Editor
JAKARTA, KOMPAS.com — Pondok Darul Amanah menjajaki peluang kerja sama pendidikan dengan sejumlah negara Timur Tengah, mulai dari program pertukaran pelajar hingga pemberian beasiswa bagi para santri.
Penjajakan tersebut dilakukan Pengasuh Pondok Darul Amanah sekaligus Rektor Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Amanah (STAIDA), KH Muhammad Fatwa, saat bertemu sejumlah duta besar di sela Global Islamic Holistic Education Summit (GIHES) 2026.
Pertemuan yang berlangsung di Kompleks MPR/DPR RI, Jakarta, Minggu (6/9/2026), itu antara lain melibatkan perwakilan dari Yaman, Arab Saudi, Sudan, dan Palestina.
Baca juga: Deklarasi GIHES 2026: AI Harus Menjadi Alat Pendukung, Bukan Penentu Pendidikan
Fatwa mengatakan, pertemuan tersebut menjadi kesempatan untuk membuka komunikasi dan memperkuat jejaring internasional Pondok Darul Amanah, terutama dalam pengembangan kapasitas serta mutu pendidikan Islam.
Menurut dia, kerja sama dapat dikembangkan melalui berbagai program, seperti kolaborasi pendidikan, pertukaran pelajar, dan penyediaan beasiswa.
“Santri-santri di Pondok Darul Amanah memiliki hubungan emosional dan loyalitas yang kuat terhadap negara-negara Islam. Hal ini dibuktikan dengan konsistensi para alumni kami yang setiap tahunnya melanjutkan studi di berbagai perguruan tinggi di kawasan Timur Tengah,” kata Fatwa dalam rilisnya, Rabu (9/9/2026).
Baca juga: Dari Kitab Kuning hingga Lemhannas, Jejak Pendidikan Holistik Darul Amanah
Untuk memperluas wawasan internasional para santri, Fatwa juga mengundang para duta besar tersebut berkunjung ke kampus Pondok Darul Amanah.
Kunjungan para diplomat diharapkan dapat memperkenalkan secara langsung kehidupan sosial, perkembangan pendidikan, serta berbagai peluang studi di negara masing-masing.
“Kunjungan para duta besar ke pondok akan menjadi sumber inspirasi yang sangat berharga. Kami ingin para santri termotivasi untuk memperluas cakrawala berpikir, berani menuntut ilmu, hingga berkarier di tingkat internasional,” ujarnya.
Fatwa menambahkan, upaya membentuk generasi Muslim berwawasan global tidak hanya dilakukan melalui pendidikan pesantren, tetapi juga dikembangkan di lingkungan perguruan tinggi.
“Tekad kami untuk membentuk santri holistik berwawasan global tidak hanya diwujudkan di pesantren, tetapi juga di perguruan tinggi kami, yaitu STAIDA,” kata Fatwa.
Melalui penjajakan tersebut, Pondok Darul Amanah berharap dapat membuka akses pendidikan yang lebih luas sekaligus membekali santri dengan kemampuan berinteraksi dalam lingkungan global tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan akhlak.
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT