Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

JK Sebut Pendidikan Islam Harus Adaptif, Jangan Menjadi Museum Masa Lalu

Kompas.com, 9 September 2026, 08:07 WIB
Reni Susanti

Editor

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Presiden Republik Indonesia ke-10 dan ke-12 Muhammad Jusuf Kalla mengingatkan bahwa pendidikan harus selalu berorientasi pada masa depan.

Menurut Jusuf Kalla atau JK, pendidikan tidak boleh berhenti pada upaya mengenang masa lalu tanpa mempersiapkan peserta didik menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Pendidikan berbicara ke depan. Sebab, apabila terus berbicara ke belakang, pendidikan itu menjadi museum. Hanya museum yang berbicara ke belakang,” kata JK dalam Global Islamic Holistic Education Summit (GIHES) 2026 di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat.

Baca juga: Hidayat Nur Wahid Soroti Kerapuhan Mental Generasi Muda, Pesantren Dinilai Punya Jawaban

Konferensi internasional tersebut berlangsung pada Sabtu dan Minggu, 5–6 September 2026. Forum ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor.

Menjelang usia satu abad Gontor, JK mengajak lembaga pendidikan Islam meninjau kembali makna “modern” yang terus berubah mengikuti perkembangan zaman.

Menurut Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia tersebut, sesuatu yang dipandang modern satu abad lalu belum tentu dapat menjawab kebutuhan masyarakat saat ini.

“Modern pada 100 tahun lalu tentu berbeda dengan modern pada sekarang. Sekarang orang berbicara tentang komputer, teknologi informasi, dan bermacam-macam ilmu,” ujar JK dalam rilisnya, Rabu (9/9/2026).

Baca juga: 100 Tahun Gontor, Pesantren Ditawarkan Jadi Model Pendidikan Holistik Dunia

Mengembangkan Pikiran, Hati, dan Keterampilan

JK menjelaskan, pendidikan holistik harus mengembangkan manusia secara utuh. Pendidikan tidak cukup hanya mengasah kemampuan intelektual, tetapi juga perlu membentuk moral dan keterampilan peserta didik.

Ia menggambarkan ketiga unsur tersebut dengan istilah head, heart, and hand, yakni pikiran, hati, dan keterampilan.

“Kalau kita berbicara holistik, artinya mendidik orang seutuhnya,” kata JK.

Karena itu, JK mendorong lembaga pendidikan Islam membiasakan peserta didik menggunakan logika, menyampaikan gagasan, dan berdiskusi.

Kemampuan tersebut dibutuhkan agar generasi muda tidak hanya menguasai pengetahuan, tetapi juga mampu berpikir kritis serta menerapkannya untuk menjawab persoalan masyarakat.

Menjaga Jati Diri di Tengah Perkembangan AI

Rektor Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor sekaligus Ketua Peringatan 100 Tahun Gontor Hamid Fahmy Zarkasyi mengatakan, pendidikan perlu beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa mengabaikan pembentukan karakter.

Menurut Hamid, pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam pendidikan harus tetap disertai pertimbangan etika serta penghormatan terhadap keutuhan manusia.

“Di tengah pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan, kita harus melihat kepribadian seseorang secara utuh dan tidak boleh hanya berbasis pada penilaian AI,” ujar Hamid.

Ia menambahkan, setiap individu tetap dituntut menjaga integritas dan keaslian jati dirinya di tengah semakin luasnya pemanfaatan teknologi.

Hamid menilai sistem pendidikan saat ini masih cenderung menitikberatkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sementara itu, aspek karakter, moral, kemanusiaan, dan keterampilan belum selalu diterapkan secara seimbang.

Pandangan tersebut menjadi bagian dari rumusan Deklarasi GIHES 2026 yang mendorong penerapan pendidikan holistik dan penggunaan teknologi secara bertanggung jawab.

Teknologi Tetap sebagai Alat

Ketua Panitia GIHES 2026 KH Anang Rikza Masyhadi mengatakan, teknologi dan AI seharusnya ditempatkan sebagai alat untuk mendukung kehidupan manusia, bukan menjadi tujuan utama pendidikan.

Pendidikan holistik, kata dia, diperlukan untuk membantu generasi muda menghadapi persoalan yang lebih luas, termasuk tantangan kemanusiaan, kerusakan lingkungan, dan perdamaian.

Melalui GIHES 2026, para peserta mendorong model pendidikan yang memadukan kemampuan intelektual, pembentukan karakter, keterampilan, serta kesadaran sosial.

Forum tersebut juga menawarkan pengalaman pendidikan Islam berbasis pesantren di Indonesia sebagai salah satu referensi dalam pengembangan pendidikan holistik di tingkat global.

Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT



Terkini Lainnya
Doa Dijauhkan dari Marabahaya, Amalan Memohon Perlindungan kepada Allah
Doa Dijauhkan dari Marabahaya, Amalan Memohon Perlindungan kepada Allah
Doa dan Niat
Doa Mencari Orang Hilang bagi Jurnalis yang Hilang Kontak di Selat Sunda
Doa Mencari Orang Hilang bagi Jurnalis yang Hilang Kontak di Selat Sunda
Doa dan Niat
MUI Ajak Tobat Ekologi untuk Menghentikan Kerusakan Lingkungan
MUI Ajak Tobat Ekologi untuk Menghentikan Kerusakan Lingkungan
Aktual
Gus Kikin: Saya Akan Banyak di Jakarta, tetapi Tidak Melupakan Jawa Timur
Gus Kikin: Saya Akan Banyak di Jakarta, tetapi Tidak Melupakan Jawa Timur
Aktual
JK Sebut Pendidikan Islam Harus Adaptif, Jangan Menjadi Museum Masa Lalu
JK Sebut Pendidikan Islam Harus Adaptif, Jangan Menjadi Museum Masa Lalu
Aktual
Pendaftaran Beasiswa Zakat Indonesia 2026 Diperpanjang, Cek Jadwalnya
Pendaftaran Beasiswa Zakat Indonesia 2026 Diperpanjang, Cek Jadwalnya
Aktual
Darul Amanah Jajaki Beasiswa dan Pertukaran Pelajar dengan Negara-Negara Timur Tengah
Darul Amanah Jajaki Beasiswa dan Pertukaran Pelajar dengan Negara-Negara Timur Tengah
Aktual
Hukum Berjabat Tangan Setelah Shalat Berjamaah, Adakah Tuntunannya?
Hukum Berjabat Tangan Setelah Shalat Berjamaah, Adakah Tuntunannya?
Aktual
Kemenag Perpanjang Pendaftaran Beasiswa Zakat 2026 hingga 14 September, Cek Cara Daftarnya
Kemenag Perpanjang Pendaftaran Beasiswa Zakat 2026 hingga 14 September, Cek Cara Daftarnya
Aktual
Beasiswa Zakat Kemenag 2026 Diperpanjang, Mahasiswa Baru Masih Bisa Daftar hingga 14 September
Beasiswa Zakat Kemenag 2026 Diperpanjang, Mahasiswa Baru Masih Bisa Daftar hingga 14 September
Aktual
Tulisan Assalamualaikum yang Benar: Arab, Latin, Arti, dan Jawabannya
Tulisan Assalamualaikum yang Benar: Arab, Latin, Arti, dan Jawabannya
Doa Harian
Kemenag: Persiapan MTQ Nasional XXXI 2026 di Semarang Sudah 100 Persen
Kemenag: Persiapan MTQ Nasional XXXI 2026 di Semarang Sudah 100 Persen
Aktual
MTQ Nasional XXXI 2026 Jadi Momentum Kenalkan Al Quran Isyarat kepada Masyarakat
MTQ Nasional XXXI 2026 Jadi Momentum Kenalkan Al Quran Isyarat kepada Masyarakat
Aktual
Ijazah Kubro Dalailul Khairat: Menjaga Tradisi Tirakat dan Wirid di Kalangan Nahdliyin
Ijazah Kubro Dalailul Khairat: Menjaga Tradisi Tirakat dan Wirid di Kalangan Nahdliyin
Aktual
 5 Rukun Islam Secara Berurutan, Lengkap dengan Pengertian dan Maknanya
5 Rukun Islam Secara Berurutan, Lengkap dengan Pengertian dan Maknanya
Doa Harian
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar