta agar tidak menjadikan tirakat sekadar sarana untuk mengejar keinginan duniawi.

“Membersihkan niat untuk ber-taqorrub (mendekatkan diri kepada Allah) dan menghadirkan cinta kepada-Nya.”

Pesan tersebut menempatkan amalan Dalailul Khairat sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah, bukan sekadar ritual untuk memperoleh sesuatu yang diinginkan.

Pentingnya Ilmu Sebelum Mengamalkan Tirakat

KH Imam Jazuli juga mengingatkan pentingnya memahami dasar keilmuan sebelum menjalankan wirid dan tirakat.

Menurut dia, keinginan untuk mengamalkan sebuah amalan perlu disertai dengan pengetahuan yang memadai. Karena itu, penyelenggara menyiapkan media pembelajaran berupa video yang menjelaskan dasar-dasar keilmuan yang melatarbelakangi praktik wirid dan tirakat Dalail.

Peserta dianjurkan mempelajari dasar-dasarnya terlebih dahulu sebelum mengamalkannya.

Prinsip tersebut menunjukkan bahwa tradisi tirakat dalam lingkungan pesantren tidak dilepaskan dari aspek keilmuan. Amalan keagamaan idealnya dilakukan dengan pemahaman mengenai dasar, tujuan, dan tanggung jawabnya.

Jangan Tinggalkan Kewajiban demi Amalan Sunnah

Salah satu pesan penting KH Imam Jazuli adalah agar pengamalan Dalailul Khairat tidak membuat seseorang mengabaikan kewajiban yang lebih utama.

Ia mengingatkan peserta untuk terlebih dahulu menyelesaikan perkara yang wajib dan meninggalkan perkara yang haram sebelum memperbanyak amalan sunnah.

“Bereskan apa yang wajib, apa yang haram, lalu jalankan apa yang sunnah supaya mendapatkan cinta dari Allah.”

Ia juga mengingatkan agar aktivitas tirakat tidak menjadi alasan untuk meninggalkan kewajiban dalam kehidupan keluarga.

Pesan tersebut menjadi penting karena keberagamaan tidak hanya diukur dari banyaknya amalan tambahan, tetapi juga dari kemampuan seseorang memenuhi kewajiban yang telah menjadi tanggung jawabnya.

Tradisi Dalail dan Ikhtiar “Jalur Langit”

Bagi KH Imam Jazuli, wirid dan tirakat Dalail merupakan bentuk ikhtiar spiritual atau yang ia sebut sebagai “jalur langit”.

Istilah tersebut menggambarkan usaha manusia untuk mendekatkan diri kepada Allah melalui doa, zikir, wirid, dan ibadah.

Namun, pesan yang disampaikan dalam Ijazah Kubro menekankan bahwa orientasi utama tirakat bukan sekadar memperoleh hasil tertentu.

Dasarnya adalah taqarrub, yakni mendekatkan diri kepada Allah dan menghadirkan kecintaan kepada-Nya.

Dengan orientasi tersebut, tirakat tidak diposisikan sebagai jalan pintas untuk memperoleh keinginan, tetapi sebagai proses membangun kedekatan spiritual dan memperbaiki kualitas diri.

Gus Ipul Ikut Mengikuti Ijazah Dalailul Khairat

Tradisi Ijazah Kubro Dalailul Khairat juga mendapat perhatian dari kalangan tokoh nasional.

Menteri Sosial Syaifullah Yusuf atau Gus Ipul turut hadir dalam salah satu pelaksanaan Ijazah Kubro. Kehadirannya sekaligus menjadi bentuk apresiasi terhadap KH Imam Jazuli yang selama ini aktif menyebarkan tradisi Dalailul Khairat.

Gus Ipul menilai keberkahan, ilmu, dan kesempatan melakukan muhasabah menjadi hal penting yang dapat dicari melalui kegiatan keagamaan.

“Yang kita cari adalah keberkahan karena ketika kita mendapatkan limpahan kebaikan itu, kita akan tenang dan ringan untuk berbuat baik.”

Menurut Gus Ipul, kegiatan keagamaan juga dapat menjadi ruang untuk memperoleh ilmu sekaligus melakukan refleksi terhadap diri sendiri.

Derry Sulaiman hingga Willy Salim Turut Hadir

Kegiatan Ijazah Kubro juga diisi dengan suasana yang lebih cair melalui kehadiran sejumlah tokoh publik.

Ustaz Derry Sulaiman turut hadir dan membawakan dua lagu religi untuk menghibur peserta.

Ia menyebut kehadirannya dalam kegiatan Ijazah Kubro bersama KH Imam Jazuli bukan kali pertama. Menurutnya, kegiatan tersebut telah ia ikuti beberapa kali.

Sementara itu, menjelang prosesi ijazah, KH Imam Jazuli meminta Willy Salim atau Gus Willy untuk tampil ke depan.

Willy Salim menyampaikan rasa terima kasih karena mendapat kesempatan untuk menimba ilmu dalam kegiatan tersebut.

Ia juga mengajak peserta untuk senantiasa memiliki sikap rendah hati dalam mencari ilmu.

“Watak ilmu seperti watak air; ia selalu mengalir ke tempat yang lebih rendah.”

Ungkapan tersebut menjadi pengingat bahwa semakin banyak ilmu yang dimiliki seseorang, semakin penting pula menjaga kerendahan hati.

Merawat Tradisi Pesantren di Tengah Perubahan Zaman

Keberadaan Ijazah Kubro Dalailul Khairat menjadi bagian dari dinamika tradisi keagamaan di lingkungan pesantren.

Di tengah perubahan zaman, tradisi wirid dan tirakat tetap memiliki ruang bagi masyarakat yang ingin memperkuat kehidupan spiritualnya.

Namun, pesan KH Imam Jazuli dalam kegiatan tersebut juga memberikan penekanan penting: tirakat harus berjalan bersama ilmu, niat yang benar, pemenuhan kewajiban, dan upaya menjauhi perkara yang haram.

Baca juga: Bacaan Wirid Harian Setelah Sholat Fardhu: Arab, Latin dan Artinya

Dengan demikian, Dalailul Khairat tidak sekadar dipahami sebagai rangkaian bacaan atau wirid, tetapi menjadi bagian dari proses pembentukan sikap spiritual.

Tradisi yang telah diikuti puluhan ribu orang tersebut pada akhirnya membawa satu pesan sederhana: mendekat kepada Allah tidak cukup hanya dengan memperbanyak amalan sunnah, tetapi juga harus dimulai dengan meluruskan niat, memahami ilmu, menjalankan kewajiban, dan menjaga akhlak dalam kehidupan sehari-hari.

Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT



Terkini Lainnya
Ijazah Kubro Dalailul Khairat: Menjaga Tradisi Tirakat dan Wirid di Kalangan Nahdliyin
Ijazah Kubro Dalailul Khairat: Menjaga Tradisi Tirakat dan Wirid di Kalangan Nahdliyin
Aktual
 5 Rukun Islam Secara Berurutan, Lengkap dengan Pengertian dan Maknanya
5 Rukun Islam Secara Berurutan, Lengkap dengan Pengertian dan Maknanya
Doa Harian
 Niat Mandi Junub Wanita: Arab, Latin, Penyebab, dan Tata Caranya
Niat Mandi Junub Wanita: Arab, Latin, Penyebab, dan Tata Caranya
Doa Harian
Doa Tahiyat Akhir: Arab, Latin, Arti, dan Urutan Bacaan yang Benar
Doa Tahiyat Akhir: Arab, Latin, Arti, dan Urutan Bacaan yang Benar
Doa Harian
Hoegeng dalam Islam: Ketika Kejujuran, Amanah, dan Kesederhanaan Menjadi Jalan Pengabdian
Hoegeng dalam Islam: Ketika Kejujuran, Amanah, dan Kesederhanaan Menjadi Jalan Pengabdian
Aktual
Doa Orang Meninggal Laki-Laki: Arab, Latin, Arti, dan Waktu Membacanya
Doa Orang Meninggal Laki-Laki: Arab, Latin, Arti, dan Waktu Membacanya
Doa Harian
Allahumma Yassir Wala Tu'assir Artinya Apa? Arab, Latin, dan Maknanya
Allahumma Yassir Wala Tu'assir Artinya Apa? Arab, Latin, dan Maknanya
Doa Harian
Niat Sholat Ashar di Waktu Maghrib: Hukum Qodho dan Tata Caranya
Niat Sholat Ashar di Waktu Maghrib: Hukum Qodho dan Tata Caranya
Doa Harian
Profil KH Ahmad Fudholi, Penceramah Kondang Meninggal Usai Kecelakaan di Tol Tangerang-Merak
Profil KH Ahmad Fudholi, Penceramah Kondang Meninggal Usai Kecelakaan di Tol Tangerang-Merak
Aktual
Dari Yogyakarta Menjangkau Dunia, Jejak Panjang Persebaran Muhammadiyah sejak 1912
Dari Yogyakarta Menjangkau Dunia, Jejak Panjang Persebaran Muhammadiyah sejak 1912
Aktual
Lirik Ya Maulana: Arti dan Makna Lagu Sholawat Sabyan
Lirik Ya Maulana: Arti dan Makna Lagu Sholawat Sabyan
Doa Harian
Puasa 2027 Berapa Bulan Lagi? Cek Perkiraan Awal Ramadan dan Countdown
Puasa 2027 Berapa Bulan Lagi? Cek Perkiraan Awal Ramadan dan Countdown
Doa Harian
Abu Vulkanik Gunung Berapi, Madrasah dan Pesantren Diizinkan PJJ
Abu Vulkanik Gunung Berapi, Madrasah dan Pesantren Diizinkan PJJ
Aktual
Niat Sholat Jamak Dzuhur dan Ashar: Taqdim, Takhir, dan Tata Caranya
Niat Sholat Jamak Dzuhur dan Ashar: Taqdim, Takhir, dan Tata Caranya
Doa Harian
3.450 Jemaah Umrah Terdampak Erupsi Anak Krakatau, Kemenhaj Siapkan Mitigasi
3.450 Jemaah Umrah Terdampak Erupsi Anak Krakatau, Kemenhaj Siapkan Mitigasi
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar