Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Rekam Jejak Suyudi Ario Seto, GP Ansor Dukung Penuh Kapolri Baru

Kompas.com, 1 Oktober 2026, 14:55 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com - Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (GP) Ansor Addin Jauharudin menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap kepemimpinan Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri).

Dukungan tersebut disampaikan setelah Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI menyetujui Suyudi sebagai Kapolri menggantikan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dalam rapat paripurna, Kamis (1/10/2026). Sebelumnya, Komisi III DPR menyetujui Suyudi secara aklamasi dalam uji kelayakan dan kepatutan.

Menurut Addin, pengalaman panjang Suyudi di lingkungan Polri menjadi modal dalam menjalankan tugas sebagai pimpinan tertinggi Korps Bhayangkara.

“Jenderal Suyudi Ario Seto memiliki pengalaman panjang di lingkungan Polri. Rekam jejak tersebut menjadi modal penting untuk memimpin institusi kepolisian dalam menghadapi berbagai tantangan yang semakin kompleks,” ujar Addin dalam keterangan tertulis kepada Kompas.com, Kamis (1/10/2026).

Baca juga: Muktamar NU Usai, GP Ansor: Sudahi Perdebatan, Saatnya Kembali Berkhidmah

Rekam Jejak Suyudi Ario Seto

Suyudi merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1994. Sepanjang kariernya, ia banyak bertugas di bidang reserse dan kriminal.

Ia pernah menjabat sejumlah posisi di lingkungan Polda Metro Jaya, antara lain Kapolsek Metro Pasar Minggu, Kapolsek Metro Tanah Abang, Kapolsek Metro Penjaringan, serta sejumlah jabatan reserse. Suyudi juga pernah menjadi Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, Tangerang Kota, dan Jakarta Barat.

Kariernya kemudian berlanjut di tingkat kewilayahan. Suyudi pernah dipercaya menjadi Kapolres Majalengka, Kapolres Bogor, Kapolresta Bogor Kota, hingga Kapolres Metro Jakarta Pusat.

Pada 2023, Suyudi menjabat sebagai Wakapolda Metro Jaya. Setahun kemudian, ia dipercaya menjadi Kapolda Banten. Setelah itu, Suyudi dilantik sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) pada 25 Agustus 2025.

Pengalaman tersebut membuat perjalanan karier Suyudi mencakup berbagai lini, mulai dari fungsi reserse, kepemimpinan di tingkat kewilayahan, jabatan strategis di Polda Metro Jaya, hingga memimpin lembaga negara di bidang pemberantasan narkotika.

GP Ansor Dorong Pendekatan Humanis

Addin berharap kepemimpinan Suyudi dapat semakin memperkuat pendekatan humanis dan kedekatan Polri dengan masyarakat.

Menurut dia, tugas kepolisian bukan hanya menjaga keamanan dan ketertiban serta menegakkan hukum. Polri juga memiliki peran sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

“Kami percaya dengan pengalaman dan rekam jejak yang dimiliki, Jenderal Suyudi mampu membawa semangat pengabdian dan pelayanan Polri semakin dekat dengan masyarakat. GP Ansor siap menjadi bagian dari upaya membangun sinergi tersebut,” katanya.

Addin mengatakan GP Ansor siap memperkuat kerja sama dengan Polri, terutama dalam bidang kepemudaan, kebangsaan, toleransi, kerukunan masyarakat, serta penciptaan lingkungan sosial yang aman dan kondusif.

Menurutnya, tantangan kebangsaan yang semakin kompleks membutuhkan kolaborasi lintas elemen, mulai dari pemerintah, aparat penegak hukum, organisasi kepemudaan, tokoh agama, hingga masyarakat.

“GP Ansor mendukung penuh Polri dan siap bekerja sama. Kami ingin membangun kolaborasi yang produktif untuk kepentingan masyarakat, bangsa, dan negara,” tutur Addin.

Harapan terhadap Kepemimpinan Suyudi

Addin berharap kepemimpinan Suyudi dapat terus memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi Polri.

Baca juga: GP Ansor Bentuk Satgas Aksi Kemanusiaan 2026, Bersih-bersih Sungai hingga Tangani Bencana

Ia menilai komunikasi antara kepolisian dan masyarakat perlu terus dibangun agar berbagai persoalan sosial dapat dihadapi dengan mengedepankan hukum sekaligus nilai-nilai kemanusiaan.

“Pada akhirnya, kekuatan Polri juga ditentukan oleh kedekatannya dengan masyarakat. Karena itu, komunikasi, sinergi, dan kolaborasi harus terus dibangun,” ujar Addin.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar