Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Di Madrasah Fakfak, Buku dan Listrik Terbatas, Ada Kelas Tanpa Papan Tulis

Kompas.com, 4 Oktober 2026, 09:07 WIB
Reni Susanti

Editor

FAKFAK, KOMPAS.com — Siswa Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Al-Hidayah Bomberay, Kabupaten Fakfak, Papua Barat, menjalani pembelajaran di tengah keterbatasan buku dan tenaga pengajar. Salah satu ruang kelas bahkan tidak memiliki papan tulis.

Kondisi tersebut ditemui Sarach Diba Hidayat, anggota tim mahasiswa dan alumni Universitas Padjadjaran (Unpad) yang menjalankan asistensi mengajar di madrasah itu pada 19 Agustus hingga 14 November 2026.

Menurut Sarach, madrasah masih menggunakan Kurikulum 2013, tetapi guru dan siswa belum memiliki buku pegangan yang memadai. Di ruang tempatnya mengajar, papan tulis juga tidak tersedia.

Baca juga: Menag Ajak Siswa Seminari Doakan Korban Gempa Flores

Meski menghadapi keterbatasan, siswa tetap antusias mengikuti pembelajaran. Kehadiran tim pendamping memberi mereka kesempatan mempelajari materi yang sebelumnya jarang diajarkan.

“Kalau ada kakak-kakak, kami lebih sering belajar. Apa yang sebelumnya tidak pernah kami pelajari, sekarang bisa kami pelajari, seperti Bahasa Inggris dan informatika yang jarang sekali,” kata Putri, siswa kelas XII dalam rilis yang diterima Kompas.com, Minggu (4/10/2026).

Datang untuk belajar, tetapi guru terbatas

Dalam salah satu pengamatannya, Sarach mendapati siswa sudah hadir dengan seragam rapi untuk mengikuti pelajaran yang dimulai pukul 07.30. Namun, sejumlah ruang kelas belum diisi guru.

Ketika tiba di sekolah sekitar pukul 10.00 pada hari itu, Sarach hanya melihat dua guru hadir untuk menangani tiga kelas.

Sejumlah siswa kemudian harus pulang sekitar pukul 12.00 karena tidak ada lagi guru yang mengajar. Padahal, kegiatan belajar seharusnya berlangsung hingga pukul 14.00.

Menurut Sarach, semangat siswa tetap terlihat ketika ia masuk kelas dan mendampingi pembelajaran.

Siswa kelas XII, Ramlan, berharap mahasiswa dan alumni Unpad dapat lebih sering mengajar. Ia merasa pendampingan membantu dirinya memahami pelajaran.

“Saya berharap kakak-kakak dari Unpad lebih sering mengajar. Kalau kakak Unpad mengajar, kami jadi cepat paham, terutama Bahasa Inggris dan matematika,” ujar Ramlan.

Matematika, Bahasa Inggris, dan komputer menjadi mata pelajaran yang banyak disebut siswa ketika ditanya mengenai kebutuhan pembelajaran lanjutan.

Baca juga: Cara Mengunduh 90 Buku PAI dan Bahasa Arab Gratis untuk Siswa Madrasah

Lab komputer terkendala listrik dan pengajar

Madrasah tersebut memiliki laboratorium komputer. Namun, menurut Sarach, pemanfaatannya terkendala keterbatasan listrik dan tidak adanya guru yang mengajarkan pengoperasian komputer.

Sekolah menggunakan genset yang hanya dinyalakan ketika diperlukan. Kondisi ini membatasi kesempatan siswa menggunakan komputer untuk belajar.

Dalam pendampingan, tim Unpad mengenalkan keterampilan dasar, termasuk cara menyalakan laptop. Sarach mengatakan, siswa senang ketika mendapat kesempatan melihat dan mencoba mengoperasikan laptop.

Kepala MAS Al-Hidayah Bomberay, Darmiati, menyampaikan bahwa kemampuan siswa mulai berkembang setelah mendapatkan pendampingan.

“Sebelum diajar mahasiswa, masih banyak siswa yang belum mengetahui pengoperasian komputer. Setelah diajarkan, sebagian besar sudah paham. Untuk Bahasa Inggris, siswa sudah mulai bisa reading, writing, dan speaking, tetapi masih tahap awal,” kata Darmiati.

Buku hingga perbaikan bangunan dibutuhkan

Kondisi buku pegangan guru dan siswa di MAS Al-Hidayah Bomberay, Fakfak, Papua Barat yang terbatas.  Dok UNPAD Kondisi buku pegangan guru dan siswa di MAS Al-Hidayah Bomberay, Fakfak, Papua Barat yang terbatas.

Selain sarana pembelajaran, kondisi bangunan sekolah juga membutuhkan perhatian.

Menurut pengamatan Sarach, sejumlah bagian plafon dan atap mengalami kerusakan. Ia mengkhawatirkan bagian yang rusak dapat runtuh saat kegiatan belajar berlangsung.

Ketersediaan air bersih turut menjadi persoalan, terutama pada musim kemarau.

Pihak madrasah menyampaikan bahwa kebutuhan mendesak meliputi buku pegangan siswa dan guru untuk seluruh mata pelajaran, peralatan olahraga, serta alat peraga.

Pendampingan mahasiswa dan alumni Unpad

Asistensi mengajar di MAS Al-Hidayah Bomberay merupakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang diketuai Prof Atwar Bajari.

Program tersebut menjadi tindak lanjut permohonan madrasah kepada Unpad untuk mendukung pembelajaran melalui asistensi mengajar, bimbingan belajar, dan pengayaan materi.

Lima mahasiswa dan alumni yang terlibat ialah Sarach Diba Hidayat, Raja Bani Yudanegara, Adista Nurfadilla, Denis Setia Prismayana, serta Miryam Elizabeth Rambe.

Mereka mendampingi siswa kelas X hingga XII sesuai bidang masing-masing.

Selain mengajar di kelas, tim menyiapkan modul ajar dan melakukan tes awal serta tes akhir untuk melihat perkembangan pengetahuan siswa.

Khusus kelas XII, pendampingan juga mencakup latihan soal dan berbagi pengalaman mengenai kehidupan setelah sekolah.

Program yang dijadwalkan berlangsung hingga 14 November 2026 itu diharapkan membantu memenuhi kebutuhan pembelajaran yang telah diidentifikasi bersama pihak madrasah.

Hasil pendampingan juga akan menjadi bahan evaluasi untuk tindak lanjut sesuai kebutuhan sekolah.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
'Hanya Bercanda' Bukan Alasan Menyakiti Orang Lain, Ini Batasannya dalam Islam
"Hanya Bercanda" Bukan Alasan Menyakiti Orang Lain, Ini Batasannya dalam Islam
Aktual
Di Madrasah Fakfak, Buku dan Listrik Terbatas, Ada Kelas Tanpa Papan Tulis
Di Madrasah Fakfak, Buku dan Listrik Terbatas, Ada Kelas Tanpa Papan Tulis
Aktual
Anggota DPR Usulkan Sex Toy di Lapas, MUI: Haram
Anggota DPR Usulkan Sex Toy di Lapas, MUI: Haram
Aktual
Menag Ajak Masyarakat Jadi Agen Perlinsos, Ini Cara Daftarnya
Menag Ajak Masyarakat Jadi Agen Perlinsos, Ini Cara Daftarnya
Aktual
Kiai Adrian La Tansa: Membangun Keluarga Perlu Kerja Sama Suami Istri
Kiai Adrian La Tansa: Membangun Keluarga Perlu Kerja Sama Suami Istri
Aktual
MUI Tegaskan 'Sex Toy' bagi Warga Binaan Lapas Hukumnya Haram
MUI Tegaskan "Sex Toy" bagi Warga Binaan Lapas Hukumnya Haram
Aktual
Rekrutmen Pejabat Publik dalam Islam: Prinsip, Kriteria, dan Dalilnya
Rekrutmen Pejabat Publik dalam Islam: Prinsip, Kriteria, dan Dalilnya
Aktual
Penjelasan Mati Syahid dalam Islam: Pengertian, Jenis Penyebab, dan Dalilnya
Penjelasan Mati Syahid dalam Islam: Pengertian, Jenis Penyebab, dan Dalilnya
Aktual
Kiai Imjaz Masuk Syuriyah PBNU, Siap Kawal Penguatan Otoritas Ulama dan Transformasi Pesantren
Kiai Imjaz Masuk Syuriyah PBNU, Siap Kawal Penguatan Otoritas Ulama dan Transformasi Pesantren
Aktual
Shalat Istikharah: Dalil, Niat, Tata Cara, Waktu, Doa, dan Keutamaannya
Shalat Istikharah: Dalil, Niat, Tata Cara, Waktu, Doa, dan Keutamaannya
Doa dan Niat
MUI dan Forum Abu Dhabi Bahas Penguatan Islam Wasathiyyah dan Perdamaian Dunia
MUI dan Forum Abu Dhabi Bahas Penguatan Islam Wasathiyyah dan Perdamaian Dunia
Aktual
Kuota Haji Pakistan 2027 Skema Pemerintah Sudah Penuh, 107.526 Jemaah Terdaftar
Kuota Haji Pakistan 2027 Skema Pemerintah Sudah Penuh, 107.526 Jemaah Terdaftar
Aktual
Qariah NTB Khairunnisa Wakili Indonesia di MTHQA ke-66 Malaysia 2026
Qariah NTB Khairunnisa Wakili Indonesia di MTHQA ke-66 Malaysia 2026
Aktual
Menag Ajak ASN Kemenag Jadi Agen Perlinsos: Panggilan Iman dan Persaudaraan
Menag Ajak ASN Kemenag Jadi Agen Perlinsos: Panggilan Iman dan Persaudaraan
Aktual
Kemenag Dukung Percepatan Pendaftaran Perlinsos 2027, Libatkan Penyuluh dan Penghulu
Kemenag Dukung Percepatan Pendaftaran Perlinsos 2027, Libatkan Penyuluh dan Penghulu
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar