Editor
KOMPAS.com - Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Nasional XXXI tahun 2026 di Semarang, Jawa Tengah, akan menjadi momentum Kementerian Agama (Kemenag) untuk memperkenalkan Al Quran Isyarat kepada masyarakat.
Eksibisi Disabilitas Tuli menjadi bagian dari penyelenggaraan MTQ untuk memperluas akses pembelajaran Al Quran dan layanan keagamaan yang inklusif.
Baca juga: Persiapan MTQ Nasional 2026 di Semarang Sudah Mencapai 80 Persen
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengatakan penyelenggaraan MTQ XXXI di Semarang pada 11–20 September 2026 akan dimanfaatkan Kemenag untuk semakin memperkenalkan Al Quran Isyarat kepada masyarakat.
“MTQ bukan hanya ruang kompetisi, tetapi juga momentum untuk semakin mendekatkan Al Quran kepada seluruh lapisan masyarakat. Karena itu saya sangat mendukung hadirnya eksibisi bagi Teman Tuli pada MTQ Nasional tahun ini,” ujar Menag Nasaruddin Umar di Jakarta, Selasa (8/9/2026).
Baca juga: MTQ Nasional ke-31 Gelar Eksibisi Tilawah Al Quran Bahasa Isyarat
MTQ Nasional XXXI 2026 membuka ruang partisipasi bagi Teman Tuli melalui Eksibisi Disabilitas Tuli.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Kemenag memperluas akses masyarakat terhadap syiar Al Quran dan layanan keagamaan yang inklusif.
Menag Nasaruddin Umar menegaskan bahwa Al Quran harus dapat dipelajari dan dipahami oleh seluruh umat tanpa terkecuali, termasuk penyandang disabilitas.
“Al Quran adalah tuntunan bagi seluruh umat. Kita harus memastikan saudara-saudara kita penyandang disabilitas juga memiliki ruang dan akses yang semakin luas untuk mempelajari, memahami, dan mencintai Al Quran,” ujar Menag.
Menurut Menag, MTQ tidak hanya berfungsi sebagai ruang kompetisi. Penyelenggaraan MTQ juga menjadi momentum untuk memperluas syiar Al Quran sekaligus menghadirkan layanan keagamaan yang dapat menjangkau berbagai kelompok masyarakat.
Penyelenggaraan Eksibisi Disabilitas Tuli sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas.
Regulasi tersebut menjamin hak penyandang disabilitas untuk memperoleh akses dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk pelayanan keagamaan.
Menag berharap semangat inklusivitas dalam MTQ Nasional tidak berhenti pada penyelenggaraan eksibisi. Menurutnya, semangat tersebut juga perlu semakin diperkuat dalam pelayanan keagamaan sehari-hari.
“Semangat yang kita hadirkan melalui MTQ ini adalah syiar Al Quran yang merangkul semua. Tidak boleh ada yang tertinggal dalam memperoleh layanan keagamaan,” kata Menag Nasaruddin Umar.
Eksibisi Disabilitas Tuli akan berlangsung di Semarang pada 14–16 September 2026. Sebanyak 28 peserta dari 14 komunitas Tuli Muslim di berbagai daerah Indonesia dijadwalkan mengikuti kegiatan tersebut.
Para peserta terbagi dalam dua golongan. Sebanyak 14 peserta mengikuti golongan Tilawah atau membaca Al Quran Isyarat, sedangkan 14 peserta lainnya mengikuti golongan Kitabah atau menulis Al Quran Isyarat.
Kehadiran Eksibisi Disabilitas Tuli memperluas ruang partisipasi dalam MTQ Nasional XXXI 2026. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana diseminasi Mushaf Al Quran Isyarat.
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT