Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dari Kitab Kuning hingga Lemhannas, Jejak Pendidikan Holistik Darul Amanah

Kompas.com, 7 September 2026, 07:29 WIB
Reni Susanti

Editor


JAKARTA, KOMPAS.com — Pendidikan pesantren tidak cukup hanya membekali santri dengan pengetahuan agama.

Pembentukan karakter, kepemimpinan, wawasan kebangsaan, dan keterampilan hidup juga diperlukan agar santri mampu mengambil peran di tengah masyarakat.

Pengasuh Pondok Pesantren Darul Amanah, KH Muhammad Fatwa mengatakan, pendekatan tersebut menjadi bagian dari pendidikan holistik yang dikembangkan di pesantrennya.

“Pendidikan pesantren modern tidak boleh mengurung potensi santri,” kata Fatwa dalam rangkaian Global Islamic Holistic Education Summit (GIHES) 2026 di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Minggu (6/9/2026).

Baca juga: Pendidikan 24 Jam ala Pesantren Dinilai Relevan dengan Kebutuhan Zaman, Mengapa?

Menurut dia, pendidikan di Darul Amanah tidak hanya berorientasi pada pendalaman ilmu agama atau tafaqquh fid din. Santri juga memperoleh ruang untuk mengembangkan karakter, kepemimpinan, keterampilan, serta wawasan kebangsaan.

Pendekatan tersebut diterapkan melalui pembelajaran di dalam pesantren maupun keikutsertaan santri dalam berbagai kegiatan di luar lingkungan pondok.

Membuka ruang bagi potensi santri

Fatwa mengatakan, keterlibatan santri dalam Jambore Nasional dan berbagai kompetisi menjadi bagian dari proses pembentukan karakter.

Santri Darul Amanah tercatat mengikuti beragam kompetisi tingkat nasional, baik dalam bidang akademik, keagamaan maupun ekstrakurikuler.

“Keikutsertaan santri kami dalam Jambore Nasional dan berbagai kompetisi tingkat nasional merupakan arena bagi mereka untuk melatih kepemimpinan, mental juara, serta memperluas wawasan kebangsaan secara nyata di luar tembok pesantren,” ujarnya.

Darul Amanah juga memadukan pengajaran kitab kuning dengan kegiatan olahraga, kepramukaan, serta aktivitas pengembangan diri lainnya.

Dengan pendekatan tersebut, santri tidak hanya memperoleh pengetahuan di ruang kelas, tetapi juga berlatih bekerja sama, mengambil keputusan, memimpin, serta bertanggung jawab terhadap dirinya dan lingkungan.

Baca juga: Generasi Muda Dinilai Tak Siap Kerja, Gontor Tawarkan Pendidikan Holistik Pesantren

Alumni mengikuti pendidikan di Lemhannas

Menurut Fatwa, hasil pendidikan holistik tidak hanya terlihat ketika peserta didik masih berstatus santri, tetapi juga melalui kiprah para alumni.

Ia menyebut lima alumni Pondok Pesantren Darul Amanah telah mengikuti program pendidikan di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Republik Indonesia dan bergabung dalam keluarga besar alumni Lemhannas.

“Keberhasilan lima alumni kami mengikuti program penggemblengan wawasan kebangsaan di Lemhannas merupakan bukti konkret bahwa pendidikan pesantren mampu melahirkan kader kepemimpinan nasional yang responsif terhadap ketahanan negara,” kata Fatwa.

Menurut dia, keterlibatan alumni dalam program strategis nasional merupakan bagian dari pendidikan holistik yang berkelanjutan.

“Santri hari ini harus hadir di setiap lini kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujarnya.

Fatwa menilai, pembelajaran tidak berhenti ketika seorang santri meninggalkan pesantren.

Proses pendidikan dapat terus berlangsung melalui pengalaman, pengabdian, dan keterlibatan dalam berbagai bidang kehidupan.

“Bergabungnya lima alumni Darul Amanah dalam keluarga besar alumni Lemhannas membuktikan bahwa pelatihan di Lemhannas menjadi bagian dari pelaksanaan pendidikan holistik yang memadukan olah pikir, olah rasa, olah jiwa, dan wawasan kebangsaan, baik di dalam maupun di luar lingkungan pesantren,” tuturnya.

Dikembangkan hingga perguruan tinggi

Fatwa mengatakan, pendekatan pendidikan holistik Darul Amanah juga dikembangkan hingga jenjang perguruan tinggi.

Darul Amanah mendirikan Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Amanah (STAIDA) pada 2025. Perguruan tinggi tersebut menerima 40 mahasiswa pada angkatan pertama.

Menurut Fatwa, jumlah mahasiswa STAIDA kemudian berkembang menjadi 450 orang dari berbagai kalangan.

“Dengan pendidikan berbasis holistik, kami menerima 40 mahasiswa pada angkatan pertama. Atas kepercayaan masyarakat, kini kami menerima 450 mahasiswa dari berbagai kalangan,” kata Fatwa yang juga menjabat sebagai Ketua STAIDA Kendal.

Ia menjelaskan, pendidikan di STAIDA diarahkan untuk mengembangkan kecerdasan intelektual atau intelligence quotient (IQ), kecerdasan emosional atau emotional quotient (EQ), serta kecerdasan spiritual atau spiritual quotient (SQ).

Ketiga aspek tersebut diharapkan saling mendukung ketika mahasiswa memasuki dunia kerja ataupun menjalankan peran di tengah masyarakat.

“Saat ini, kami menawarkan program studi Pendidikan Agama Islam dan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah agar para lulusan dapat berguna dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Menyatukan pikiran, keterampilan, dan hati

Dalam kegiatan yang sama, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia Jusuf Kalla turut menekankan pentingnya keterpaduan tiga unsur dalam pendidikan, yakni head, hands, dan heart.

Head berkaitan dengan kemampuan berpikir, hands dengan keterampilan untuk bekerja, sedangkan heart berhubungan dengan akhlak, perasaan, dan kepedulian kepada sesama.

Menurut Kalla, keberhasilan pendidikan holistik tidak hanya terlihat dari keluasan pengetahuan seseorang, tetapi juga dari kemampuannya menerjemahkan nilai-nilai tersebut menjadi tindakan nyata.

“Pendidikan heart berbicara tentang perasaan, akhlak, atau spirit, sedangkan hands adalah kemampuan bekerja,” kata Kalla.

Ia mencontohkan, keterpaduan tersebut dapat diwujudkan melalui kepedulian dan partisipasi sosial ketika masyarakat menghadapi musibah.

“Dalam merespons berbagai musibah, seperti bencana di NTT, solidaritas serta partisipasi sosial masyarakat harus tinggi sebagai wujud nyata nilai-nilai kepedulian tersebut,” ujarnya.

Dengan demikian, pendidikan holistik tidak hanya membentuk peserta didik yang cerdas secara intelektual. Pendidikan juga diarahkan untuk melahirkan manusia yang terampil, berakhlak, peduli, dan bersedia menghadirkan manfaat bagi sesama.

Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT



Terkini Lainnya
Gus Kikin: Saya Akan Banyak di Jakarta, tetapi Tidak Melupakan Jawa Timur
Gus Kikin: Saya Akan Banyak di Jakarta, tetapi Tidak Melupakan Jawa Timur
Aktual
JK Sebut Pendidikan Islam Harus Adaptif, Jangan Menjadi Museum Masa Lalu
JK Sebut Pendidikan Islam Harus Adaptif, Jangan Menjadi Museum Masa Lalu
Aktual
Pendaftaran Beasiswa Zakat Indonesia 2026 Diperpanjang, Cek Jadwalnya
Pendaftaran Beasiswa Zakat Indonesia 2026 Diperpanjang, Cek Jadwalnya
Aktual
Darul Amanah Jajaki Beasiswa dan Pertukaran Pelajar dengan Negara-Negara Timur Tengah
Darul Amanah Jajaki Beasiswa dan Pertukaran Pelajar dengan Negara-Negara Timur Tengah
Aktual
Hukum Berjabat Tangan Setelah Shalat Berjamaah, Adakah Tuntunannya?
Hukum Berjabat Tangan Setelah Shalat Berjamaah, Adakah Tuntunannya?
Aktual
Kemenag Perpanjang Pendaftaran Beasiswa Zakat 2026 hingga 14 September, Cek Cara Daftarnya
Kemenag Perpanjang Pendaftaran Beasiswa Zakat 2026 hingga 14 September, Cek Cara Daftarnya
Aktual
Beasiswa Zakat Kemenag 2026 Diperpanjang, Mahasiswa Baru Masih Bisa Daftar hingga 14 September
Beasiswa Zakat Kemenag 2026 Diperpanjang, Mahasiswa Baru Masih Bisa Daftar hingga 14 September
Aktual
Tulisan Assalamualaikum yang Benar: Arab, Latin, Arti, dan Jawabannya
Tulisan Assalamualaikum yang Benar: Arab, Latin, Arti, dan Jawabannya
Doa Harian
Kemenag: Persiapan MTQ Nasional XXXI 2026 di Semarang Sudah 100 Persen
Kemenag: Persiapan MTQ Nasional XXXI 2026 di Semarang Sudah 100 Persen
Aktual
MTQ Nasional XXXI 2026 Jadi Momentum Kenalkan Al Quran Isyarat kepada Masyarakat
MTQ Nasional XXXI 2026 Jadi Momentum Kenalkan Al Quran Isyarat kepada Masyarakat
Aktual
Ijazah Kubro Dalailul Khairat: Menjaga Tradisi Tirakat dan Wirid di Kalangan Nahdliyin
Ijazah Kubro Dalailul Khairat: Menjaga Tradisi Tirakat dan Wirid di Kalangan Nahdliyin
Aktual
 5 Rukun Islam Secara Berurutan, Lengkap dengan Pengertian dan Maknanya
5 Rukun Islam Secara Berurutan, Lengkap dengan Pengertian dan Maknanya
Doa Harian
 Niat Mandi Junub Wanita: Arab, Latin, Penyebab, dan Tata Caranya
Niat Mandi Junub Wanita: Arab, Latin, Penyebab, dan Tata Caranya
Doa Harian
Doa Tahiyat Akhir: Arab, Latin, Arti, dan Urutan Bacaan yang Benar
Doa Tahiyat Akhir: Arab, Latin, Arti, dan Urutan Bacaan yang Benar
Doa Harian
Hoegeng dalam Islam: Ketika Kejujuran, Amanah, dan Kesederhanaan Menjadi Jalan Pengabdian
Hoegeng dalam Islam: Ketika Kejujuran, Amanah, dan Kesederhanaan Menjadi Jalan Pengabdian
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar