Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bahlil Puji Istikamah KH Chalwani dan Akan Bangunkan Asrama Ponpes

Kompas.com, 21 Juni 2026, 21:08 WIB
Bayu Apriliano,
Farid Assifa

Tim Redaksi

PURWOREJO, KOMPAS.com – Ketua Umum DPP Partai Golkar yang juga menjabat sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memberikan penghormatan khusus kepada Pengasuh Pondok Pesantren An Nawawi Berjan, KH Ahmad Chalwani Nawawi, saat menghadiri penutupan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Disabilitas di kompleks pesantren tersebut, Jumat (19/6/2026) malam.

Dalam sambutannya di hadapan ribuan santri, peserta MTQ, tokoh agama, dan kader Partai Golkar, Bahlil menilai KH Ahmad Chalwani sebagai figur ulama yang konsisten menjaga nilai-nilai perjuangan dan pengabdian sepanjang hidupnya.

Menurut Bahlil, keteguhan KH Chalwani tidak hanya terlihat dalam aktivitas dakwah dan pendidikan pesantren, tetapi juga dalam kiprahnya membesarkan organisasi Nahdlatul Ulama (NU) serta mempertahankan komitmen politik yang diyakininya sejak lama.

“Saya mendengar cerita panjang tentang Kiai Haji Achmad Chalwani. Beliau adalah kiai sepuh NU yang istikamah. Istikamah mengajarkan nilai-nilai Islam, istikamah menghidupkan jemaah NU, istikamah dalam tarekat hingga menjadi Ketua Umum Jatman, dan yang lebih hebat lagi, istikamah dalam berpolitik,” kata Bahlil.

Baca juga: Apresiasi 100 Tahun Gontor, Wamenag Sebut Kiprah Pesantren Ini Sudah Mendunia

Pernyataan tersebut langsung disambut tepuk tangan para hadirin yang memenuhi area acara.

Bahlil bahkan menyebut sosok KH Chalwani sebagai contoh langka pemimpin yang mampu menjaga konsistensi sikap di tengah berbagai perubahan zaman dan dinamika politik yang terus berkembang.

Dengan gaya santai yang sesekali diselingi humor, Bahlil mengungkapkan kekagumannya terhadap loyalitas KH Chalwani kepada Partai Golkar yang menurutnya tidak pernah berubah sejak dahulu hingga sekarang.

“Sampai hari ini tidak hanya bajunya, selendang dan hatinya pun tidak pernah berubah warna. Tetap warna kuning,” ujarnya yang sontak mengundang tawa dan tepuk tangan peserta.

Dalam kesempatan itu, Bahlil juga menyinggung pentingnya menjaga hubungan antara kader muda dan para senior yang telah berjuang membesarkan partai.

Ia mengaku sering mendengar cerita tentang KH Chalwani yang tetap aktif mendampingi generasi penerus Golkar.

“Banyak cerita bahwa sampai sekarang beliau masih setia menemani junior-juniornya di Partai Golkar. Kadang-kadang juniornya agak sedikit kurang ajar karena jarang tengok seniornya. Harus sering-sering datang bertemu senior,” ucapnya yang kembali memancing gelak tawa hadirin.

Selain memberikan apresiasi kepada KH Chalwani, Bahlil menyampaikan penghargaan kepada keluarga besar Pondok Pesantren An Nawawi Berjan yang telah bersedia menjadi tuan rumah penyelenggaraan MTQ Disabilitas.

Menurutnya, pesantren memiliki peran besar dalam mendorong terwujudnya pendidikan yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.

“Saya ucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Kiai Chalwani dan Pondok Pesantren An Nawawi atas kesediaan menjadi tuan rumah acara ini,” katanya.

Bahlil Akan Bangunkan Asrama Putra

Pada momen tersebut, Bahlil juga membawa kabar yang disambut antusias oleh para santri dan pengurus pesantren.

Setelah memperoleh informasi mengenai kebutuhan pembangunan asrama putra di lingkungan Pondok Pesantren An Nawawi Berjan, ia langsung menyatakan komitmen Partai Golkar untuk membantu mewujudkannya.

Ia meminta jajaran DPP Partai Golkar segera berkoordinasi dengan pihak pesantren agar perencanaan pembangunan dapat segera dilakukan.

“DPP Partai Golkar akan membangun asrama putra untuk pesantren ini. Kalau bisa bulan depan sudah ditanyakan kepada Kiai konsep dan gambarnya. Kalau tempat lain kita boleh bangun, kenapa untuk Golkar yang sudah mengakar di sini tidak kita bangun?” tegasnya.

Bahlil menegaskan, bantuan pembangunan tersebut bukan berasal dari dirinya secara pribadi, melainkan merupakan kontribusi bersama seluruh kader Partai Golkar sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat dan dunia pendidikan pesantren.

“Ini bukan milik satu orang, ini milik seluruh kader Golkar. Semoga menjadi amal jariah bagi kita semua dan menjadi bekal ketika kelak mempertanggungjawabkan amal di hadapan Allah SWT,” ujar Bahlil.

Baca juga: Alissa Wahid Ungkap Langkah PBNU untuk Cegah Kekerasan di Pesantren Melalui Gerakan Nasional Pesantrenku Aman

Komitmen pembangunan asrama putra tersebut menjadi salah satu poin penting yang mewarnai penutupan MTQ Disabilitas di Ponpes An Nawawi Berjan.

Selain menunjukkan dukungan terhadap pengembangan fasilitas pendidikan pesantren, langkah itu juga mempertegas kedekatan hubungan antara Partai Golkar dan salah satu pesantren terbesar di Kabupaten Purworejo tersebut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Doa Tolak Bala untuk Meminta Perlindungan: Lengkap Tulisan Arab, Latin, dan Artinya
Doa Tolak Bala untuk Meminta Perlindungan: Lengkap Tulisan Arab, Latin, dan Artinya
Doa dan Niat
Tren Umrah Mandiri, Menhaj ke Travel: Tingkatkan Layanan, Bukan Perang Harga
Tren Umrah Mandiri, Menhaj ke Travel: Tingkatkan Layanan, Bukan Perang Harga
Aktual
Intip Toko Oleh-Oleh 1915 di Yogyakarta, Wadah Baru Produk UMKM Muhammadiyah
Intip Toko Oleh-Oleh 1915 di Yogyakarta, Wadah Baru Produk UMKM Muhammadiyah
Aktual
Fenomena Sosial 'Marriage is Scary': Bagaimana Pandangan Islam?
Fenomena Sosial "Marriage is Scary": Bagaimana Pandangan Islam?
Aktual
5 Amalan Rabu Wekasan yang Dianjurkan dalam Islam
5 Amalan Rabu Wekasan yang Dianjurkan dalam Islam
Aktual
10 Doa Tolak Bala Rebo Wekasan di Akhir Bulan Safar: Arab, Latin dan Artinya
10 Doa Tolak Bala Rebo Wekasan di Akhir Bulan Safar: Arab, Latin dan Artinya
Doa dan Niat
Lomba Kemerdekaan 17 Agustus dalam Pandangan Islam: Antara Tradisi, Mubah, dan Sunnah
Lomba Kemerdekaan 17 Agustus dalam Pandangan Islam: Antara Tradisi, Mubah, dan Sunnah
Aktual
Menag Sebut Indonesia Berpeluang Jadi Pusat Ilmu dan Peradaban Islam Dunia
Menag Sebut Indonesia Berpeluang Jadi Pusat Ilmu dan Peradaban Islam Dunia
Aktual
Tak Cukup Zikir, Ini Cara Islam Menjaga Kesehatan Mental
Tak Cukup Zikir, Ini Cara Islam Menjaga Kesehatan Mental
Aktual
Rabu Wekasan 2026, Benarkah Hari Sial? Ini Penjelasan dan 4 Doa yang Bisa Dibaca
Rabu Wekasan 2026, Benarkah Hari Sial? Ini Penjelasan dan 4 Doa yang Bisa Dibaca
Doa dan Niat
MTQ Nasional 2026 Digelar September, Ini Daftar 162 Dewan Hakim dan Pengawas
MTQ Nasional 2026 Digelar September, Ini Daftar 162 Dewan Hakim dan Pengawas
Aktual
PUI: Jangan Jadikan Ayat Al-Qur’an Bahan Olok-olok untuk Promosi Miras
PUI: Jangan Jadikan Ayat Al-Qur’an Bahan Olok-olok untuk Promosi Miras
Aktual
Polemik Istiqlal Masuk Bursa: Menguak Fakta Wakaf Saham Syariah
Polemik Istiqlal Masuk Bursa: Menguak Fakta Wakaf Saham Syariah
Aktual
Bikin Lomba Agustusan Pakai Uang Pendaftaran? Begini Hukumnya
Bikin Lomba Agustusan Pakai Uang Pendaftaran? Begini Hukumnya
Aktual
Legitimasi Historis Tokoh Partai di Pucuk Pimpinan PBNU
Legitimasi Historis Tokoh Partai di Pucuk Pimpinan PBNU
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar