Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

500 Imam Masjid se-Banten Ikuti MTQ, Menag Tekankan Peran Strategis Imam bagi Masyarakat

Kompas.com, 4 Juli 2026, 13:55 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Kemenag

KOMPAS.com - Sebanyak 500 imam masjid dari berbagai daerah di Provinsi Banten mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) khusus imam masjid yang digelar di Masjid Raya Baitul Mukhtar, Kabupaten Tangerang.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kompetensi imam sekaligus memperkuat peran mereka sebagai pemimpin keagamaan di tengah masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Agama Nasaruddin Umar juga melantik Pengurus Ikatan Persaudaraan Imam Masjid (IPIM) Provinsi Banten serta mengukuhkan jajaran ulama dan Dewan Hakim MTQ.

Baca juga: MTQ Nasional 2026 Akan Libatkan Penyandang Disabilitas Sensorik

Rangkaian kegiatan ini menjadi bagian dari persiapan menuju International Grand Imams Conference 2026.

MTQ Khusus Imam Masjid Digelar di Banten

Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) ini diikuti oleh 500 imam masjid dari seluruh wilayah Provinsi Banten.

Baca juga: Tutup MTQ Disabilitas, Bahlil Dorong Regulasi Lebih Berpihak ke Penyandang Disabilitas

Ajang tersebut difokuskan untuk meningkatkan kualitas kompetensi imam pada tiga aspek utama, yakni ketepatan pelafalan bacaan Al-Qur'an (makhraj), kemampuan hafalan (tahfiz), serta pendalaman pemahaman kandungan ayat melalui tafsir Al-Qur'an.

Selain MTQ, kegiatan di Masjid Raya Baitul Mukhtar, Kabupaten Tangerang, juga dirangkaikan dengan pengukuhan jajaran ulama dan Dewan Hakim MTQ serta pelantikan Pengurus Ikatan Persaudaraan Imam Masjid (IPIM) Provinsi Banten oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar.

“Hari ini juga kita membuat rangkaian acara panjang ya. Nanti kita akan melakukan Konferensi Internasional Grand Imam di seluruh dunia, yang rangkaian acara ini adalah kegiatan-kegiatan di Banten. Nanti habis acara hari ini akan ada seminar menggambarkan kira-kira apa proyeksi imam di masa akan datang," tuturnya di Tangerang, Jumat (3/7/2026).

Menag: Pembinaan Imam Sangat Penting

Menag Nasaruddin Umar menegaskan penguatan kelembagaan melalui kepengurusan IPIM Banten menjadi bagian penting dari pembinaan imam masjid.

Menurutnya, imam memiliki posisi strategis karena tingkat kepercayaan dan loyalitas masyarakat terhadap mereka sangat tinggi.

"Maka kita akan ingin menginspirasi setiap orang melalui diplomasi keagamaan. Dan hari ini juga ya, tadi ada rangkaian-rangkaian acara yang berkaitan mengurus IPIM Provinsi Banten. Jadi ada asosiasi imam masjid di Indonesia dan kebetulan di seluruh dunia. Nah itu nanti enggak apa-apa diorganisir masjid karena yang paling sering di masjid ini imam, karena kalau di masjid kadang-kadang banyak kesempatan. Tapi kalau imam, pasti lima kali sehari semalam, tapi dengan masjid harus tahanin masjid. Maka itu pembinaan imam juga sangat penting sebagai pemimpin formal dalam masyarakat kita," urai Menag.

Ia menilai peningkatan kualitas imam sebagai pemimpin informal akan berdampak langsung terhadap keberhasilan pembangunan di daerah.

"Kami sangat yakin kalau imam profesional, maka itu akan sangat membantu pembangunan di balik kota yang ada di baliknya. Kenapa? Karena loyalitas masyarakat itu ternyata dalam konteks yang paling tinggi dipercaya adalah para imam-imam masjid. Jadi kalau ingin menggapai loyalitas masyarakat ya imam-imam masjid inilah kuncinya. Dan yang juga acara ini juga jadi nanti yayasan kita yang sangat penting kita akan bareng menerimanya kalau bersama dihadiri oleh para ulama dan Dewan Hakim MTQ yang ada bersama kita semuanya. Rangkaian Kongres Internasional nanti akan berlangsung, semoga berlangsung baik di Jakarta," pungkas Menag.

Pemprov Banten Dukung Pembinaan Imam Masjid

Pemerintah Provinsi Banten menyatakan siap mendukung pelaksanaan MTQ khusus imam masjid sekaligus program pembinaan imam yang akan terus berlanjut.

Komitmen tersebut sejalan dengan upaya menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan masyarakat, pusat informasi, dan pusat peradaban umat.

"Terima kasih atas segala-galanya, kami, yang mana Provinsi Banten hari ini menyelenggarakan Briging dalam rangka menuju International Grand Imams Conference yang akan terselenggara di 2026 ini. Provinsi Banten mendukung kegiatan ini dan Pemerintah Provinsi Banten menjadikan masjid sebagai pusat dari segi kegiatan-kegiatan masyarakat, pusat informasi, pusat peradaban. Dan semoga kemakmuran masjid sama-sama bisa kita jaga bersama, Terima kasih," papar Gubernur Banten Andra Soni.

Selain Pemerintah Provinsi Banten, Yayasan Muslim Sinar Mas sebagai mitra strategis juga menyatakan dukungan terhadap keberlanjutan program pembinaan imam masjid.

Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran ASN penyuluh Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Banten serta para imam masjid dari seluruh wilayah Provinsi Banten.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Aktual
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Doa dan Niat
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Aktual
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Aktual
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
Aktual
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Aktual
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Aktual
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Aktual
5 Tips Padu Padan 'Modest Wear' untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
5 Tips Padu Padan "Modest Wear" untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
Aktual
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Aktual
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
Doa dan Niat
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Aktual
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Aktual
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Aktual
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Doa Harian
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar