Editor
KOMPAS.com — Kabar duka datang dari kalangan ulama dan jemaah pengajian di Banten. Penceramah asal Kabupaten Tangerang, KH Ahmad Fudholi, meninggal dunia pada Senin (7/9/2026) setelah sebelumnya mengalami kecelakaan di Jalan Tol Tangerang-Merak.
KH Ahmad Fudholi merupakan pimpinan Pondok Pesantren Al-Hijaiyyah di Kabupaten Tangerang. Ia dikenal aktif mengisi berbagai kegiatan keagamaan dan ceramah di sejumlah wilayah di Provinsi Banten.
Kepergian KH Ahmad Fudholi meninggalkan duka bagi keluarga, santri, ulama, dan masyarakat yang selama ini mengikuti aktivitas dakwahnya.
Baca juga: Dari Yogyakarta Menjangkau Dunia, Jejak Panjang Persebaran Muhammadiyah sejak 1912
KH Ahmad Fudholi berasal dari Kampung Rempak Kulon, Desa Sindang Sono, Kecamatan Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang, Banten.
Ia dikenal sebagai penceramah yang aktif berdakwah di berbagai wilayah Banten. Selain mengisi ceramah, KH Ahmad Fudholi juga kerap menghadiri sejumlah kegiatan keagamaan dan majelis pengajian.
Aktivitas dakwah tersebut membuat namanya cukup dikenal oleh masyarakat, terutama di wilayah Tangerang dan sejumlah daerah lain di Banten.
Selain sebagai penceramah, KH Ahmad Fudholi dipercaya memimpin Pondok Pesantren Al-Hijaiyyah.
Melalui pesantren tersebut, ia turut menjalankan kegiatan pendidikan dan pembinaan keagamaan bagi para santri serta masyarakat di lingkungan sekitar.
KH Ahmad Fudholi tidak hanya aktif berdakwah dari satu majelis ke majelis lainnya. Ia juga memiliki peran dalam pendidikan Islam melalui Pondok Pesantren Al-Hijaiyyah.
Kehidupan dan aktivitasnya juga tidak lepas dari lingkungan pesantren. KH Ahmad Fudholi diketahui merupakan menantu almarhum H. Yasin, tokoh ulama yang dikenal memiliki pondok pesantren di kawasan Cilongok, Kabupaten Tangerang.
Latar belakang tersebut semakin memperkuat keterikatannya dengan tradisi pendidikan dan dakwah Islam di Banten.
Sebagai pimpinan pesantren sekaligus penceramah, KH Ahmad Fudholi dikenal aktif menyampaikan pesan-pesan keagamaan kepada masyarakat.
Kiprah KH Ahmad Fudholi sebagai penceramah berlangsung dalam berbagai kegiatan keagamaan.
Ia tidak hanya menyampaikan ceramah di lingkungan pesantren, tetapi juga menghadiri majelis pengajian dan acara keagamaan di sejumlah wilayah Banten.
Kehadirannya dalam berbagai kegiatan tersebut membuat KH Ahmad Fudholi memiliki hubungan yang luas dengan jemaah, santri, serta kalangan ulama di Banten.
Aktivitas dakwah itu pula yang membuat kabar wafatnya pada Senin (7/9/2026) mendapat perhatian dari masyarakat.
KH Ahmad Fudholi mengalami kecelakaan di Jalan Tol Tangerang-Merak KM 63+800 B, Kabupaten Serang, Banten, pada Jumat (4/9/2026) sekitar pukul 03.00 WIB.
Saat itu, KH Ahmad Fudholi bersama sopirnya sedang dalam perjalanan menuju Tangerang setelah mengisi ceramah di wilayah Cikaduen, Kabupaten Pandeglang.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Serang Ipda Sigit Prayogi membenarkan kecelakaan tersebut.
Menurut Sigit, kecelakaan melibatkan dua korban, yakni KH Ahmad Fudholi sebagai penumpang dan sopir pribadinya.
Setelah kejadian, keduanya mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Hermina Ciruas, Kabupaten Serang.
Berdasarkan keterangan sementara saksi, kendaraan yang ditumpangi KH Ahmad Fudholi melaju di ruas Tol Tangerang-Merak dari arah Pandeglang menuju Tangerang.
Saat melintas di KM 63+800 B, kendaraan tersebut diduga kehilangan kendali.
Mobil yang awalnya berada di lajur kanan kemudian bergerak ke arah kiri hingga menabrak sebuah truk yang sedang berhenti di bahu jalan.
Kendaraan yang ditumpangi KH Ahmad Fudholi diketahui berupa Mitsubishi Pajero putih bernomor polisi A 1199 ZZ. Bagian depan kendaraan mengalami kerusakan cukup parah akibat kecelakaan tersebut.
Meski demikian, polisi belum memastikan penyebab kendaraan kehilangan kendali.
Sigit mengatakan, penyebab pasti kecelakaan masih dalam proses penyelidikan. Polisi juga belum dapat meminta keterangan langsung dari sopir karena yang bersangkutan masih menjalani perawatan medis.
Setelah menjalani perawatan sejak kecelakaan, KH Ahmad Fudholi mengembuskan napas terakhir di RSUD Tangerang, Senin (7/9/2026).
Jenazah kemudian dibawa ke Pondok Pesantren Al-Hijaiyyah di Kampung Rempak Kulon, Desa Sindang Sono, Kecamatan Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang.
Prosesi pemakaman berlangsung sekitar pukul 16.00 WIB.
KH Ahmad Fudholi dimakamkan di area belakang Pondok Pesantren Al-Hijaiyyah yang selama ini menjadi tempatnya menjalankan aktivitas pendidikan dan dakwah.
Ribuan pelayat dari berbagai kalangan hadir untuk mengantarkan almarhum ke tempat peristirahatan terakhir.
Sebelum dimakamkan, jenazah KH Ahmad Fudholi terlebih dahulu dishalatkan dalam beberapa kloter. Disebutkan, pelaksanaan shalat jenazah berlangsung hingga enam kloter karena banyaknya masyarakat yang ingin memberikan penghormatan terakhir.
Sejumlah tokoh turut hadir dalam pemakaman KH Ahmad Fudholi, di antaranya mantan Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar, Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid, dan Gubernur Banten Andra Soni.
Mayoritas pelayat berasal dari kalangan ulama dan santri dari berbagai pondok pesantren.
Andra Soni datang untuk menyampaikan belasungkawa sekaligus memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum.
Andra mengaku baru memperoleh kabar mengenai wafatnya KH Ahmad Fudholi sekitar pukul 12.00 WIB. Setelah mendapatkan informasi tersebut, ia langsung datang untuk melayat.
Menurut Andra, KH Ahmad Fudholi merupakan sosok guru yang karismatik.
Baca juga: Islam ala KH Ahmad Dahlan: Berakar Kuat, Terbuka, dan Membebaskan
Ia juga menilai almarhum meninggalkan banyak kebaikan yang dapat menjadi teladan bagi masyarakat.
Kepergian KH Ahmad Fudholi pun menjadi kehilangan bagi keluarga besar Pondok Pesantren Al-Hijaiyyah, para santri, jemaah pengajian, serta masyarakat Banten yang selama ini mengenal kiprahnya dalam dakwah dan pendidikan Islam.
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT