Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tutup MTQ Disabilitas, Bahlil Dorong Regulasi Lebih Berpihak ke Penyandang Disabilitas

Kompas.com, 21 Juni 2026, 21:14 WIB
Bayu Apriliano,
Farid Assifa

Tim Redaksi

PURWOREJO, KOMPAS.com – Ketua Umum Partai Golkar yang juga Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mendorong penguatan regulasi yang berpihak kepada penyandang disabilitas.

Menurut dia, negara harus hadir untuk memastikan kelompok disabilitas memperoleh akses dan kesempatan yang sama dalam berbagai bidang kehidupan.

Pernyataan itu disampaikan Bahlil saat menghadiri penutupan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) khusus penyandang disabilitas yang digelar bekerja sama antara organisasi MDI dan Pondok Pesantren An-Nawawi Berjan, Kabupaten Purworejo pada Jumat (19/6/2026).

Dalam sambutannya, Bahlil menegaskan bahwa penyandang disabilitas tidak boleh dipandang sebagai kelompok yang memiliki kekurangan.

Baca juga: Bahlil Puji Istikamah KH Chalwani dan Akan Bangunkan Asrama Ponpes

Sebaliknya, mereka memiliki kemampuan dan potensi yang patut dihargai serta mendapatkan dukungan dari negara.

“Saya tidak mengatakan saudara-saudara kita ini adalah orang yang berkekurangan. Secara fisik mungkin berbeda dengan kita, tetapi yang sehat-sehat ini belum tentu bisa mengaji sebaik apa yang dilakukan oleh saudara-saudara kita,” kata Bahlil.

Menurut dia, kegiatan MTQ khusus disabilitas menjadi bukti bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk berprestasi dan berkontribusi di tengah masyarakat.

Karena itu, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus memberikan perhatian yang lebih besar terhadap pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas.

Bahlil mengatakan, keadilan yang diajarkan dalam Al Quran tidak hanya menyangkut hubungan manusia dengan Tuhan, tetapi juga hubungan sosial kemasyarakatan.

Nilai keadilan tersebut, kata dia, harus diwujudkan dalam kebijakan publik yang memberikan perlindungan dan kesempatan yang sama bagi seluruh warga negara.

“Kaum disabilitas juga layak memperoleh akses yang sama di segala bidang. Tidak boleh mereka terabaikan terhadap hak-hak mereka. Bahkan karena kekhususannya, kaum disabilitas wajib memperoleh perhatian lebih dari negara,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bahlil juga meminta Fraksi Partai Golkar di DPR RI untuk mengevaluasi efektivitas regulasi yang saat ini mengatur penyandang disabilitas.

Jika aturan yang ada dinilai belum mampu memberikan perlindungan dan pemberdayaan secara optimal, Golkar siap mendorong perubahan kebijakan.

“Saya perintahkan Golkar harus dapat menginisiasi undang-undang pemberdayaan kaum disabilitas. Kalau undang-undang itu sudah ada, tolong dicek seberapa besar efektivitasnya dan seberapa besar kesempurnaannya,” kata dia.

Ia menegaskan bahwa apabila masih terdapat kekurangan dalam implementasi maupun substansi regulasi yang berlaku, Fraksi Golkar harus berada di barisan terdepan untuk memperjuangkan perbaikan.

“Kalau belum sempurna, belum berpihak, dan belum bisa dieksekusi dengan baik, Fraksi Golkar harus berani berada di garda terdepan untuk merumuskan perubahan ke arah yang lebih baik,” tegasnya.

Bahlil bahkan menyatakan akan menyampaikan gagasan tersebut kepada Presiden agar perhatian terhadap penyandang disabilitas semakin diperkuat dalam berbagai program pemerintah.

Baca juga: Bahlil Lahadalia Doakan Seluruh Jemaah Haji Indonesia Jadi Haji Mabrur

Menurut dia, seluruh warga negara memiliki hak yang sama tanpa memandang kondisi fisik, latar belakang pendidikan, maupun status sosial.

Karena itu, pembangunan nasional harus menjangkau semua kelompok masyarakat secara adil dan merata.

“Golkar tidak pernah memilih kasih. Satu suara dari penyandang disabilitas nilainya sama dengan satu suara dari orang yang bergelar doktor. Semua sama di mata negara,” ujarnya.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar