KOMPAS.com - Jumat pertama Oktober 2026 jatuh pada 2 Oktober. Tidak ada amalan khusus yang ditetapkan karena Jumat tersebut merupakan Jumat pertama pada bulan Oktober, tetapi umat Islam tetap dapat mengisinya dengan berbagai amalan yang dianjurkan setiap Jumat.
Hari Jumat memiliki keutamaan tersendiri dalam Islam. Rasulullah SAW menyebut Jumat sebagai hari terbaik ketika matahari terbit. Karena itu, umat Islam dianjurkan meningkatkan ibadah, mempersiapkan diri untuk shalat Jumat, memperbanyak shalawat, membaca Al-Qur’an, berdoa, serta menjaga adab selama khutbah.
Allah SWT secara khusus menyebut shalat Jumat dalam Surah Al-Jumu’ah ayat 9. Allah berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نُودِيَ لِلصَّلَاةِ مِن يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَىٰ ذِكْرِ اللَّهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ
Yā ayyuhalladzīna āmanū idzā nūdiya lis-shalāti min yaumil-jumu‘ati fas‘au ilā dzikrillāhi wa dzarul-bai‘, dzālikum khairul lakum in kuntum ta‘lamūn.
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Apabila telah diseru untuk melaksanakan salat pada hari Jumat, maka segeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” (QS Al-Jumu’ah: 9).
Baca juga: Tips Menguatkan Hafalan dalam Islam, Belajar Bertahap dan Jaga Adab
Ayat tersebut menunjukkan pentingnya memenuhi panggilan shalat Jumat dan meninggalkan aktivitas jual beli ketika seruan shalat telah dikumandangkan. Karena itu, persiapan menuju shalat Jumat dapat dilakukan sejak sebelum waktunya.
Salah satu amalan yang dianjurkan sebelum shalat Jumat adalah mandi dan membersihkan diri. Rasulullah SAW bersabda:
الْغُسْلُ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَاجِبٌ عَلَى كُلِّ مُحْتَلِمٍ، وَأَنْ يَسْتَنَّ وَأَنْ يَمَسَّ طِيبًا إِنْ وَجَدَ
Al-ghuslu yaumal-jumu‘ati wājibun ‘alā kulli muhtalimin, wa an yastanna wa an yamassa thīban in wajada.
Artinya: “Mandi pada hari Jumat wajib bagi setiap orang yang telah baligh, bersiwak, dan memakai wewangian jika tersedia.” (Sahih al-Bukhari 880).
Hadis tersebut menjadi dasar anjuran mempersiapkan kebersihan diri sebelum menghadiri shalat Jumat. Selain mandi, kebersihan gigi dan penggunaan wewangian jika tersedia juga disebutkan dalam hadis.
Baca juga: Kemenag: Cinta Tanah Air Bukan Sekadar Simbol, Santri Harus Peduli Lingkungan
Umat Islam juga dianjurkan datang lebih awal ke masjid untuk melaksanakan shalat Jumat. Rasulullah SAW menjelaskan keutamaan orang yang datang lebih awal dalam hadis berikut:
مَنِ اغْتَسَلَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ غُسْلَ الْجَنَابَةِ ثُمَّ رَاحَ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَدَنَةً، وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الثَّانِيَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَقَرَةً، وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الثَّالِثَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ كَبْشًا أَقْرَنَ، وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الرَّابِعَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ دَجَاجَةً، وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الْخَامِسَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَيْضَةً، فَإِذَا خَرَجَ الإِمَامُ حَضَرَتِ الْمَلَائِكَةُ يَسْتَمِعُونَ الذِّكْرَ
Man ightasala yaumal-jumu‘ati ghuslal-janābati tsumma rāha faka’annamā qarraba badanatan, wa man rāha fis-sā‘atis-tsāniyati faka’annamā qarraba baqaratan, wa man rāha fis-sā‘atis-tsālitsati faka’annamā qarraba kabsyan aqran, wa man rāha fis-sā‘atir-rābi‘ati faka’annamā qarraba dājajatan, wa man rāha fis-sā‘atil-khāmisati faka’annamā qarraba baidhatan, fa idzā kharajal-imāmu hadharatil-malā’ikatu yastami‘ūnadz-dzikr.
Baca juga: Khutbah Jumat Rabiul Akhir: Teladan Rasulullah dalam Mencegah Konflik
Artinya: “Barang siapa mandi pada hari Jumat seperti mandi janabah, kemudian berangkat pada waktu pertama, maka seakan-akan dia berkurban seekor unta. Barang siapa berangkat pada waktu kedua, seakan-akan dia berkurban seekor sapi. Barang siapa berangkat pada waktu ketiga, seakan-akan dia berkurban seekor domba bertanduk. Barang siapa berangkat pada waktu keempat, seakan-akan dia berkurban seekor ayam. Barang siapa berangkat pada waktu kelima, seakan-akan dia berkurban sebutir telur. Ketika imam keluar, para malaikat hadir untuk mendengarkan zikir.” (Sahih al-Bukhari 881).
Hadis ini menunjukkan keutamaan datang lebih awal. Waktu sebelum khutbah dapat dimanfaatkan untuk shalat, membaca Al-Qur’an, berdzikir, atau berdoa.
Memperbanyak shalawat juga termasuk amalan yang dianjurkan pada hari Jumat. Mengutip dari laman NU Online, bahwa umat Islam dianjurkan memperbanyak shalawat pada malam dan hari Jumat. Membaca Surat Al-Kahfi pada malam Jumat atau siang harinya juga dikenal sebagai amalan yang dianjurkan dalam tradisi keilmuan Islam.
Untuk membaca Al-Kahfi, umat Islam dapat melakukannya sejak malam Jumat hingga siang atau sore hari Jumat. Sementara itu, anjuran membaca shalawat dapat diamalkan tanpa menentukan jumlah tertentu selama tidak mengaitkannya dengan angka khusus yang tidak memiliki dasar.
Baca juga: Mengapa Orang Baik Tetap Diuji? Simak Penjelasan Hadis Nabi
Hari Jumat juga memiliki waktu yang menjadi kesempatan untuk berdoa. Rasulullah SAW bersabda:
فِيهِ سَاعَةٌ لَا يُوَافِقُهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ، وَهْوَ قَائِمٌ يُصَلِّي، يَسْأَلُ اللَّهَ تَعَالَى شَيْئًا إِلَّا أَعْطَاهُ إِيَّاهُ
Fīhi sā‘atun lā yuwāfiquhā ‘abdun muslimun, wa huwa qā’imun yushallī, yas’alullāha ta‘ālā syai’an illā a‘thāhu iyyāh.
Artinya: “Pada hari itu terdapat suatu waktu yang tidaklah seorang Muslim mendapatinya ketika dia sedang shalat dan memohon sesuatu kepada Allah, melainkan Allah akan memberikan kepadanya apa yang dia minta.” (Sahih al-Bukhari 935).
Selain memperbanyak doa, jamaah perlu menjaga adab ketika khutbah berlangsung. Rasulullah SAW bersabda bahwa orang yang datang ke Jumat, mendengarkan khutbah, dan diam hingga khutbah selesai mendapat ampunan antara Jumat tersebut dan Jumat berikutnya serta tambahan tiga hari. (Sahih Muslim 857a).
Baca juga: MUI: Menunda Wajib Halal Berarti Menunda Hak Masyarakat
Dengan demikian, Jumat pertama Oktober 2026 yang jatuh pada 2 Oktober tidak memiliki amalan khusus karena statusnya sebagai Jumat pertama bulan tersebut. Namun, momentum itu dapat dimanfaatkan untuk mengamalkan tuntunan umum hari Jumat, mulai dari menjaga kebersihan, datang lebih awal, memperbanyak ibadah, hingga berdoa dan menyimak khutbah dengan baik.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.